<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wing Wahyu Winarno &#187; Bright Ideas</title>
	<atom:link href="http://maswing.wordpress.com/category/bright-ideas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maswing.wordpress.com</link>
	<description>Let&#039;s make the society better with ITIS</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Dec 2009 06:01:57 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='maswing.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/2c3ea75100c308a2be7440d45262087d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wing Wahyu Winarno &#187; Bright Ideas</title>
		<link>http://maswing.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://maswing.wordpress.com/osd.xml" title="Wing Wahyu Winarno" />
		<item>
		<title>Tips Mengelola Password</title>
		<link>http://maswing.wordpress.com/2009/05/11/tips-mengelola-password/</link>
		<comments>http://maswing.wordpress.com/2009/05/11/tips-mengelola-password/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 May 2009 12:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wing Wahyu Winarno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bright Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Ponsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswing.wordpress.com/?p=497</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini sudah dimuat di harian Kedaulatan Rakyat (tanggal menyusul).
Ketika Anda menerima kiriman kartu ATM atau kartu kredit dari bank Anda, disertai sebuah pesan untuk segera mengubah password Anda lalu mengingat-ingatnya, dan kemudian membuang catatan password yang dikirimkan oleh bank. Anda juga sangat dianjurkan untuk tidak mencatat password Anda, agar tidak mudah ditemukan orang lain. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=497&subd=maswing&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="color:#008080;">Artikel ini sudah dimuat di harian Kedaulatan Rakyat (tanggal menyusul).</span></p>
<p class="MsoNormal">Ketika Anda menerima kiriman kartu ATM atau kartu kredit dari bank Anda, disertai sebuah pesan untuk segera mengubah password Anda lalu mengingat-ingatnya, dan kemudian membuang catatan password yang dikirimkan oleh bank. Anda juga sangat dianjurkan untuk tidak mencatat password Anda, agar tidak mudah ditemukan orang lain. Namun anjuran saya justru sebaliknya: catatlah password Anda, tetapi dengan cara yang cerdik. Password ini termasuk password e-mail, blog, internet banking, dan apapun yang memerlukan password.</p>
<p class="MsoNormal">Anjuran bank tersebut bisa dipatuhi, kalau Anda hanya memiliki satu atau dua kartu ATM atau kartu kredit saja dan tidak ada password lain yang diperlukan. Namun bila Anda memiliki misalnya tiga akun e-mail, dua ponsel, dua blog, satu akun di kantor atau di kampus, ditambah lagi dua kartu ATM dan dua kartu kredit, maka memori (daya ingat) Anda tidak akan cukup mengingat-ingat semua kata ajaib tersebut. Lalu bagaimana solusinya?</p>
<div id="attachment_499" class="wp-caption alignleft" style="width: 245px"><img class="size-full wp-image-499" title="nokia-e52-00-keypad" src="http://maswing.files.wordpress.com/2009/05/nokia-e52-00-keypad.jpg?w=235&#038;h=288" alt="Susunan keypad ponsel." width="235" height="288" /><p class="wp-caption-text">Susunan keypad ponsel.</p></div>
<p>Memang masing-masing sistem memiliki persyaratan sendiri. Untuk kartu bank dan kartu telpon, password terdiri atas susunan angka, biasanya 4 atau 6 digit. Jangan gunakan plat nomor motor atau mobil Anda sebagai password, karena mudah dicoba oleh orang lain. Demikian juga dengan tanggal lahir Anda, atau nomor telpon Anda (baik rumah maupun ponsel). Anda harus menggunakan angka-angka lain yang sulit ditebak, misalnya kodepos desa asal orang tua Anda, atau 6 digit terakhir nomor rangka atau nomor mesin kendaraan Anda.</p>
<p>Ketika Anda menerima kiriman kartu ATM atau kartu kredit dari bank Anda, disertai sebuah pesan untuk segera mengubah password Anda lalu mengingat-ingatnya, dan kemudian membuang catatan password yang dikirimkan oleh bank. Anda juga sangat dianjurkan untuk tidak mencatat password Anda, agar tidak mudah ditemukan orang lain. Namun anjuran saya justru sebaliknya: catatlah password Anda, tetapi dengan cara yang cerdik. Password ini termasuk password e-mail, blog, internet banking, dan apapun yang memerlukan password.</p>
<p class="MsoNormal"><span><span id="more-497"></span></span></p>
<p class="MsoNormal">Atau paling gampang, sebenarnya meskipun berupa angka, Anda dapat menggunakannya untuk menuliskan suatu kata. Perhatikan susunan tombol angka ponsel Anda yang biasa saja (jangan yang tipe PDA atau communicator). Di sana tombol angka 2, juga dipakai untuk menulis huruf ABC, angka 3 untuk DEF, dan seterusnya. Nah, cobalah menuliskan kata MELATI, Anda akan melihat angka 635284 di layar. Sejak sekarang pakailah nama bunga (misalnya) sebagai password untuk kartu-kartu Anda. Kalau yang 6 digit, selain MELATI, bisa juga dengan SAKURA (725872), RAFLES (723537), atau SEROJA (737652). Kalau 4 digit bisa Anda gunakan bunga KANA (5262), LILI (5454), atau apa lah.</p>
<p>Sekarang catatlah password tersebut di kartu ATM atau kartu kredit Anda, tetapi cukup huruf pertama saja, misalnya K (Anda sudah tahu kalau itu bunga KANA), atau M (untuk Melati). Orang yang menemukan kartu Anda akan bingung, huruf ini password atau bukan. Kalau toh password, mengapa hanya 1 digit, itupun huruf, bukan angka, padahal di ATM, yang dikenal hanya angka (banyak ATM yang tombol-tombolnya merupakan gabungan huruf dan angka).</p>
<p class="MsoNormal">Demikian juga untuk password e-mail dan blog Anda, gunakan password dengan cara sistematis, tetapi bukan dengan nama bunga. Misalnya saja, dengan nama kota kecil di sekitar Anda. Untuk sekitar Yogya, misalnya ada KLATEN (552836), SLEMAN (753626), BANTUL (226885), untuk password 6 digit. Bisa juga dengan nama perabot rumah tangga, nama-nama jalan, nama buah-buahan, dan sebagainya.</p>
<p class="MsoNormal">Beberapa provider e-mail dan blog serta Internet banking mengharuskan Anda menggunakan huruf dan angka. Tidak masalah, misalnya saja Anda memakai kelompok warna, gunakan rumus (warna dasar) ditambah (muda atau tua). Warna dasar misalnya JINGGA, ABU-ABU, dan COKLAT, diikuti kode angka tetapi berasal dari kata MUDA (6832) atau TUA (882). Jadi password Anda akan berbunyi COKLAT6832 atau JINGGA882. Lalu cara mencatat di kartu Anda, di ponsel Anda, atau di kertas jimat kecil di dompet Anda adalah email@domain.anda (j*882), Anda tahu bahwa itu adalah jingga882, kalau ingin lebih singkat lagi, cukup dengan menuliskan j*8*. Orang lain akan sulit menebak berapa digit password Anda.</p>
<p class="MsoNormal">Nah, sekarang carilah rumus-rumus seperti di atas, misalnya Anda memakai merek atau seri kendaraan (ada yang 4 hingga 8 digit), ada nama negara, merek ponsel, jenis logam, bahkan bisa juga Anda menggunakan bagian-bagian tubuh sebagai password Anda. Tapi ingat, catatlah dengan cara yang cerdik, karena kalau Anda lupa password Anda, orang lain tidak ada yang membantu. Saya sendiri tidak mungkin mengingat sekitar 40 password yang saya miliki, tetapi saya mencatatnya dengan hati-hati.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswing.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswing.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswing.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswing.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswing.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswing.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswing.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswing.wordpress.com/497/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswing.wordpress.com/497/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswing.wordpress.com/497/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=497&subd=maswing&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswing.wordpress.com/2009/05/11/tips-mengelola-password/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Wing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maswing.files.wordpress.com/2009/05/nokia-e52-00-keypad.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">nokia-e52-00-keypad</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pelanggan Butuh Layanan Bernilai Tambah</title>
		<link>http://maswing.wordpress.com/2008/12/27/pelanggan-butuh-layanan-bernilai-tambah/</link>
		<comments>http://maswing.wordpress.com/2008/12/27/pelanggan-butuh-layanan-bernilai-tambah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2008 19:23:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wing Wahyu Winarno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bright Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Ponsel]]></category>
		<category><![CDATA[konten seluler]]></category>
		<category><![CDATA[layanan seluler]]></category>
		<category><![CDATA[tarip murah]]></category>
