Posted by: Wing Wahyu Winarno | July 4, 2008

Wisata ke Owabong

Owabong adalah Objek Wisata Air di Purbalingga, kota kecil dekat Purwokerto, Jawa Tengah. Hari Rabu, 2 Juli 2008, saya mengajak keluarga (istri dan anak plus 2 keponakan) berwisata ke sana, sekalian mampir ke River World atau Taman Akuarium (juga di Purbalingga). Perjalanan dari Yogya ke Purbalingga sekitar 5 jam (kecepatan maksimum sekitar 80 km/jam saja). Asyik banget berwisata ke sana. Berikut ceritanya.

Kami berangkat dari Yogya jam 6:00 pagi, sudah sarapan, bawa cemilan banyak. Perjalanan lewat jalur selatan nyaman, lancar, tidak macet. Sampai di Purbalingga jam 11:00, langsung ke Taman Akuarium, di bagian barat kota Purbalingga (untung sms-an sama Krismiaji, yang memberitahu saya objek ini, waktu berangkat, saya tidak tahu. Thanks Kris!). Ongkos parkir Rp2.000, masuk Rp6.000 per orang, banyak ikan aneh2 dan besar2. Ada sidat 1 m, ada arwana gede (1 m) dan raksasa (2 m). Wah, keren juga lho. Ada sekitar 20-an akuarium, ada juga kolam renang (lebih tepatnya: kolam bermain) dan taman unggas. Kami menghabiskan waktu sekitar 45 menit, karena anak2 sudah penasaran ingin segera ke Owabong. Oh ya, kami membeli souvenir dan (tempe) mendoan khas Banyumas. Baru saja digoreng, enak banget untuk mengisi perut yang sudah mulai lapar.

Read More…

Posted by: Wing Wahyu Winarno | June 4, 2008

Peluncuran Buku Filateli

Berikut saya tunjukkan guntingan berita dari Koran Kedaulatan Rakyat (Yogya) hari Kamis, 12 Juni 2008 ya. Sedikit dulu, tapi lumayan lah. Foto2 lain menyusul.

Lewat undangan digital ini, saya mengundang teman2 semua (lama maupun baru) untuk menghadiri acara peluncuran buku filateli saya di Kantor Pos Yogyakarta (Jln. Panembahan Senopati, dekat alun-alun utara), pada hari Minggu, 8 Juni 2008, jam 8:30-11:30. Meskipun undangan gratis, tapi disediakan snack lah ;-) .

Pada acara tersebut, selain acara ceramah dan diskusi tentang buku tersebut, juga akan diadakan acara bazar dan tukar-menukar benda filateli. Di akhir acara juga ada pengundian door prize. Oh ya, sudah barang tentu Anda dianjurkan membawa serta keluarga Anda, karena meskipun sedikit serius, acara ini bernuansa santai. Saya tunggu ya… (jangan datang terlambat lho). Sekadar info tambahan: teman2 dari luar kota seperti Surabaya, Surakarta, Semarang, sudah memastikan hadir.

Posted by: Wing Wahyu Winarno | May 9, 2008

Cara Menaikkan Harga BBM

Adakah Jalan Selain Menaikkan Harga BBM?

Saat ini masyarakat lagi gerah dengan rencana kenaikan harga BBM yang akan segera diputuskan oleh pemerintah. Demonstrasi merebak di berbagaikota, yang isinya menolak rencana tersebut. Keberatan berbagai pihak sangat dimaklumi, karena dengan naiknya harga BBM, harga-harga barang lainnya akan ikut naik. Beban hidup sebagian rakyat semakin berat saja, setelah di berbagai daerah dilanda bencana alam (yang sedikit banyak mengganggu pasokan pangan dan sandang) dan kelangkaan berbagai bahan kebutuhan sehari-hari.

Menurut Pemerintah, kenaikan harga BBM tidak bisa ditunda-tunda terlalu lama, karena harga minyak dunia naik terus, sehingga APBN kita semakin tersedot untuk memberi subsidi harga minyak.

