Hari Selasa, 15 Apr 2008, saya memenuhi undangan Telkomsel untuk hadir di acara Business Seminar & Sales Exhibition. Acara diselenggarakan di Hotel Mariott Surabaya, mulai dari jam 09:00 sd 15:00. Garis besar acara adalah pengenalan produk-produk Telkomsel (yang ternyata tidak semata-mata urusan telpon seluler), pembangkitan motivasi oleh Pak Tung Desem Waringin, dan pembagian door prize.
Acara yang dipandu oleh Nico Siahaan ini juga dihadiri oleh para petinggi Telkomsel (mulai dari VP Ivan Hoe hingga para petinggi di Jateng, DIY, Jatim, dan Bali). Ada 300-an undangan yang dilayani oleh sekitar 50-an orang berseragam Telkomsel. Seminar kit yang dibagikan kepada peserta dikemas di dalam tas jinjing, yang ternyata juga disisipi dengan iPod Shuffle.
Satu hal yang membuat peserta merasa sangat senang dan berterima kasih kepada Telkomsel adalah dihadirkannya motivator ulung Bapak Tung Desem Waringin yang telah meraih berbagai penghargaan, di antaranya adalah The Most Powerful People in Business and Idea 2005 versi Majalah SWA dan bukunya berjudul “Financial Revolution” memperoleh rekor MURI karena penjualannya melebihi 10.000 eksemplar pada hari pertama peredarannya. Pak Tung memiliki gaya presentasi yang khas, karena semua peserta harus berdiri, harus senam, harus bertepuk tangan, semua mengikuti irama yang dikomando oleh motivator yang juga pemilik toko buku Toga Mas di Yogyakarta ini. (Saya ingin berbagi sedikit “ilmu” yang saya peroleh dari Pak Tung di bagian akhir artikel ini).
Pada acara rehat, saya sempat berdiskusi dengan teman2 baik dari Telkomsel maupun sesama undangan, mengenai program-program aplikasi di ponsel, di antaranya adalah Morange dan membandingkannya dengan BlackBerry. Selain itu kami juga mendiskusikan mengenai manfaat SIP (Session Internet Protocol) yang ada di beberapa jenis ponsel. Fasilitas ini sebenarnya sangat canggih, karena bisa digunakan untuk berkomunikasi (”menelpon”) tetapi tanpa memerlukan jasa operator seluler. Inikah mungkin yang akan menjadi cikal-bakal 4G?
Sekarang, sebagian oleh2 dari Pak Tung. Agar suatu perusahaan berhasil, ada tujuh saran yang disampaikan Pak Tung, tapi yang saya sampaikan di sini tiga saja ya. Pertama, perusahaan harus memiliki strong facilitate leader, yaitu seorang pemimpin yang bisa mendengarkan saran dan melihat kreativitas anak buahnya (menurut saya, mirip dengan dirigen di musik orkestra ya Pak, karena justru tidak memainkan alat musik apa pun), sehingga dia sendiri tidak banyak memberi ide dan perintah.
Kedua, ciptakan sebuah sistem sehingga setiap orang di perusahaan bisa saling mengontrol. Contoh perusahaan yang berhasil adalah karyawan bisa bekerja mandiri tanpa tergantung kepada pimpinannya. Pak Tung mencontohkan di beberapa perusahaannya, beliau belum tentu datang dalam sebulan, tetapi karyawannya tetap memiliki etos kerja yang tinggi (hmm, panjang lebar beliau menguraikannya).
Ketiga, gunakan pendekatan perbaiki-jual-buang. Kalau suatu produk (bahkan suatu perusahaan) bisa diperbaiki, perbaiki. Kalau tidak bisa diperbaiki, ya jual saja, karena justru akan memperbesar pengeluaran perusahaan. Kalau tidak bisa dijual, apa boleh buat, harus dibuang atau ditutup saja. Jangan merasa sedih atau kecewa. Buat yang baru lagi. Empat saran yang lain biarlah tetap menjadi oleh-oleh bagi kami yang hadir pada acara tersebut. Kalau diceritakan lengkap di sini, tidak enak sama Pak Tung, lha itu kan pemikiran beliau, kok saya mengedarkannya. (Kalau cuma tiga boleh kan ya Pak Tung? Terima kasih lho Pak….).
Oh ya, pada salah satu pembagian door prize, saya mendapatkan sebuah ponsel LG KU250 berfasilitas 3G dengan kamera ganda. Selain itu, saya dan kawan2 sedaerah (Yogya, Solo, Jawa Tengah) diinapkan di hotel Mariott yang cukup mewah. Hal ini membuat perjalanan dua hari di Surabaya menjadi lebih kerasan. Jadi, sekali lagi, terima kasih Telkomsel.
Posted in Kolega, Seminar | Tags: Good to Great, iPod Shuffle, Telkomsel Surabaya, Tung Desem Waringin



Buku saya ke-42 