		<category><![CDATA[VAS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswing.wordpress.com/2008/12/27/pelanggan-selalu-mengharapkan-nilai-tambah/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu strategi yang banyak dilakukan oleh para operator seluler dalam merebut pasar adalah dengan menawarkan tarip murah. Bahkan seringkali tarip murah ini sampai mengorbankan keuntungan perusahaan, terbukti dari masa berlakunya yang terbatas. Benarkah tarip murah merupakan strategi jitu operator seluler dalam merebut (dan yang lebih penting adalah mempertahankan) pasar? Artikel ini menawarkan strategi lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=469&subd=maswing&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Salah satu strategi yang banyak dilakukan oleh para operator seluler dalam merebut pasar adalah dengan menawarkan tarip murah. Bahkan seringkali tarip murah ini sampai mengorbankan keuntungan perusahaan, terbukti dari masa berlakunya yang terbatas. Benarkah tarip murah merupakan strategi jitu operator seluler dalam merebut (dan yang lebih penting adalah mempertahankan) pasar? Artikel ini menawarkan strategi lain yang tidak kalah jitunya dibanding strategi tarip murah.</p>
<p>Dalam dunia manajemen, tarip (yang sangat) murah sering juga disebut dengan <em>predatory pricing</em>, yaitu tarip yang ditujukan memang untuk &#8220;membunuh&#8221; pesaing (Monroe, 2003). Harapannya, dengan tarip murah ini, perusahaan akan mendapatkan banyak pelanggan baru. Pelanggan baru ini bisa berasal dari warga masyarakat yang belum mempunyai ponsel, atau dari pelanggan perusahaan lain yang diharapkan pindah ke perusahaan. Namun hal ini juga membawa risiko, yaitu perusahaan harus membayar mahal, karena meskipun banyak pelanggan baru berdatangan, keuntungan tidak dapat segera dinikmati.</p>
<p><span id="more-469"></span></p>
<p>Selain itu, juga masih ada risiko lain, yaitu perusahaan lain juga dapat melakukan strategi predatory pricing ini, apalagi kalau perusahaan lain ini memiliki modal yang kuat, maka perusahaan tersebut dapat membalas apa yang telah dilakukan perusahaan yang pertama menawarkan tarip “bunuh diri” tersebut. Pendek kata, strategi tarip (sangat) murah ini dalam jangka panjang tidak akan menguntungkan siapa pun, baik perusahaan (karena akan mengalami kerugian) dan akhirnya tidak memberikan layanan nilai tambah kepada pelanggan. Kalau pelanggan tidak mendapat layanan nilai tambah, mereka juga akan mudah pindah ke perusahaan lain.</p>
<p>Kalau pun operator seluler harus menggunakan strategi ini, hanya boleh dilakukan pada kondisi tertentu, yaitu di daerah yang masih sangat sensitif terhadap harga dan memang daya belinya tidak begitu tinggi. Daerah pinggiran kota atau pedesaan adalah daerah yang bisa digarap dengan strategi ini. Daerah-daerah lain, misalnya perkotaan dan daerah yang penduduknya sudah berpendapatan cukup, tidak cocok lagi ditawari strategi harga murah.</p>
<h3><span style="color:#0000ff;">Strategi Nilai Tambah</span></h3>
<p>Operator seluler sekarang harus jeli melihat pasar, dan sedikit ilmu manajemen, bila ingin mempertahankan kesetiaan pelanggannya. Pasar, menurut Chan Kim dan Renee Mauborgne (penulis buku Blue Ocean Strategy, 2005) ada dua jenis, yaitu pasar dengan persaingan ketat dan pasar yang tidak ada persaingannya. Pasar persaingan ketat adalah pasar yang diisi dengan banyak perusahaan yang merebut konsumen yang sama, dengan cara yang sulit, dan itulah sebabnya disebut dengan cara berdarah-darah dan dinamakan sebagai <em>red ocean strategy</em>. Pasar tanpa persaingan adalah pasar yang hanya dikuasai oleh satu (atau sangat sedikit) perusahaan, sehingga tidak perlu ada upaya bersaing yang berdarah-darah dan strategi untuk pasar ini disebut dengan <em>blue ocean strategy</em>.</p>
<p>Kondisi <em>red ocean</em> agaknya mirip dengan keadaan pasar seluler di Indonesia saat ini, ditandai dengan perang harga dan promosi gencar hingga ke pelosok-pelosok. Cara ini diharapkan dapat merebut pelanggan baru, namun hasilnya sulit diharapkan. Mengapa begitu? Pertama, tarip murah tentu akan mendatangkan keuntungan yang sangat kecil, sehingga tidak dapat digunakan oleh perusahaan untuk menambah layanan. Kedua, biaya promosi yang besar, apalagi kalau menggunakan ikon bintang terkenal. Ketiga, pelanggan akan mudah berpindah ke lain operator, karena tidak ada pengikat atau <em>switching cost</em> bagi pelanggan.</p>
<p>Kondisi <em>blue ocean</em> tidak muncul dengan sendirinya, karena harus diciptakan oleh perusahaan, untuk menghindari pesaing. Beberapa contoh adalah komputer atau <em>notebook</em> Mac buatan Apple Inc., yang hingga kini tidak ada pesaingnya, sementara komputer berbasis Windows dan Intel, saling bersaing memperebutkan pasar. Masih buatan Apple Inc., produk iPod dan iPhone, keduanya juga tidak memiliki pesaing yang berarti. Apple tidak perlu menjual dengan harga murah (apalagi murahan)  produk-produknya.</p>
<p>Mestinya kalau perusahaan operator seluler ingin menjaga atau memperluas pangsa pasarnya, dapat mengikuti <em>blue ocean strategy</em>. Caranya adalah dengan menyediakan layanan-layanan berbasis komunikasi seluler yang dibutuhkan oleh para pelanggannya. Sebisa mungkin layanan tersebut tidak memerlukan perangkat yang mewah, karena yang penting konten atau informasinya. Ingat, di Amerika Serikat, hingga hari ini, perangkat penyeranta (<em>pager</em>) masih banyak dipakai, karena yang diperlukan adalah kontennya, sedang di Indonesia, mungkin masyarakat sudah lupa apa itu <em>pager</em>.</p>
<p>Beberapa layanan yang bisa disediakan oleh operator seluler misalnya adalah: (1) penyediaan SMS info tentang olah raga, seperti sepak bola, tenis, golf, basket, dan sebagainya; (2) pendidikan kepada pengguna untuk memanfaatkan fitur ponsel untuk koneksi ke jejaring sosial atau blog; (3) penyediaan layanan transaksi atau perbankan; (4) pengadaan kegiatan bersama antarpelanggan (atau kelompok pelanggan). Agar lebih jelas, dapat diuraikan di paragraf-paragraf berikut.</p>
<p>SMS info mengenai olah raga, diberlakukan pada suatu kejuaraan, misalnya kejuaraan PON, atau liga sepakbola, atau balap sepeda. Informasi disediakan bekerja sama dengan panitia dan disebar ke pelanggan yang mendaftar (dengan membayar tarip tertentu). Pelanggan akan mengetahui skor pertandingan tiap 15 menit misalnya, sehingga bagi yang tidak dapat melihat langsung maupun melalui televisi, tetap dapat mengikuti pertandingan. Hampir semua kegiatan olah raga, dapat “disiarkan dan dijual” melalui SMS. Kejuaraan catur dapat disiarkan langkah-langkahnya tiap 5, 10, atau 15 menit. Kejuaraan bulutangkis skornya dapat diumumkan juga dalam durasi tersebut.</p>
<p>Pendidikan kepada pengguna, dapat dilakukan melalui situs perusahaan, atau melalui rubrik di surat kabar, atau melalui temu muka dengan pelanggan di suatu kota ketika ada pameran pembangunan atau pameran teknologi atau bazar buku atau acara apa saja. Bisa juga melalui buletin yang disisipkan pada tagihan bulanan bagi pelanggan pascabayar. Lebih baik lagi bila informasi awalnya disebar melalui SMS.</p>
<p>Penyediaan layanan transaksi perbankan sebenarnya sudah banyak dikenalkan oleh beberapa bank maupun operator seluler. Namun sayang sosialisasinya kurang. Sebenarnya dapat diberi contoh, atau kalau perlu pelanggan diajak membuka satu rekening bersama-sama (bekerja sama dengan bank) dengan saldo tidak terlalu besar, lalu diminta mencoba bersama, untuk melihat saldo, atau melakukan transaksi. Sebagian masyarakat masih khawatir transaksi melalui ponsel tidak aman, atau belum tentu berhasil, seperti pada proses pengisian pulsa prabayar.</p>
<p>Penyelenggaraan kegiatan antarpelanggan juga perlu, karena dapat menggerakkan sekelompok pelanggan untuk mengungguli kelompok lain. Misalnya saja beberapa waktu yang lalu XL menyelenggarakan lomba antarkampung dalam penggunaan XL. Cara ini tidak memerlukan biaya besar, namun efeknya akan besar, apalagi kalau diadakan secara rutin. Contoh kegiatan lain adalah lomba cerdas cermat antarsekolah dengan topik teknologi informasi, terutama teknologi seluler dan Internet. Bisa juga dengan lomba pidato dengan bahasa daerah, lomba ketangkasan membuat cerita dalam satu SMS, lomba “mencari jejak” dengan GPS atau aGPS, dan sebagainya.</p>
<p>Kegiatan-kegiatan di atas baru beberapa contoh saja, karena pada setiap kondisi tertentu, dapat saja diadakan kegiatan lain lagi. Sekali lagi, kreativitas masing-masing operator sangat menentukan keberhasilan mereka merebut hati pelanggannya.</p>
<h3></h3>
<h3><span style="color:#0000ff;">Apa Langkah Berikutnya?</span></h3>
<p>Pada akhirnya, memang pihak penyedia jasa seluler tidak bisa tinggal diam untuk merebut dan mempertahankan pasar. Juga tidak harus menggunakan strategi yang selama ini sudah banyak dipakai, yaitu dengan menjual “tarip murah” yang akhirnya terkesan “murahan”, karena banyak operator seluler menawarkan tarif tersebut dengan berbagai persyaratan, meskipun ada juga yang tidak. Harus dicari layanan-layanan baru, dan tidak harus dengan harga yang terlalu murah, namun pelanggan merasa senang untuk membeli dan menggunakannya. Lihat saja harga ponsel di atas Rp10 jutaan, tetap saja diburu pecinta ponsel, meskipun banyak yang dijual di bawah Rp500 ribuan. Bahkan layanan BlackBerry yang mengharuskan pelanggan membayar biaya berlangganan yang tidak murah, namun pecintanya juga semakin banyak saja.</p>
<p>Kini ponsel sudah semakin banyak fiturnya, pelanggan harus dididik dan diajari cara menggunakannya. Kalau pelanggan sudah banyak menggunakan fitur ponsel dan fitur yang ditawarkan pihak operator, misalnya <em>push e-mail</em>, <em>update</em> atau melihat blog melalui ponsel, mengelola jejaring sosial (seperti FaceBook dan Friendster), maka mereka sulit untuk berpindah ke perusahaan lain. Kalau pun mereka harus pindah, diperlukan pengorbanan (<em>switching cost</em>) yang merepotkan.</p>
