Saya sudah menekuni hobi filateli, yaitu mengumpulkan berbagai benda pos, sejak tahun 1975 ketika masih duduk di bangku SMP. Semula hanya ikut-ikutan teman saja, dan kebetulan ada pelajaran perkenalan filateli. Lalu diajak ke klub (waktu itu: Perkumpulan Philatelis Indonesia Cabang Semarang). Tokoh-tokohnya a.l. Om J. Wibowo Sidharta (dan putrinya yang cantik Mbak Titut), Om Pohan, Om Hartono, dan Om A. Soesantio van Lasem (saya kehilangan kontak mereka, ada yang punya nomor telpon mereka?). [Oh sukurlah, saya dikasih tahu Mbak Vita van Malang alamat Pak Soesantio, jadi sekarang kontak sudah nyambung. Alamat Mbak Titut sudah saya peroleh dari Pak Soes, saya mau ngontak beliau. Oh, betapa indahnya reuni di antara para filatelis gaek ini...
Thanks berat ya Mbak Vita]
Tema koleksi saya adalah Pos Militer dan dalam beberapa kali lomba, baik di tingkat nasional maupun internasional, mendapatkan medali, baik emas, perak, maupun perunggu. Kapan-kapan akan saya tunjukkan koleksi saya di sini. Untuk sementara, saya tampilkan sebagian dulu ya, di antaranya adalah surat dari Presiden Perancis sekitar tahun 1979 dulu, yaitu Valeri Giscard d’Estaing, yang membalas surat saya dengan tulisan tangan. Selain itu, beberapa piagam yang saya dapatkan juga saya tunjukkan di atas, baik piagam pemenang lomba (baik nasional maupun internasional), piagam undangan sebagai peserta khusus, maupun piagam mengikuti penataran pembinca filateli remaja.
![]()
Amplop dan surat dari Presiden Perancis untuk saya nih (1979).
(Tahun 1979)
Dari Ratu Juliana dan Perdana Menteri Belanda
Dari Sekjen PBB (ke-4 ya?) Kurt Waldheim
Surat dari Kak Soesantio (1976), tokoh filateli di Indonesia
Surat dari kakek saya untuk pakde (tahun 1955)
Bagaimana Mengoleksi Benda Filateli?
Benda filateli adalah benda-benda pos yang berkaitan dengan pengiriman surat. Benda-benda pos yang termasuk dapat dimasukkan ke dalam benda filateli adalah perangko (Perum Pos dan Perkumpulan Filatelis Indonesia menggunakan istilah “prangko”, karena –kata mereka– berasal dari kata “franco”), sampul surat (terutama yang ada tanda atau cap posnya, atau gambar, atau tulisan mengenai topik tertentu), souvenir sheet (PFI menggunakan istilah “carik kenangan”, saya menggunakan istilah “lembar cinderamata”), kartupos (baik bergambar maupun tidak, termasuk kartu maksimum), sampul hari pertama, dan IRC (International Reply Coupon).
Yang tidak dapat dimasukkan ke dalam benda filateli (meskipun dijual atau diterbitkan oleh dinas pos) adalah: meterai, pos wesel, dan prangko denda atau porto (meskipun sekarang menjadi perdebatan). [Oops, tapi kini organisasi filatelis sedunia (FIP) dan se-Asia (FIAP) sudah membuka topik Revenue Stamps, sehingga berbagai bentuk penerimaan negara, bisa meterai, cukai, retribusi, dan sebagainya, bisa dimasukkan sebagai bahan koleksi.]
Peraturan sekarang, memperbolehkan seorang kolektor (atau filatelis) menambah koleksinya dengan benda-benda lain yang sama sekali tidak berkaitan dengan pos (disebut nonphilatelic items). Misalnya saja, seorang filatelis memilih tema koleksi “Angkutan Umum”, sehingga perangko-perangko yang dikumpulkan bergambar angkutan umum, seperti bis, kereta api, kapal, pesawat terbang, dan mungkin juga ojek
kalau ada. Agar koleksinya lebih berbobot, seorang filatelis ini memang dianjurkan untuk menambahi koleksinya dengan (misalnya) karcis kereta api, atau boarding pass, atau apa saja yang bisa dicantumkan ke dalam koleksinya. Namun benda-benda pendukung ini dianjurkan hanya sekitar 5% dari seluruh koleksinya.