Asumsi Pemerintah memang ada benarnya, karena kebutuhan minyak kita sekitar 1,5 juta barel perhari, sementara produksi cuma 1,1 juta barel per hari (mohon info angka lebih detail). Berarti tiap hari ada kekurangan 0,4 juta barel, dan itu harus diimpor. Itulah yang menyebabkan sebagian anggota masyarakat meminta Pemerintah keluar dari OPEC (Organisasi Negara Pengekspor Minyak), karena Indonesia sebenarnya lebih tepat sebagai pengimpor, bukan pengekspor. Lagi pula, tidak ada manfaat yang dapat dinikmati (toh nyatanya, di beberapa kota, termasuk di ibukota, minyak seringkali juga langka).

Masyarakat menolak rencana Pemerintah menaikkan harga BBM, sementara Pemerintah sudah hampir dapat dipastikan menaikkan harga BBM. Dua pihak sama-sama punya argumen yang kuat. Bedanya, rakyat tidak bisa diturunkan, sedang Pemerintah bisa. Namun bukan itu yang ingin saya bahas di sini. Pertanyaan yang ingin saya jawab adalah: adakah alternatif lain selain menaikkan harga BBM? Jawaban dari saya: pasti ada dan gampang dilaksanakan.

Read More…

Posted by: Wing Wahyu Winarno | May 2, 2008

Terima Kasih Teman

Hari Rabu, 30 April 2008, hit atau kunjungan terhadap blog saya ini telah mencapai 20.000 kali. Saat ini, setiap harinya, blog saya ini dikunjungi antara 100 hingga 150-an hit. Sungguh merupakan suatu kebanggaan sendiri dapat memperoleh angka sebanyak itu dalam waktu 7 bulan sejak blog ini saya buat, yaitu pada bulan September 2007 yang lalu. Padahal ketika itu, saya sedang dalam tekanan berat karena harus menghadapi tahap akhir kuliah teori saya dalam menempuh studi S3 di UI. Waktu itu juga ada keraguan, apakah saya hanya mau mencoba saja membuat blog, atau mau terus. Namun akhirnya, saya terus saja mengelola blog saya ini.

Kalau boleh berbagi rasa, memang ada beberapa alasan kuat, mengapa saya membuat blog, terutama blog saya ini (karena saya masih mempunyai beberapa blog yang lain). Selain alasan kuat, sebenarnya saya juga menghadapi hambatan atau masalah dalam membuat blog ini.

Read More…

Posted by: Wing Wahyu Winarno | April 27, 2008

Jelajah Wisata 2008

Hari Minggu 27 April 2008, saya dan beberapa teman dari BMW CCI dan dari Bank Mandiri Yogyakarta ikut acara Jelajah Wisata yang boleh diikuti oleh para pemilik kendaraan (baik mobil atau sepeda motor). Acara yang menurut koran lokal diikuti oleh 30.000 peserta ini menyediakan dua pilihan rute, yaitu ke barat (Yogya-Wates pp) atau ke timur (Yogya-Wonosari pp). Kedua rute tersebut menempuh jarak masing-masing sekitar 170 km. Kami memilih yang ke barat, karena jarang melewati daerah tersebut dan jalannya relatif datar.

Kami kumpul di sekretariat BMW CCI Yogyakarta, di warung Bakmi Kadin, Bintaran pukul 06:00 dan berangkat ke alun-alun utara, tempat start. Karena start dijadwalkan jam 07:00, maka kami berangkat jam 06:30. Ternyata, jalanan sudah penuh sesak dengan para penumpang kendaraan (roda 2 & 4) berkaus kuning-putih yang dibagikan oleh panitia sehari sebelumnya. Jarak yang biasanya kami tempuh sekitar 5 menit (dari Bintaran ke Alun-alun Utara), pagi itu harus kami tempuh dalam waktu 1 jam!

Menunggu start, ya foto2 dulu di tempat teduh lah...