<p>Pada akhirnya kita memang sepakat bahwa ponsel tidak semata-mata dipakai untuk menelpon atau mengirim pesan saja, tetapi sudah dijadikan alat untuk melakukan kegiatan dan mencari hiburan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswing.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswing.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswing.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswing.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswing.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswing.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswing.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswing.wordpress.com/469/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswing.wordpress.com/469/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswing.wordpress.com/469/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=469&subd=maswing&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswing.wordpress.com/2008/12/27/pelanggan-butuh-layanan-bernilai-tambah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Wing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Angka dan Arah sebagai Nama Jalan</title>
		<link>http://maswing.wordpress.com/2008/11/19/angka-sebagai-nama-jalan/</link>
		<comments>http://maswing.wordpress.com/2008/11/19/angka-sebagai-nama-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 02:55:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wing Wahyu Winarno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bright Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Generic]]></category>
		<category><![CDATA[jalan raya]]></category>
		<category><![CDATA[jalan utara]]></category>
		<category><![CDATA[nama jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswing.wordpress.com/2008/11/19/nomer-sebagai-nama-jalan-raya/</guid>
		<description><![CDATA[Nama pahlawan, nama-nama binatang dan bunga, nama pulau dan gunung, serta nama kerajaan, banyak digunakan sebagai nama jalan di Indonesia. Mungkin tidak ada yang salah dengan itu. Hanya saja, kita menjadi sulit mencari alamat yang kita cari. Misalnya kita mau mencari Jalan Pemuda, sulit bagi kita untuk mengira-ira di mana lokasi jalan itu. Belum lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=380&subd=maswing&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Nama pahlawan, nama-nama binatang dan bunga, nama pulau dan gunung, serta nama kerajaan, banyak digunakan sebagai nama jalan di Indonesia. Mungkin tidak ada yang salah dengan itu. Hanya saja, kita menjadi sulit mencari alamat yang kita cari. Misalnya kita mau mencari Jalan Pemuda, sulit bagi kita untuk mengira-ira di mana lokasi jalan itu. Belum lagi di suatu kota, ada berapa nama jalan yang memakai nama bunga, seperti Jalan Mawar atau Jalan Cempaka? Karena hampir di setiap kompleks perumahan, selalu ada nama itu.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Ada cara yang lebih mudah untuk memberi nama jalan, yaitu memakai arah jalan, misalnya Jalan Utara (karena mengarah ke utara), Jalan Selatan, Jalan Timur, dan Jalan Barat. Di negara-negara maju, sangat biasa kita jumpai East Street, West Street, dan seterusnya. Pusat kota, biasanya alun-alun, atau perempatan di tengah kota, bisa dijadikan patokan.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Sebagai contoh, Jalan Malioboro di Yogyakarta, tepat berada di alun-alun utara, maka sebaiknya dinamakan Jalan Utara 1. Semua jalan besar yang membujur ke utara yang ada di barat Malioboro, diberi nomor ganjil, misalnya Jalan Bayangkara, diberi nama Jalan Utara 3, jalan di baratnya lagi dinamai Jalan Utara 5, dan seterusnya. Jalan Mataram (di sebelah timur Jalan Malioboro), diberi nomor genap, sehingga menjadi Jalan Utara 2.</span></p>
<p><span id="more-380"></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Bagaimana dengan Jalan Panembahan Senopati yang membujur ke timur? Secara otomatis diberi nama Jalan Timur 1. Semua jalan ke timur di utara Jalan P. Senopati, diberi nomor genap, misalnya Jalan Beringharjo diberi nama Jalan Timur 2, Jalan Kranggan diberi nama Jalan Timur 4, dan seterusnya. Demikian juga di sisi selatan, ada Jalan Ibu Ruswo, diganti dengan Jalan Timur 3 (dan seterusnya).</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Jalan KH Ahmad Dahlan yang membujur ke barat, akan mendapat nama Jalan Barat 1. Jalan Trikora yang membujur ke selatan, akan mendapat Jalan Selatan 1. Praktisnya, nama jalan ini dapat disingkat menjadi Jalan U1 (Utara 1), Jalan T1 (Timur 1), Jalan B1 (Barat 1), dan Jalan S1 (Selatan 1).</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Sekali lagi, kalau nama-nama yang sekarang ada ingin dipertahankan, tinggal ditambahkan saja nama baru tadi, selain Jalan Malioboro (U1), Jalan P. Senopati (T1), Jalan Trikora (S1), dan Jalan KH Ahmad Dahlan (B1).</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Pemberian nama jalan dengan cara ini akan memudahkan orang yang akan mencari jalan, meskipun tanpa alat GPS. Semakin besar angkanya (misalnya Jalan Utara 15), berarti semakin jauh posisi jalan tersebut dari pusat kota.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;"><strong>Bagaimana dengan Nomor Bangunan?</strong></span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Karena di Jalan Malioboro ada beberapa blok (daerah di antara dua jalan), maka setiap blok diberi nomor urut genap (untuk blok di barat jalan) dan nomor urut ganjil (di timur jalan). Misalnya untuk blok Gedung Agung (Istana Presiden) diberi 1000 dan blok Monumen 1 Maret diberi 1100. Semua gedung di blok tersebut diberi nomor dengan mengganti dua digit. Di blok 1000 tadi, ada Museum Sonobudoyo, maka diberi nomor 1001. Di utaranya, ada Gedung Agung, diberi nomor 1002. Berarti alamat Museum Sonobudoyo akan menjadi: Jalan Utara 1001. Kalau tetap ingin mempertahankan nama Malioboro ya menjadi Jalan Malioboro, Utara 1001.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Di utara Gedung Agung ada jalan, berarti di utara jalan ada blok baru, maka diberi nomor 1200 (nomor genap).  Gedung-gedung di daerah itu berarti akan mendapat nomor 1201, 1202, dan seterusnya. Demikian juga dengan gedung-gedung di sebelah timur Jalan Malioboro.</span></p>
<p><span style="font-family:Tahoma;font-size:x-small;">Praktis bukan?</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswing.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswing.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswing.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswing.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswing.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswing.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswing.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswing.wordpress.com/380/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswing.wordpress.com/380/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswing.wordpress.com/380/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=380&subd=maswing&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswing.wordpress.com/2008/11/19/angka-sebagai-nama-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Wing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kehebatan Kamera Digital</title>
		<link>http://maswing.wordpress.com/2008/08/06/kehebatan-kamera-digital/</link>
		<comments>http://maswing.wordpress.com/2008/08/06/kehebatan-kamera-digital/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 19:47:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wing Wahyu Winarno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bright Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Generic]]></category>
		<category><![CDATA[Casio Exilim]]></category>
		<category><![CDATA[foto unik]]></category>
		<category><![CDATA[kamera digital]]></category>
		<category><![CDATA[kamera tipis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswing.wordpress.com/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[Saya senang fotografi, namun bukan dalam arti profesional, karena untuk itu, saya harus pandai mencari sudut pandang (lebih tepatnya: sudut pemotretan), lalu mengatur setting kamera (pencahayaan, kecepatan, diafragma, dan seterusnya). Saya lebih suka memotret untuk keperluan dokumentasi, dan sekali lagi, itupun bukan untuk dokumentasi ilmiah, namun lebih ke arah &#8220;menyimpan kenangan&#8221;, sehingga kelak saya senang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=355&subd=maswing&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya senang fotografi, namun bukan dalam arti profesional, karena untuk itu, saya harus pandai mencari sudut pandang (lebih tepatnya: sudut pemotretan), lalu mengatur setting kamera (pencahayaan, kecepatan, diafragma, dan seterusnya). Saya lebih suka memotret untuk keperluan dokumentasi, dan sekali lagi, itupun bukan untuk dokumentasi ilmiah, namun lebih ke arah &#8220;menyimpan kenangan&#8221;, sehingga kelak saya senang mengamati foto-foto saya (beserta keluarga, teman2, maupun lingkungan saya). Namun, saya juga senang membuat foto yang &#8211;kalau bisa&#8211; aneh. Keinginan-keinginan saya ini sekarang mudah terwujud dengan adanya kamera digital.</p>
<div id="attachment_356" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://maswing.files.wordpress.com/2008/08/cimg0041-small.jpg"><img class="size-medium wp-image-356" src="http://maswing.files.wordpress.com/2008/08/cimg0041-small.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Apakah foto saya di atas asli?" width="300" height="225" /><br />