Koleksi harus mengikuti suatu tema tertentu: tematik, negara, atau sejarah pos. Tematik meliputi tema tertentu, yang semakin sempit temanya, semakin sulit mengoleksinya, berarti semakin tinggi nilai koleksinya. Koleksi “bunga” masih terlalu luas, ada baiknya dipersempit “bunga tropis”, dan masih dipersempit lagi menjadi “bunga anggrek tropis” (siapa tahu ada anggrek di negara empat musim kan?). Tema “Kendaraan” terlalu luas, bisa dipersempit menjadi “kendaraan bermesin”, atau bahkan “kendaraan angkasa luar”, dan masih bisa diperkecil menjadi “kendaraan angkasa luar berawak” atau “tidak berawak”.
Tema negara meliputi koleksi suatu negara, namun jangan suatu negara keseluruhan dikoleksi, karena akan terlalu luas. Misalnya: Indonesia, akan sangat luas. Sebaiknya dipilih “Indonesia pada masa penjajahan Belanda” (atau Jepang), atau “Indonesia pada masa RIS”. Bila dipilih tema tersebut, maka benda-benda filatelinya juga berasal dari masa tersebut. Sedang sejarah pos bisa meliputi “Perkembangan Pos pada masa kemerdekaan” atau “Pos Moderen”, atau mungkin “Sejarah Pos Militer” (seperti tema utama yang saya pilih sejak remaja dulu).
Pemilihan tema dianjurkan sesuai dengan bidang yang diminati, misalnya jurusan di sekolah atau kuliah, atau bidang kerja, atau memang hobi sehari-hari, sehingga Anda bisa menceritakan suatu gambar atau peristiwa yang ada di salah satu koleksi Anda.
Menurut FIP atau FIAP, tema ini sekarang sudah dikelompokkan dengan lebih baku, di antaranya adalah: aerophilately, astrophilately, postal history, thematic philately, revenue stamps, dan literature research.
Contoh Halaman Buku Filateli
Untuk mengobati rasa penaran teman2 yang jauh lokasinya dari saya, berikut ini saya tunjukkan beberapa halaman buku filateli saya. Mudah-mudahan bisa terbit bulan Maret 2008 ini. Sabar ya. Bahkan untuk daftar isi (lengkap lho) dan kata pengantar, juga bisa dicomot dari halaman ini. Link-nya ada di bawah gambar-gambar halaman.
Oh ya, di buku aslinya nanti, tidak berwarna ya, karena belum ada iklannya. Di edisi berikutnya (mudah-mudahan edisi pertama ini laris), saya akan cari sponsor, biar bukunya bisa berwarna dan murah. Sebenarnya sudah ada satu dua yang bersedia, tetapi dana yang disediakan belum mempengaruhi harga buku secara signifikan, jadi saya minta menunggu edisi berikutnya nanti.
Silakan download Contoh daftar isi dan pengantar di sini.



saya punya beberapa perangko seperti seri cerita rakyat malin kundang, buleleng, tangkuban perahu..
kemudian dua perangko olimpiade disable people..
dan beberapa yang lain lagi..
semuanya adalah perangko yang sudah ada stempel posnya..
apakah laku?
mohon petunjuknya…
ke email saya naylafatiya@yahoo.com
saya tinggal di semarang
By: tanti on 01/11/2009
at 13:13
Kalau tinggal di Semarang, silahkan ke Kantor Pos Besar tiap hari Minggu ke-3 antara jam 9-13, ada bursa benda2 koleksi, mulai dari prangko, kartu telpon, sampai benda2 lain.
By: Wing on 04/11/2009
at 01:38
aloo pak Wing…..
sy dulu kolek prangko, tp dah stop, kalo prangko yg dah ada cap/stempel kira2 dijual laku g pak? makasih..
By: rad marssy on 15/07/2009
at 03:10
Adakah yang ingin membeli koleksi perangko saya ?
Berasal dari 61 Negara dari tahun 1867 s/d 1938 berjumlah 2549 lembar.
Yang berminat hubungi saya di; 08190174997.
terimakasih.
By: dilli gumay on 20/06/2009
at 11:38
Ada koleksi perangko antara tahun 1957-1965 diantaranya perangko Bung Karno Rp 1.5 – Rp 50, Konfrensi Asia Afria ke 4, PON, ASEAN Games, Mesjid Istiqkal, dll
Jika ada yang berminat silahkan kirim email anda.
Terima kasih.
By: Hedy on 14/05/2009
at 10:25
Ya, silakan saja tulis e-mail Anda di sini. Sdr Hedy bisa juga menawarkannya ke hobifilateli.wordpress.com ya. Di sana khusus membahas filateli.
By: Wing on 16/05/2009
at 00:09