Akhirnya setelah menunggu antrian sekitar 30 menit, kami berangkat. Karena kami diarahkan untuk ke rute timur (karena parkir di sisi timur alun2), maka kami keluar jalur melalui kota, lalu ke Tugu dan menuju ke Sleman. Di perjalanan, kami sepakat untuk mampir di warung Soto di Jombor. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan. Di lapangan Denggung Sleman, kami memasukkan kupon undian dan meneruskan perjalanan. Lucunya, di tengah perjalanan kami berpapasan dengan rombongan Jelajah Wisata, namun mereka di kawal oleh mobil polisi. Akhirnya dengan susah payah, kami pun balik kanan dan mengikuti mereka.

Kami benar2 heran bagaimana mungkin sudah diberi peta, peserta masih bisa kebingungan. Dan ternyata, hampir di setiap pertigaan atau perempatan, semua peserta pada kebingungan. Ada saja peserta yang belok kiri, terus, kanan. Kami berhenti di pertigaan pohon beringin, dan banyak peserta yang akhirnya berhenti dan duduk santai bersama kami. Mereka mengalami hal yang sama. Melihat kondisi seperti itu, ditambah perkiraan macet di tempat tujuan, maka kami semua akhirnya memutuskan untuk pulang saja (saat itu sudah jam 11:00). Kami akan melihat hasil undian yang akan diumumkan di harian lokal Yogya.

Jalan kabupaten menjadi sesak dilewati ribuan peserta turing

Kami juga sempat saling sepakat untuk ikut acara senam massal pada 1 Juni 2008, di Alun-alun Utara Yogyakarta, yang hadiahnya lagi-lagi menarik, yaitu rumah, mobil, sepeda motor, dsb…dsb… Wah, teman2 pada bingung, kita ini bukan orang Golkar, tapi ikut acaranya Golkar. Jangan2, dikira simpatisan atau bahkan militannya Golkar? Tapi, ah biar saja, yang penting kami pergi bareng2, pada nyalain lampu strobo, pada memanfaatkan pesawat HT dan rig, sambil berkumpul mengaktifkan kegiatan klub. Nah, apakah Anda mau bergabung dengan kami?

Posted by: Wing Wahyu Winarno | April 16, 2008

Telkomsel Seminar di Surabaya

Hari Selasa, 15 Apr 2008, saya memenuhi undangan Telkomsel untuk hadir di acara Business Seminar & Sales Exhibition. Acara diselenggarakan di Hotel Mariott Surabaya, mulai dari jam 09:00 sd 15:00. Garis besar acara adalah pengenalan produk-produk Telkomsel (yang ternyata tidak semata-mata urusan telpon seluler), pembangkitan motivasi oleh Pak Tung Desem Waringin, dan pembagian door prize.


Acara yang dipandu oleh Nico Siahaan ini juga dihadiri oleh para petinggi Telkomsel (mulai dari VP Ivan Hoe hingga para petinggi di Jateng, DIY, Jatim, dan Bali). Ada 300-an undangan yang dilayani oleh sekitar 50-an orang berseragam Telkomsel. Seminar kit yang dibagikan kepada peserta dikemas di dalam tas jinjing, yang ternyata juga disisipi dengan iPod Shuffle.

Satu hal yang membuat peserta merasa sangat senang dan berterima kasih kepada Telkomsel adalah dihadirkannya motivator ulung Bapak Tung Desem Waringin yang telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya adalah The Most Powerful People in Business and Idea 2005 versi Majalah SWA dan bukunya berjudul “Financial Revolution” memperoleh rekor MURI karena penjualannya melebihi 10.000 eksemplar pada hari pertama peredarannya. Pak Tung memiliki gaya presentasi yang khas, karena semua peserta harus berdiri, harus senam, harus bertepuk tangan, semua mengikuti irama yang dikomando oleh motivator yang juga pemilik toko buku Toga Mas di Yogyakarta ini. (Saya ingin berbagi sedikit “ilmu” yang saya peroleh dari Pak Tung di bagian akhir artikel ini).