</a><p class="wp-caption-text">Apakah foto saya di atas asli?</p></div>
<div id="attachment_357" class="wp-caption alignright" style="width: 106px"><a href="http://maswing.files.wordpress.com/2008/08/casio-exilim-ex-p700.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-357" src="http://maswing.files.wordpress.com/2008/08/casio-exilim-ex-p700.jpg?w=96&#038;h=96" alt="Casio Exilim EX-P700" width="96" height="96" /></a><p class="wp-caption-text">Kamera yang digunakan: Casio Exilim EX-P700</p></div>
<p>Salah satu kamera digital yang saya sukai adalah merek Casio seri Exilim. Seri yang pertama kali saya senangi adalah Casio Exilim EX-P700. Saya memilih kamera ini karena keunggulannya dalam menyediakan setting pemotretan hampir 30 macam. Dengan memilih salah satu setting, Anda dapat membuat foto yang sepertinya, dilakukan oleh seorang fotografer profesional. Misalnya saja memotret orang dengan cahaya redup (lilin) di malam hari atau di ruang gelap, memotret objek yang sedang bergerak cepat, dan salah satu fasilitas yang sangat saya sukai adalah kemampuan memotret dua kali dalam satu foto (sering disebut dengan istilah &#8220;multi-exposure&#8221;). Contoh hasilnya adalah pada foto di atas.</p>
<p><span id="more-355"></span></p>
<p>Untuk memotret seperti di atas, caranya mudah, asal Anda menggunakan kamera seperti yang saya pakai, yaitu Casio Exilim EX-P700 (kalau tidak salah, dijual mulai tahun 2003). Anda harus memakai tripod, karena akan memotret dua kali dalam satu foto. Setelah memilih menu multiexposure, mintalah seseorang untuk memencet tombol pemotretan. Anda berpose di salah satu sisi yang muncul di layar (separoh sisi lainnya akan berwarna gelap).</p>
<p>Setelah tombol potret ditekan, tampilan di layar akan berubah. Hasil pemotretan ada di sebelah kiri (menjadi gambar diam) dan separoh gambar yang tadi gelap, sekarang siap dipotret. Nah, Anda bergeser ke lokasi yang tampak di sisi kanan gambar. Sekali lagi, mintalah seseorang untuk menekan tombol pemotretan. Selesai. Hasilnya tampak seperti di atas. Tampak hebat bukan? Contoh lain bisa dilihat pada gambar berikut.</p>
<div id="attachment_358" class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><a href="http://maswing.files.wordpress.com/2008/08/cimg0044-small.jpg"><img class="size-medium wp-image-358" src="http://maswing.files.wordpress.com/2008/08/cimg0044-small.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Apakah saya kembar?" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Apakah saya kembar?</p></div>
<p>Sayangnya, kemampuan multiexposure ini justru dihapus di seri-seri Casio Exilim berikutnya. Saya tidak tahu alasan Casio menghilangkan kemampuan ini. Dugaan saya adalah untuk menghindari penipuan atau perbuatan jahat lainnya dengan cara menampilkan foto-foto seperti di atas. Seri berikutnya yang saya sudah miliki adalah Casio Exilim S770 (sangat tipis, sekitar 1cm) dan kemudian S880 (mulai mengenali wajah, atau istilahnya: <em>face detection</em>). Kedua kamera ini saya senangi karena bentuknya sangat cantik dan merupakan kamera paling tipis yang ada di pasaran. (Saat menulis ini, saya lagi menimbang untuk membeli Exilim S10, yang jauh lebih tipis lagi).</p>
<p>Oh ya, hal lain yang saya sukai dari Exilim S770 dan S880 adalah adanya dua tombol yang masing-masing berfungsi untuk memotret dan tombol lainnya adalah untuk merekam video, sehingga kita dapat bereaksi dengan cepat ketika harus berpindah dari mode memotret ke merekam video dan sebaliknya. Tidak banyak kamera merek lain yang memiliki keunggulan ini. (Namun, untuk merekam video sambil memotret dan kedua fungsi tetap berfungsi tanpa terputus, setahu saya baru Sanyo seri Xacti yang bisa. Merek lain yang juga bisa, apa ya?)</p>
<p>Memang kemampuan masing-masing merek cukup sebanding. Saat ini masing-masing merek memiliki kemampuan autofokus, autoblitz, zoom, 7-10 megapiksel, langsung mencetak melalui koneksi Pict Bridge. Yang membedakan biasanya adalah kemampuan setting untuk memotret dan merekam video. Kalau Anda memilih kamera digital, sebaiknya pertimbangkan juga kemampuan yang tidak terlihat ini. Biasanya Anda harus membaca buku petunjuknya atau reviewnya di Internet atau media massa, sebelum tahu keunggulan suatu kamera. Salah satu situs yang sering saya kunjungi adalah situs Steves (lihat di sisi kanan blog saya ini, kliklah <strong>Digital camera review</strong> untuk berkunjung ke sana).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/maswing.wordpress.com/355/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/maswing.wordpress.com/355/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswing.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswing.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswing.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswing.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswing.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswing.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswing.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswing.wordpress.com/355/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswing.wordpress.com/355/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswing.wordpress.com/355/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=355&subd=maswing&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswing.wordpress.com/2008/08/06/kehebatan-kamera-digital/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Wing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maswing.files.wordpress.com/2008/08/cimg0041-small.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Apakah foto saya di atas asli?</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maswing.files.wordpress.com/2008/08/casio-exilim-ex-p700.jpg?w=96" medium="image">
			<media:title type="html">Casio Exilim EX-P700</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maswing.files.wordpress.com/2008/08/cimg0044-small.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Apakah saya kembar?</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Menaikkan Harga BBM</title>
		<link>http://maswing.wordpress.com/2008/05/09/cara-menaikkan-harga-bbm/</link>
		<comments>http://maswing.wordpress.com/2008/05/09/cara-menaikkan-harga-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 16:38:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wing Wahyu Winarno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bright Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[alternatif harga BBM]]></category>
		<category><![CDATA[bike to work]]></category>
		<category><![CDATA[harga BBM]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan umum]]></category>
		<category><![CDATA[penghematan BBM]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswing.wordpress.com/?p=343</guid>
		<description><![CDATA[Adakah Jalan Selain Menaikkan Harga BBM?
Saat ini masyarakat lagi gerah dengan rencana kenaikan harga BBM yang akan segera diputuskan oleh pemerintah. Demonstrasi merebak di berbagaikota, yang isinya menolak rencana tersebut. Keberatan berbagai pihak sangat dimaklumi, karena dengan naiknya harga BBM, harga-harga barang lainnya akan ikut naik. Beban hidup sebagian rakyat semakin berat saja, setelah di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=343&subd=maswing&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Adakah Jalan Selain Menaikkan Harga BBM?</strong></p>
<p>Saat ini masyarakat lagi gerah dengan rencana kenaikan harga BBM yang akan segera diputuskan oleh pemerintah. Demonstrasi merebak di berbagaikota, yang isinya menolak rencana tersebut. Keberatan berbagai pihak sangat dimaklumi, karena dengan naiknya harga BBM, harga-harga barang lainnya akan ikut naik. Beban hidup sebagian rakyat semakin berat saja, setelah di berbagai daerah dilanda bencana alam (yang sedikit banyak mengganggu pasokan pangan dan sandang) dan kelangkaan berbagai bahan kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>Menurut Pemerintah, kenaikan harga BBM tidak bisa ditunda-tunda terlalu lama, karena harga minyak dunia naik terus, sehingga APBN kita semakin tersedot untuk memberi subsidi harga minyak.</p>
<p>Asumsi Pemerintah memang ada benarnya, karena kebutuhan minyak kita sekitar 1,5 juta barel perhari, sementara produksi cuma 1,1 juta barel per hari (mohon info angka lebih detail). Berarti tiap hari ada kekurangan 0,4 juta barel, dan itu harus diimpor. Itulah yang menyebabkan sebagian anggota masyarakat meminta Pemerintah keluar dari OPEC (Organisasi Negara Pengekspor Minyak), karena Indonesia sebenarnya lebih tepat sebagai pengimpor, bukan pengekspor. Lagi pula, tidak ada manfaat yang dapat dinikmati (toh nyatanya, di beberapa kota, termasuk di ibukota, minyak seringkali juga langka).</p>
<p>Masyarakat menolak rencana Pemerintah menaikkan harga BBM, sementara Pemerintah sudah hampir dapat dipastikan menaikkan harga BBM. Dua pihak sama-sama punya argumen yang kuat. Bedanya, rakyat tidak bisa diturunkan, sedang Pemerintah bisa. Namun bukan itu yang ingin saya bahas di sini. Pertanyaan yang ingin saya jawab adalah: <strong>adakah alternatif lain selain menaikkan harga BBM?</strong> Jawaban dari saya: <strong>pasti ada dan gampang dilaksanakan</strong>.</p>
<p><span id="more-343"></span></p>
<p><strong>Pertama</strong>, jangan berasumsi bahwa semua orang memiliki kemampuan sama dalam membeli BBM (seperti saat ini, pemilik mobil, pemilik sepeda motor, dan kendaraan umum, dianggap sama kemampuannya, jadi semua disubsidi). Kita konsentrasi ke pertamax, premium, dan solar saja ya (sementara minyak tanah, jangan dinaikkan harganya, karena menyangkut hajat hidup rakyat golongan ekonomi lemah). Pertamax silakan saja ditentukan harganya <em>semau gue</em>, karena yang membeli adalah orang yang sudah berkemampuan berlebih. Rata-rata mobil baru berteknologi tinggi, berharga sangat mahal, atau paling tidak ber-cc besar, memerlukan pertamax. Menurut saya, pantaslah harga Pertamax berkisar Rp15.000-Rp20.000 per liter.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, premium dan solar, harus ada beberapa harga. Untuk kendaraan umum (bis, angkot, taksi, kendaraan ekspedisi, sampai ke bajaj), sepeda motor, kapal, tetaplah dengan harga sekarang (Rp4.500 per liter). Bila mana perlu, kelompok kendaraan inilah yang diberi <em>smart-card</em>, supaya pembelian premium/solar mereka bisa dicatat dan dikendalikan. Kalau tidak dikendalikan, sebuah taksi bisa membeli bensin 500 liter per hari, untuk dijual lagi kepada pihak lain yang tidak mendapat subsidi. Sepeda motor dibatasi 5 liter per hari, kendaraan umum lainnya dibatasi tergantung jenis kendaraannya (Organda dan Dephub bisa lah menghitung batas maksimum pembelian premium per kendaraan per hari; kalau mereka tidak bisa, saya bersedia membantu, kalau tidak ada dana untuk memberi sekadar honor, maulah saya tidak dibayar hiiiksss).</p>
<p>Kendaraan dinas untuk lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, instansi pemerintah (tapi bukan mobil dinas pejabat lho), LSM, silakan saja kalau mau dimasukkan ke dalam kelompok ini.</p>
<p>Nah untuk kendaraan pribadi, entah sedan, entah city car, entah SUV, entah jip, apa pun lah, tidak ada subsidi buat mereka. Oleh karenanya, kalau mereka beli premium, per liter ya Rp7.500 sampai Rp10.000. Tidak usah pakai <em>smart-card</em> segala. Jadi, tugas Pemerintah menjadi sedikit lebih ringan, karena tidak perlu mengurusi (memberi <em>smart-card</em>) sekian juta mobil. Saya sendiri termasuk ke dalam pemilik kendaraan ini, jadi saya juga akan &#8220;menjadi korban&#8221; usulan saya sendiri.</p>
<p>Lalu apa kira-kira dampak kebijakan perbedaan harga tadi?</p>
<p>1. Pemilik mobil yang boros BBM, bisa saja tetap nekad menggunakan mobilnya, justru mereka semakin bangga, karena BBM semakin mahal, mereka tetap saja naik mobil boros BBM-nya. Atau, kalau mereka sebenarnya juga pas-pasan penghasilannya, mereka akan segera menurunkan jenis kendaraannya, entah ke mobil biasa, entah ganti motor, atau malah&#8230; naik kendaraan umum (hmm, mungkin perlu juga lho orang yang ganti dari mobil mewah ke kendaraan umum selama sebulan penuh, diberi penghargaan, lalu diumumkan di media massa, benar kan?). Tidak hanya pemilik mobil mewah, tetapi pemilik mobil pribadi, banyak yang berganti naik kendaraan bermotor.</p>
<p>2. Pemilik sepeda motor (dan mungkin juga pemilik mobil) yang duitnya pas-pasan untuk beli premium, sesekali akan mencoba naik sepeda untuk bepergian ke lokasi yang dekat dengan rumah dan dekat kantor. (Aha, penjualan sepeda akan meningkat, teman2 komunitas <strong><em>Bike to Work</em></strong> semakin buanyak, dan tempat parkir sepeda akan menjamur di mana-mana).</p>
<p>3. Bila nomor 1 terjadi (dan saya yakin akan terjadi), pengguna sepeda motor akan semakin banyak, pengguna mobil akan semakin berkurang. Kota-kota besar yang sering macet jalannya (seperti Jakarta), menjadi berkurang kemacetannya, karena motor lebih sedikit memakan badan jalan dan lahan parkir.</p>
<p>4. Pemilik mobil yang tidak bisa berganti ke sepeda motor akan merencanakan perjalanannya agar lebih efisien. Pemilik sepeda motor yang tidak bisa berpindah ke sepeda, juga melakukan hal yang sama.</p>
<p>5. Hal yang cukup melegakan adalah, tidak ada demonstrasi lagi. Siapa yang akan demonstrasi? Apakah bos-bos berdasi (kalau cowok) atau bersepatu hak tinggi (kalau cewek) akan berdemonstrasi menolak harga Pertamax? Saya yakin, tidak akan lah&#8230;</p>
<p>Apakah masalah sudah berakhir? Belum. Masih ada beberapa usulan dari saya.</p>
<p>1. Pemerintah harus menerapkan sistem informasi untuk memungut pajak kepada siapa saja yang mempunya penghasilan di atas PTKP. Sistem informasi ini dapat melacak kegiatan keuangan seseorang, mulai dari membeli mobil, membeli tanah/rumah, mendirikan perusahaan, menyumbang partai, menyimpan uangnya di bank. Sistem yang saya buatkan rancangannya bahkan tidak memerlukan SIN (<em>Single Identity Number</em>), karena proyek itu tidak akan pernah selesai. Saya cukup mengandalkan nama orang dan basis data di masing-masing instansi/lembaga yang mencatat transaksi. Beberapa orang yang menerima suap (seperti pak itu tuh, baik yang hakim, anggota DPR, bupati, dan sebagainya), pasti akan membeli properti kan? Nah, sistem informasi milik Kantor Pajak akan membaca semua basis data setiap bulan, lalu mencocokkan dengan data penyerahan laporan pajak pribadi (SPT). Kalau ada orang bisa beli rumah seharga Rp500 juta tetapi kok pajaknya nihil, akan segera ketahuan. (Baca juga <span style="color:#0000ff;">Bagaimana Menghilangkan Korupsi di Indonesia <span style="color:#000000;">yang ada di http://maswing.wordpress.com/ideas/</span></span>). Bahkan ide saya, sistem informasi ini MEWAJIBKAN SEMUA ORANG yang menerima pendapatan di atas PTKP untuk melakukan kewajiban pajaknya, sehingga jumlah wajib pajak pribadi akan meningkat drastis (sekarang belum ada 10 juta orang).</p>
<p>Kalau kantor pajak kewalahan bagaimana? Mereka akan terpaksa membuat program komputer yang memungkinkan WP Pribadi melaporkan kewajiban pajaknya melalui Internet. Untuk analisis sederhana (membandingkan dengan penghasilan tahun2 sebelumnya, penghitungan penghasilan berdasarkan properti yang dibeli), komputer bisa melakukannya. Namun untuk penyimpangan2 tertentu, para staf kantor pajak akan memeriksanya.</p>
<p>2. Pemerintah harus mencari energi alternatif. Ada panas bumi, ada angin, ada sungai atau laut, ada sinar matahari hampir sepanjang tahun, semuanya bisa dipakai. Sudah banyak temuan2 yang dilakukan oleh anak negeri ini (misalnya saja temuan sepeda motor dengan bahan bakar air), tetapi tidak mendapat sambutan berarti. Memang hal ini tidak menarik, karena bukan suatu proyek besar, sehingga tidak dapat dibagi-bagi kuenya. Namun, kalau sedikit demi sedikit kita berani melepaskan dari para investor raksasa (yang akhirnya menjajah negeri kita secara ekonomi), maka kita dapat hidup berdikari (Bung Karno: berdiri di atas kaki sendiri). Persetan dengan investor (dan negara) asing. Anak-anak negeri tidak kalah dengan mereka dalam hal pikiran dan kreativitas, tapi memang kalah dalam modal uang. [<span style="color:#0000ff;">Sampai di tahap ini, kesampingkan dulu lah tenaga nuklir, meskipun saya tahu itu sangat menjanjikan, tetapi yang untung, lagi-lagi, orang asing pak... negara lain, bukan kita, percayalah]</span></p>
<p>3. Masih ada ide lain, tapi saya simpan dulu ah, biar posting tidak berkepanjangan, dan saya juga ingin menunggu tanggapan atau ide Anda dulu.</p>
<p>Nah, dapat nilai berapa nih ide saya di atas? Jangan pelit-pelit kasih nilainya ya&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/maswing.wordpress.com/343/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/maswing.wordpress.com/343/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswing.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswing.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswing.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswing.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswing.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswing.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswing.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswing.wordpress.com/343/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswing.wordpress.com/343/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswing.wordpress.com/343/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=343&subd=maswing&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswing.wordpress.com/2008/05/09/cara-menaikkan-harga-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Wing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasus Lumpur Sidoarjo (bagian 2)</title>
		<link>http://maswing.wordpress.com/2008/03/20/lusi/</link>
		<comments>http://maswing.wordpress.com/2008/03/20/lusi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2008 06:41:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wing Wahyu Winarno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bright Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Generic]]></category>
		<category><![CDATA[bencana lapindo]]></category>
		<category><![CDATA[dpr lumpur lapindo]]></category>
		<category><![CDATA[lumpur lapindo]]></category>
		<category><![CDATA[lumpur sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[lusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswing.wordpress.com/?p=273</guid>
		<description><![CDATA[Ada update tentang lumpur Sidoarjo. Akhirnya BPPT yang menyatakan bahwa bencana LUSI adalah bencana alam. BPPT jauh lebih berkompeten dibanding DPR (lihat posting saya sebelumnya mengenai bencana lusi ini). Beritanya saya klipingkan dari Koran Tempo, Selasa 18 Maret 2008.