Read More…

Posted by: Wing Wahyu Winarno | April 4, 2008

Bersama GKR Pembayun

Hari Kamis, 3 April 2008, saya mengisi acara Winasis di Jogja TV bersama GKR (Gusti Kanjeng Ratu) Pembayun, mas Aulia Reza (sebagai presenter) dan Bapak Drs. Gunadi dari SMU Galur, Kulon Progo. Acara yang berlangsung dari pukul 15:00-16:00 mendapat tanggapan cukup aktif dari pemirsa melalui telpon. Di sela dialog, juga ada acara tari yang dibawakan oleh siswa SMK Seni Tari (aduh, kok saya lupa namanya ya? Ada yang bisa mengingatkan saya? Maaf ya dik…)

Bersama GKR Pembayun

Dalam acara Winasis ini, dibahas penerapan program komputer SAMAS (Sistem Administrasi dan Manajemen Sekolah) yang telah dibagikan gratis ke sekitar 400-an sekolah di wilayah DIY oleh YABM (Yayasan Anak Bangsa Mandiri). GKR Pembayun, putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono X, adalah Ketua YABM.

Program SAMAS merupakan program komputer yang ditujukan untuk mencatat berbagai kegiatan dan aktiva sekolah, khususnya sebagai tahap awal ini adalah SMU/sederajat. Dalam bahasa kerennya, SAMAS merupakan program TPS (transaction processing systems) dan MIS (management information systems) untuk sekolah. Program ini dapat dijalankan di komputer “lama” (cukup sekelas Pentium II) dengan Windows 98 (yang oleh Microsoft sudah diganti dengan sistem2 yang lebih baru). Selain itu, program ini siap dijalankan di komputer tunggal maupun di komputer jaringan.

Hanya sayangnya, masih banyak pengelola sekolah yang “agak takut” memulai menggunakan program ini, karena perpindahan dari manual ke komputerisasian memang tidak mudah. Tanggapan yang masuk rata-rata membahas mengenai hal ini.

Posted by: Wing Wahyu Winarno | April 2, 2008

Bersama Menkominfo

Akhirnya, pada seminar nasional “Best Practices untuk Keberhasilan Implementasi E-Government di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Magister Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM, di ruang seminar MM UGM, saya (sebagai salah satu pembicara) bertemu dengan Pak Muhammad Nuh, Menkominfo Republik Indonesia. Seminar diselenggarakan sehari penuh, Rabu 2 April 2007.

Bersama Menkominfo

Dalam seminar tersebut, beliau menyampaikan keynote speech. Dalam salah satu pesannya, beliau menyampaikan bahwa ada hal besar yang manfaatnya kecil (berarti merugi), ada hal kecil yang manfaatnya kecil (sudah semestinya), dan ada hal kecil yang manfaatnya besar (itu karena kita kreatif, dan inilah yang dikejar).

Selain itu beliau juga menyampaikan programnya untuk memberlakukan UU ITE, yang tidak lain adalah untuk melindungi generasi penerus kita. Memang sulit pelaksanaannya, tetapi kalau dijalankan secara bersama-sama, tentu hasilnya lebih baik. Kalau hanya dicerca dan didiskusikan, malah tidak akan segera bermanfaat.

Seminar yang dihadiri oleh 250-an peserta dari berbagai unsur, mulai dari para pejabat pemkab/pemkot dari berbagai daerah di Indonesia, para dosen, para mahasiswa, dan umum, berlangsung sehari penuh dan diikuti secara antusias oleh para peserta.

Posted by: Wing Wahyu Winarno | March 21, 2008

Ponsel Baru

Persaingan ponsel semakin ketat saja, ditunjukkan dengan munculnya merek-merek baru, padahal merek yang lama pun selalu berjuang untuk memunculkan produk-produk baru. Berbagai fitur dicoba ditanamkan di masing-masing handset, yang tujuannya untuk menarik minat calon penggunanya. Akhir-akhir ini, muncul ponsel dengan kemampuan menangkap siaran televisi konvensional, yang memerlukan antena untuk menangkap siaran (tidak seperti televisi kabel, televisi satelit atau DVB-H, yang berbayar tapi kualitasnya lebih sering bagus dibanding jelek).

Beberapa merek mencoba keberuntungan dengan menyediakan dua rongga kartu, ada yang bisa GSM-GSM, ada pula yang bisa GSM-CDMA, dan duanya on bersamaan. Ponsel ini disukai oleh para pemakai ponsel yang “suka sejenis”, maksudnya, kalau lawan bicara pakai operator A, dia akan menelpon pakai kartu A, supaya tarifnya murah. Kalau dulu membawa 4 ponsel untuk 4 kartu, kini cukup bawa 2 ponsel. Hemat kan?

Satu dua merek ponsel juga sudah menawarkan kemampuan GPS untuk menentukan atau mencari lokasi, sehingga pemakainya tidak mungkin tersesat. Namun hal ini memerlukan dua syarat, yaitu si pemakai bisa “melihat langit” (karena fungsi GPS sangat ditentukan oleh koneksi ke satelit di langit sana tanpa tertutup dinding atau atap rumah) dan sudah memiliki peta (nah, ini yang belum banyak tersedia).

Nokia 888

Nokia 888 gelang Nokia 888 panjang Nokia 888 gelang

Perusahaan-perusahaan ternama, masih mencoba keberuntungannya dengan merancang bentuk ponsel yang unik alias tidak biasa. Sebagaimana Anda tahu, selama ini ada tiga bentuk ponsel, yaitu candy bar (model batangan), clam shell (model lipat, baik vertikal maupun horisontal), dan sliding (model geser). Kini agaknya akan muncul jenis baru, karena ada ponsel yang bisa digulung atau dilipat-lipat. Jadi apa dong namanya? Flexible phone? Contohnya adalah Nokia 888 yang masih dalam taraf uji coba, bentuknya dapat berupa gelang, dapat juga berupa batangan, atau seperti penjepit uang. Bentuknya tipis, lentur, namun tetap saja canggih.

Ponsel gelang NEC Ponsel gelang BenQ-Siemens 

Ponsel geser ASUS Ponsel transparan Ponsel hijau Nokia

Bahkan ada juga yang sudah mulai menggagas fungsi ponsel yang lebih luas lagi, misalnya sebagai alat presentasi dengan jumlah audiens yang terbatas. Sedang ponsel berbentuk jam tangan yang berfungsi sebagai pemutar video dan televisi mungkin lebih dulu tersedia.

Ponsel presentasi Explay Ponsel jam

Posted by: Wing Wahyu Winarno | March 20, 2008

Kasus Lumpur Sidoarjo (bagian 2)

Ada update tentang lumpur Sidoarjo. Akhirnya BPPT yang menyatakan bahwa bencana LUSI adalah bencana alam. BPPT jauh lebih berkompeten dibanding DPR (lihat posting saya sebelumnya mengenai bencana lusi ini). Beritanya saya klipingkan dari Koran Tempo, Selasa 18 Maret 2008.

Bencana LUSI adalah bencana alam

Meskipun sudah ditetapkan sebagai bencana alam, tetapi menurut saya, yang penting adalah pemecahan masalah para pengungsi harus segera dilakukan. Yang paling segera harus dilakukan adalah mencari daerah baru, menata daerah tersebut, lalu mendirikan pemukiman semampu pemerintah, para korban dikasih dulu tanah yang cukup utk membuat satu rumah (yg sangat sederhana dulu). Bangun juga sekolah dan fasilitas umum lainnya.

Jangan lagi tarik ulur dengan pihak Lapindo Brantas. Yang tagih-menagih hanyalah antara Pemerintah dan Lapindo Brantas saja, jangan melibatkan rakyat. Rakyat cukup menjadi korban, sehingga harus segera ditolong. Kasihan mereka sudah menjadi pengungsi hampir 2 tahun dan tetap tidak ada jalan terang mau apa besok-besoknya.

Older Posts »

Categories