Meskipun sudah ditetapkan sebagai bencana alam, tetapi menurut saya, yang penting adalah pemecahan masalah para pengungsi harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=273&subd=maswing&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada update tentang lumpur Sidoarjo. Akhirnya BPPT yang menyatakan bahwa bencana LUSI adalah bencana alam. BPPT jauh lebih berkompeten dibanding DPR (lihat posting saya sebelumnya mengenai bencana lusi ini). Beritanya saya klipingkan dari Koran Tempo, Selasa 18 Maret 2008.</p>
<p><a href="http://maswing.files.wordpress.com/2008/03/koran0001.jpg" title="Bencana LUSI adalah bencana alam"><img src="http://maswing.files.wordpress.com/2008/03/koran0001.thumbnail.jpg" alt="Bencana LUSI adalah bencana alam" /></a></p>
<p>Meskipun sudah ditetapkan sebagai bencana alam, tetapi menurut saya, yang penting adalah pemecahan masalah para pengungsi harus segera dilakukan. Yang paling segera harus dilakukan adalah mencari daerah baru, menata daerah tersebut, lalu mendirikan pemukiman semampu pemerintah, para korban dikasih dulu tanah yang cukup utk membuat satu rumah (yg sangat sederhana dulu). Bangun juga sekolah dan fasilitas umum lainnya.</p>
<p>Jangan lagi tarik ulur dengan pihak Lapindo Brantas. Yang tagih-menagih hanyalah antara Pemerintah dan Lapindo Brantas saja, jangan melibatkan rakyat. Rakyat cukup menjadi korban, sehingga harus segera ditolong. Kasihan mereka sudah menjadi pengungsi hampir 2 tahun dan tetap tidak ada jalan terang mau apa besok-besoknya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/maswing.wordpress.com/273/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/maswing.wordpress.com/273/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswing.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswing.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswing.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswing.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswing.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswing.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswing.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswing.wordpress.com/273/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswing.wordpress.com/273/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswing.wordpress.com/273/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=273&subd=maswing&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswing.wordpress.com/2008/03/20/lusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Wing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maswing.files.wordpress.com/2008/03/koran0001.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Bencana LUSI adalah bencana alam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasus Lumpur Sidoarjo</title>
		<link>http://maswing.wordpress.com/2008/02/18/kasus-lumpur-sidoarjo/</link>
		<comments>http://maswing.wordpress.com/2008/02/18/kasus-lumpur-sidoarjo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 10:56:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wing Wahyu Winarno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bright Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[Generic]]></category>
		<category><![CDATA[bencana lapindo]]></category>
		<category><![CDATA[dpr lumpur lapindo]]></category>
		<category><![CDATA[lumpur lapindo]]></category>
		<category><![CDATA[lumpur sidoarjo]]></category>
		<category><![CDATA[lusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswing.wordpress.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya saya tidak ingin ikut-ikutan bicara soal lumpur Lapindo, atau lebih tepatnya: Lumpur Sidoarjo, karena latar belakang saya bukan orang geologi, saya bukan wakil rakyat, saya bukan orang pemerintah, tapi saya dosen jurusan akuntansi dan suka menyampaikan ide penerapan sistem informasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Tetapi, ketika saya mendengar siaran Trijaya FM di Yogya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=226&subd=maswing&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebenarnya saya tidak ingin ikut-ikutan bicara soal lumpur Lapindo, atau lebih tepatnya: Lumpur Sidoarjo, karena latar belakang saya bukan orang geologi, saya bukan wakil rakyat, saya bukan orang pemerintah, tapi saya dosen jurusan akuntansi dan suka menyampaikan ide penerapan sistem informasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Tetapi, ketika saya mendengar siaran Trijaya FM di Yogya siang tadi, pas pulang dari kampus, mendengar diskusi mengenai rencana DPR yang akan menetapkan bahwa bencana Lumpur Lapindo adalah bencana alam, bukan akibat keteledoran manusia, saya menjadi ingin ikut bicara.</p>
<p><strong><font color="#0000ff">Pertama</font></strong>, saya heran, mengapa DPR harus menyatakan bahwa bencana Lusi (Lumpur Sidoarjo) adalah bencana alam, bukan faktor keteledoran manusia? DPR tidak punya kapasitas (dan tidak punya keahlian) untuk menyatakan status bencana itu. <strong><font color="#0000ff">Kedua</font></strong>, status lumpur apakah bencana alam atau kesalahan manusia, bagi korban tidak penting. Menurut saya, yang penting, korban harus ditolong. Nah, mestinya DPR bersama-sama Pemerintah, mencari solusi untuk menolong korban. Itu saja. Cara membantu penduduk korban Lapindo bagaimana? Saya juga punya ide. <font color="#0000ff"><strong>Ketiga</strong></font>, Pemerintah harus mengeluarkan dana dan segala sesuatunya untuk membantu korban. Perkara Lapindo mau ganti rugi atau tidak, itu urusan Pemerintah dengan Lapindo. Rakyat tidak boleh terombang-ambing hanya gara-gara pada bingung siapa yang harus menanggung biayanya. Di bawah ini, saya punya saran cara menolong korban Lumpur Sidoarjo.</p>
<p><span id="more-226"></span></p>
<p>Karena yang tenggelam dan tertutup lumpur adalah suatu daerah, maka jalan keluarnya ya harus diganti dengan daerah baru. Jangan menunggu-nunggu lagi, karena hidup di pengungsian dan di tempat sementara, apalagi tanpa penghasilan tetap dan didahului dengan kehilangan harta benda, sungguh-sungguh sangat sengsara.</p>
<p>Oleh karenanya, Pemerintah mesti segera mencari lokasi pengganti. Agak jauh dikit gak apa. Kalau belum bisa memberi satu rumah untuk satu keluarga, bangunkan dulu rumah susun sederhana, tetapi buatkan fasilitas umum. Lokasinya yang masih kosong, boleh di pinggiran Sidoarjo, boleh di tempat lain. Kalo perlu, buatin sekolah baru (terutama SD dan SMP). Gurunya juga diambil dari keluarga korban yang jadi guru. SPP-nya kalau perlu gratis dulu.</p>
<p>Kalau alasan tidak ada uang, ijinkan saya membuka APBN, maka saya akan ambilkan dari pos di sana-sini. Saya paling sedih kalau ada yang bilang tidak ada dana untuk perbaikan rel kereta api, atau untuk membangun pasar ikan, atau memperbaiki pelabuhan nelayan pencari ikan&#8230;. tetapi nyatanya ada dana banyak untuk membelikan notebook para anggota DPR. Juga biaya sewa rumah buat para wakil rakyat kita itu per bulan Rp13 juta, sementara rumah dinasnya lagi direnovasi. Memang duitnya tidak sebanyak untuk membangun lokasi baru buat korban Lusi, tapi yang penting semangat untuk membantu korban harus ada. Sekarang kayaknya belum ada!</p>
<p>Nah, semoga DPR tidak salah langkah dalam mengambil keputusan tentang kasus Lusi pada hari Selasa, 19 Februari 2008 besok. Ide saya yang cuma semalam sebelum DPR mengambil keputusan, semoga masih bermanfaat. Saya turut prihatin terhadap warga korban Lumpur Sidoarjo. Tetap sabar dan tawakkal bapak-bapak dan ibu-ibu, banyak yang mendukung Anda.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/maswing.wordpress.com/226/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/maswing.wordpress.com/226/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswing.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswing.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswing.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswing.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswing.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswing.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswing.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswing.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswing.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswing.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=226&subd=maswing&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswing.wordpress.com/2008/02/18/kasus-lumpur-sidoarjo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Wing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Balik Nama Mobil 20 Menit</title>
		<link>http://maswing.wordpress.com/2008/02/08/balik-nama-mobil/</link>
		<comments>http://maswing.wordpress.com/2008/02/08/balik-nama-mobil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 19:35:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wing Wahyu Winarno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bright Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[balik nama kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[balik nama proses cepat]]></category>
		<category><![CDATA[pajak kendaraan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi kendaraan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswing.wordpress.com/?p=221</guid>
		<description><![CDATA[Anda pernah mengurus balik nama kendaraan? Kalau pernah, butuh waktu berapa lama? Menurut saya, paling tidak dua bulan, baik kendaraan baru (biasanya sedikit lebih cepat) maupun kendaraan lama (maksud saya, ada pemilik terdahulu). Yang selalu mengusik benak saya adalah: mengapa proses balik nama memakan waktu begitu lama? Mungkinkah proses ini dipercepat? Menurut saya kok bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=221&subd=maswing&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Anda pernah mengurus balik nama kendaraan? Kalau pernah, butuh waktu berapa lama? Menurut saya, paling tidak dua bulan, baik kendaraan baru (biasanya sedikit lebih cepat) maupun kendaraan lama (maksud saya, ada pemilik terdahulu). Yang selalu mengusik benak saya adalah: mengapa proses balik nama memakan waktu begitu lama? Mungkinkah proses ini dipercepat? Menurut saya kok bisa ya. Lalu, kenapa juga ya BPKB ditulis tangan? Mengapa tidak dicetak pakai komputer seperti pada buku tabungan kita?</p>
<p>Karena kalau tetap memerlukan waktu lama seperti sekarang ini, akan menyebabkan orang malas mengurus balik nama, akibatnya penerimaan pajak tidak meningkat, sehingga negara tidak bisa membangun. Selain itu, kalau ada kendaraan yang dipakai untuk melakukan kejahatan dan terorisme, aparat terkait tidak mudah melacaknya. Berikut ini jalan keluarnya.</p>
<p><span id="more-221"></span></p>
<p>Saya tidak usah menceritakan secara rinci sistem yang sekarang ada, karena Anda mungkin sudah beberapa kali mengalaminya. Pertama, Anda harus &#8220;mencabut berkas&#8221; dari daerah asal kendaraan (kalau kendaraan lama). Ini menunggu sekitar 2 bulan. Kedua, Anda harus mendaftarkan mobil Anda ke daerah Anda. Ini juga memerlukan waktu 1-2 bulan. Padahal, selagi berkas Anda dicabut, mestinya kendaraan Anda tidak memiliki surat-surat, dan berarti itu tidak bisa dikendarai di jalan raya bukan? Kalau pun bisa, selama ini hanya kondisi darurat saja, entah pakai fotokopi STNK lama, atau pakai surat tilang (padahal Anda tidak melakukan kesalahan apa-apa!).</p>
<p>Bagaimana seharusnya? Saya usul agar Polantas menerapkan sistem informasi terpadu di seluruh Indonesia secara serentak. Mereka pasti bisa, baik dari segi anggaran, peralatan, dan SDM-nya. Anggaran tidak memerlukan dana yang besar (lagi pula, sistem saya justru akan mendatangkan duit besar, bukan menghabiskannya). Dari segi peralatan, saat ini saya yakin semua wilayah Polda sudah terkomputerisasi (atau, masih adakah STNK yang diisi dengan tulisan tangan?). Terakhir, dari segi SDM, siapa berani bilang anggota kepolisian kita tidak mampu?</p>
<p>Sistem yang saya usulkan tidak sulit-sulit amat, namun memerlukan komitmen yang kuat dari para petingginya dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait (nah, ini yang belum tentu ada). Begini rinciannya. Asumsinya, STNK lama atas nama pemiliknya, jadi antara nama di STNK dan di KTP, sama. Apabila pemilik lama ternyata berbeda dengan nama yang tertera di STNK, agak sedikit berbeda caranya, namun tidak saya uraikan di sini, agar tulisannya tidak terlalu panjang.</p>
<ol>
<li>
<div align="left">Seseorang (katakanlah si Kabayan) membeli mobil dari Cipluk. Pada saat transaksi pembelian, mereka berdua menandatangani STNK lama, yang membuktikan telah terjadi jual beli. Perlu ditunjuk saksi, misalnya petugas bank, termasuk bank desa, (bisa bagian customer service, atau pejabat lain, atau kalau terpaksa bisa juga ke staf kecamatan). Setelah ditandatangani, maka pemilik lama tidak bertanggungjawab lagi terhadap mobilnya. Pemilik baru memiliki waktu 30 hari untuk segera mengurus balik nama.</div>
</li>
<li>
<div align="left">Cipluk (pemilik baru) segera mengurus balik nama. Pertama, dia datang ke bagian uji emisi, yang lokasinya mirip SPBU (pompa bensin). Begitu datang, membayar tarip resmi Rp50.000, lalu diuji kelayakan kendaraannya. Semua fungsi lampu, klakson, spion, emisi, diuji. Yang harus pakai alat (misalnya uji emisi), harus pakai alat dan keluar cetakannya dari printer/komputer. Bila masih ada bagian yang menyalahi aturan (misalnya lampu sein tidak berwarna kuning, lampu depan terlalu terang, dsb), tidak mendapat cap atau tanda LULUS UJI. Sebaliknya, Cipluk mendapat surat/tanda LULUS UJI (selembar kertas resmi, dicap, dan ada nomor register dari komputer, agar tidak disalahgunakan oknum petugas).</div>
</li>
<li>
<div align="left">Saya tidak yakin apakah petugas juga harus menggesek nomor mesin dan nomor rangka, karena menurut pengamatan saya, seringkali hasil gesekannya tidak jelas, sehingga tidak akurat informasinya. Tapai kalau dianggap masih perlu, ya bisa digesek di sini.</div>
</li>
<li>
<div align="left">Setelah selesai di loket uji emisi dan kelayakan kendaraan, Cipluk lalu membawa mobil ke kantor Samsat. Dia lalu menuju loket balik nama mobil. Saya membayangkan paling tidak ada antrian 4-10 orang. Setelah sampai ke petugas, Cipluk menyerahkan dokumennya, yang terdiri atas  plat nomor (lama) muka-belakang, STNK, BPKB, dan tanda LULUS UJI.</div>
</li>
<li>
<div align="left">Petugas menginput nomor kendaraan lama, sehingga semua informasi pemilik lama keluar. Petugas lalu memilih menu &#8220;BALIK NAMA&#8221;, lalu harus menginput nomor kendaraan pemilik baru. Nomor kendaraan bisa saja memakai nomor lama, namun petugas akan menanyai Cipluk: &#8220;Apakah Anda mau nomor lama, atau nomor baru? Biayanya sama saja.&#8221; Cipluk menjawab: &#8220;Nomor baru&#8221;. Lalu petugas mengambil plat nomor yang sudah ada di bawah mejanya. Jadi, Samsat sudah mencetak plat nomor dalam jumlah banyak sebelumnya, cukup lah untuk melayani balik nama sebulan (tidak seperti sekarang, plat nomor dibuat belakangan). Petugas lalu menginput nomor baru, dan langsung menginput data pemilik baru (Cipluk) dari KTPnya.</div>
</li>
<li>
<div align="left">Setelah selesai menginput, petugas memberi tahu, jumlah biayanya adalah sekian (tarip resmi, dan bisa ditanyakan ke loket informasi, bisa dilihat di Internet, atau bisa ditanyakan melalui SMS). Cipluk membayar di loket tersebut, tidak perlu pindah ke loket lain. Cipluk bisa membayar memakai ATM, kartu kredit, atau memakai uang.</div>
</li>
<li>
<div align="left">Setelah pembayaran selesai, petugas mencetak STNK dan mengembalikan semua berkas cipluk (kecuali STNK lama) disertai plat nomor yang sudah jadi. Mungkin BPKB juga, untuk ditulisi secara manual (tapi ide saya, mestinya BPKB bisa dicetak seperti buku tabungan. Saya tidak habis pikir, mengapa BPKB harus ditulis manual? Untuk menghindari pemalsuan, kata Pak Polisi kenalan saya. Saya tertawa terpingkal-pingkal, tetapi ya hanya di dalam hati. Tidak sampai hati lah nanti menyinggung perasaan Pak Polisi tadi).</div>
</li>
<li>
<div align="left">Cipluk keluar dari loket, lalu memasukkan semua berkas ke jok kiri depan. Sementara plat nomor baru dia ambil dan dipasang di depan dan di belakang. Bisa juga sih minta bantuan petugas, yang taripnya juga sudah ditetapkan. Petugas ini bukan petugas resmi Polda/Samsat, tapi seperti koperasi lah.</div>
</li>
</ol>
<p align="left">Proses selesai. Dalam bayangan saya, Cipluk menghabiskan waktu tidak lebih dari 20 menit selama di loket balik nama. Dengan cara ini, proses balik nama kendaraan tidak menghabiskan waktu (baik waktu petugas, maupun waktu pemilik kendaraan). Karena prosesnya cepat dan bila perlu biayanya tidak semahal sekarang, maka orang akan senang membalik nama mobilnya. Pajak kendaraan menjadi meningkat. Kalau penerimaan pajak, semuanya akan senang.</p>
<p align="left">Nah, bagaimana saran Anda?</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/maswing.wordpress.com/221/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/maswing.wordpress.com/221/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswing.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswing.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswing.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswing.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswing.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswing.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswing.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswing.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswing.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswing.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=221&subd=maswing&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswing.wordpress.com/2008/02/08/balik-nama-mobil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Wing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memberantas Korupsi itu Gampang</title>
		<link>http://maswing.wordpress.com/2008/02/07/berantas-korupsi/</link>
		<comments>http://maswing.wordpress.com/2008/02/07/berantas-korupsi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 00:05:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wing Wahyu Winarno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bright Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[berantas korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan pajak]]></category>
		<category><![CDATA[sistem informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswing.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[Memberantas korupsi sambil meningkatkan penerimaan negara dari pajak itu gampang. Menurut saya, malah gampang banget. Caranya adalah pakai sistem komputer. Memang komputer bisa di-hack dan dicurangi, tetapi juga bisa diamankan dengan baik. Sistem komputer bisa di-hack, kalau penyelenggaranya tidak perhatian penuh. Sebaliknya, kalau sistemnya sudah dijalankan dengan baik (dan saya yakin bisa, nyatanya juga tidak banyak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=220&subd=maswing&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Memberantas korupsi sambil meningkatkan penerimaan negara dari pajak itu gampang. Menurut saya, malah gampang banget. Caranya adalah pakai sistem komputer. Memang komputer bisa di-hack dan dicurangi, tetapi juga bisa diamankan dengan baik. Sistem komputer bisa di-hack, kalau penyelenggaranya tidak perhatian penuh. Sebaliknya, kalau sistemnya sudah dijalankan dengan baik (dan saya yakin bisa, nyatanya juga tidak banyak laporan mengenai pengrusakan situs Internet banking di Indonesia kan?), dan pejabat yang berwenang mengurusi penerimaan pajak ini konsisten menjalankan aturannya, penerimaan APBN akan meningkat drastis (saya sangat yakin hal ini).</p>
<p>Kalau penerimaan APBN sudah meningkat, negara punya duit banyak, lalu dipakai untuk membangun sarana publik seperti jalan Trans-Sumatera, Trans-Kalimantan, Trans-Jawa, Trans-Sulawesi, dan Trans-Papua (semuanya di pulau besar), maka perekonomian akan tumbuh di seputar jalan trans tersebut. Kalau perekonomian tumbuh, berarti pajak juga akan bertambah. Kalau pajak bertambah, duit negara akan tambah banyak lagi, dan berarti bisa membangun lebih banyak lagi. Bagaimana kalau uang negara tambah banyak yang dikorup? Ah, lagi-lagi, sistem informasi bisa mencegahnya. Hanya sayang, selama ini, belum banyak pejabat negara yang punya wawasan ini.</p>
<p><span id="more-220"></span></p>
<p>Menurut saya, Kabinet 2009-2014 pun masih belum bisa memberantas korupsi, karena ketiga pilar penyelenggara negara, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif, masih belum bisa membersihkan diri dari perbuatan keji ini. Namun, sebelum memberantas korupsi, ada satu hal penting yang dapat kita lakukan, yaitu meningkatkan penerimaan pajak negara dengan memanfaatkan teknologi informasi. Bagaimana caranya? Secara ringkas saya uraikan ya.</p>
<p>Masalah utama kita adalah banyaknya uang negara yang hilang entah kemana. Uang hilang ini pasti diambil orang kan? Tidak mungkin lah hanyut oleh tsunami atau dicuri tuyul. Nah, kalau seseorang mencuri uang negara (kita sebut koruptor aja ya dia?), lalu uangnya kira-kira untuk apa? Biasanya pasti untuk beli rumah, beli tanah, beli mobil (mewah), buka rekening di bank, dan (terutama para hidung belang) buat nambah istri lagi. Sebenarnya, semua transaksi tersebut dicatat menggunakan komputer. Nah, catatan ini mestinya dapat diakses oleh kantor pajak, katakanlah setiap bulan.</p>
<p>Misal Si Kabayan baru beli mobil Honda Jazz seharga Rp150 juta (anggap saja dari uang haram). Si Kabayan mendaftarkan mobilnya ke Samsat. Akhir tiap bulan, Kantor Pajak meminta data pendaftaran mobil dari Samsat. Si Kabayan akhirnya tercatat datanya di Kantor Pajak. Pada akhir tahun, Kantor Pajak mencocokkan, apakah Si Kabayan sudah melaporkan SPT (dan menyetor pajaknya). Kalau Si Kabayan ternyata sudah melaporkan penghasilannya dengan benar (jumlah penghasilannya pantas lah untuk bisa membeli Honda Jazz tadi), ya sudah, tidak perlu ada tindak lanjut.</p>
<p>Namun bila ternyata Si Kabayan ternyata tidak melaporkan SPT dengan benar (misalnya saja penghasilannya hanya cukup untuk beli sepeda motor), maka Kantor Pajak dapat mengirim pesan (surat, telpon, SMS) kepada Si Kabayan untuk mengoreksi SPT-nya. Kalau dia tidak mau, bakal kena sanksi sesuai aturan yang ada.</p>
<p>Bagaimana kalau Si Kabayan mendaftarkan mobilnya memakai nama orang lain, misalnya Si Cipluk? Berarti Kantor Pajak akan mencocokkan, apakah SPT Si Cipluk sudah wajar (penghasilannya cukup untuk membeli Honda Jazz)? Bila belum, Si Cipluk yang ditagih. Kalau Si Cipluk mengaku bahwa dia cuma disuruh Si Kabayan, nah, Si Kabayan yang dikejar.</p>
<p>Proses ini juga dapat dilakukan untuk pembelian aktiva yang lain, seperti tanah (dicatat BPN), rumah (oleh Dinas Tata Kota/Kimpraswil), deposito dan kartu kredit (oleh bank), dan pendirian perusahaan (oleh Deperindag dan Depnaker).</p>
<p>Cara di atas bahkan tidak memerlukan adanya Nomor KTP Tunggal atau Single Identity Number, karena hal ini belum bisa diwujudkan di Indonesia oleh kabinet yang sekarang. Jadi paling gampang ya pakai nama orang saja (kalau sudah ada sih lebih baik ditambah tanggal lahir dan kodepos, sukur-sukur nomor KTP). Bagaimana kalau Si Kabayan memakai nama Aa Kabayan pas beli mobil? Tidak apa-apa, di laporan pajak, Si Kabayan sudah ada (dan penghasilannya kecil, tidak cukup untuk beli Honda Jazz). Tetapi, nama aliasnya, yaitu Aa Kabayan, belum ada di Kantor Pajak. Jadi, Kantor Pajak akan &#8220;mengejar&#8221; nama Aa Kabayan dan menagihnya untuk membayar pajak (dan memperbaiki SPTnya yang memakai nama Si Kabayan).</p>
<p>Dengan cara ini, Pemerintah akan mendapatkan banyak Wajib Pajak (Orang Pribadi) dalam jumlah yang sangat signifikan. Target Dirjen Pajak untuk mendapatkan Wajib Pajak sebanyak 10 juta orang pada tahun 2004 lalu, dapat segera terlampaui dengan mudah. Selain itu, orang akan semakin sulit untuk menyembunyikan uangnya (cara yang mudah ya jangan pernah memakai uang haramnya tersebut, tetapi ngapain punya uang tidak bisa dipakai?). Karena orang sulit memakai uang haramnya, akhirnya mereka tidak mau lagi mencari uang haram. Belum lagi, prinsip keadilan akan mudah tercapai. Sekarang, orang yang penghasilannya sangat berlimpah, belum tentu membayar pajak sesuai dengan penghasilannya. Contoh, majalah Tempo pernah memuat artikel yang menggambarkan kepemilikan vila mewah di Puncak, Bogor, oleh para petinggi dan tokoh negeri ini. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah para pemilik vila tersebut melaporkan SPT dan membayar pajaknya dengan jujur?</p>
<p>Saya tahu, untuk menerapkan teknologi informasi dalam sistem perpajakan ini pasti banyak kendala dan hambatan, tetapi kendala dan hambatan itu kan harus kita singkirkan? Bukan program utama kita yang disingkirkan. Sama juga ketika manusia membuat pesawat terbang, salah satu (atau beberapa) risikonya adalah: kalau mogok di udara bagaimana? kalau cuaca buruk bagaimana? kalau pesawat jatuh bagaimana? Maka, akhirnya tidak jadilah dibuat pesawat terbang tersebut. Namun kenyataannya, justru semakin banyak kan pesawat terbang di muka bumi ini?</p>
<p>Mari kawan-kawan, kita bantu Kantor Pajak dengan program ini, agar negara kita memiliki penerimaan pajak yang meningkat berkali-kali lipat, sehingga dananya bisa dipakai untuk keperluan rakyat banyak (rakyat meliputi orang yang sangat kaya sampai orang yang sangat miskin lho ya). Bagaimana kalau uang pajak itu dikorup oleh sebagian oknum? Jangan khawatir, oknum itu pun pasti akan menggunakan uangnya bukan? Pasti lah ketangkap juga oleh sistem informasi kita.</p>
<p>Ayo berantas korupsi sampai ke akar-akarnya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/maswing.wordpress.com/220/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/maswing.wordpress.com/220/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswing.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswing.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswing.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswing.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswing.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswing.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswing.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswing.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswing.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswing.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=220&subd=maswing&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswing.wordpress.com/2008/02/07/berantas-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Wing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku WinQSB</title>
		<link>http://maswing.wordpress.com/2008/01/27/buku-winqsb/</link>
		<comments>http://maswing.wordpress.com/2008/01/27/buku-winqsb/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 15:44:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wing Wahyu Winarno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bright Ideas]]></category>
		<category><![CDATA[My Books]]></category>
		<category><![CDATA[analisis kuantitatif]]></category>
		<category><![CDATA[buku WinQSB]]></category>
		<category><![CDATA[linear programming]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen kuantitatif]]></category>
		<category><![CDATA[QSB for Windows]]></category>
		<category><![CDATA[WinQSB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maswing.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Analisis Manajemen Kuantitatif dengan WinQSB 2.0
Tebal: 20 bab, 310 halaman
Penerbit: UPP STIM YKPN Yogyakarta (0274 889317)
Harga: Rp58.500
Status: beredar di toko2 buku di seluruh Indonesia
Pertengahan bulan Januari 2008 ini, saya baru saja menyelesaikan buku saya yang ke-41, tentang WinQSB. WinQSB adalah program komputer yang digunakan oleh para manajer dan pembuat keputusan, baik di kalangan perusahaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=215&subd=maswing&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Judul: <strong>Analisis Manajemen Kuantitatif dengan WinQSB 2.0<br />
</strong>Tebal: <strong>20 bab, 310 halaman<br />
</strong>Penerbit:<strong> UPP STIM YKPN Yogyakarta (0274 889317)<br />
<span style="font-weight:normal;">Harga: <strong>Rp58.500</strong><br />
Status: <strong>beredar di toko2 buku di seluruh Indonesia</strong></span></strong></p>
<p><img src="http://maswing.files.wordpress.com/2008/02/koverwqsb.jpg?w=212&#038;h=280" border="0" alt="Buku saya ke-41" width="212" height="280" align="left" />Pertengahan bulan Januari 2008 ini, saya baru saja menyelesaikan buku saya yang ke-41, tentang WinQSB. WinQSB adalah program komputer yang digunakan oleh para manajer dan pembuat keputusan, baik di kalangan perusahaan maupun instansi pemerintah. Namun, para mahasiswa yang kelak juga akan menjadi pemimpin pun juga akan mendapat manfaat dengan mempelajari program ini.</p>
<p>Program WinQSB memiliki 19 modul yang sudah sangat populer di dalam dunia manajemen, sehingga saat ini merupakan program pendukung keputusan (decision support systems) paling lengkap yang tersedia di pasar. Beberapa modul tersebut di antaranya adalah linear programming dengan berbagai variasinya (mulai dari yang linear dan nonlinear, hingga yang integer dan kuadratik), analisis jaringan (ada network modeling, dynamic programming, PERT/CPM), teori antrian (queuing analysis dan queuing system simulation), teori persediaan (termasuk MRP atau material requirements planning), penjadwalan produksi, hingga ke penentuan lokasi bangunan atau departemen yang optimal, sehingga tidak timbul pemborosan.</p>
<p>Dilihat dari topiknya, program WinQSB sangat cocok digunakan untuk melengkapi alat analisis pada mata kuliah Riset Operasi (Operation Research), Manajemen Kuantitatif untuk Pengambilan Keputusan, Teknik Manajemen Kuantitatif, Management Science, Teori Pengambilan Keputusan, dan mata kuliah sejenis. Buku ini juga dapat dijadikan buku panduan praktikum mengenai analisis kuantitatif untuk manajemen. Saat ini, mata kuliah tersebut masih banyak diajarkan secara manual, sehingga menghabiskan waktu. Dengan program WinQSB, proses perkuliahan menjadi lebih menarik dan lebih berkualitas.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/maswing.wordpress.com/215/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/maswing.wordpress.com/215/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maswing.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maswing.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maswing.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maswing.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maswing.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maswing.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maswing.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maswing.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maswing.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maswing.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maswing.wordpress.com&blog=585408&post=215&subd=maswing&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maswing.wordpress.com/2008/01/27/buku-winqsb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>121</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Wing</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maswing.files.wordpress.com/2008/02/koverwqsb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Buku saya ke-41</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>