Saya hobi mengoleksi gadget, meskipun tidak harus mahal. Beberapa jenis ponsel saya koleksi, terutama yang murah-murah dan lama-lama (kalau yang baru sudah tidak terjangkau anggaran saya sih
ya kan?). Beberapa koleksi gadget saya, saya tampilkan di halaman ini (kayaknya ya inilah harta-harta saya yang paling berharga).
Ponsel
Saya memakai dua ponsel utama, yaitu Nokia E61 dan Nokia 9500. Nokia E61 saya sukai karena layarnya yang lebar dan kemampuannya sudah 3G. Bahkan ada menu untuk setting Internet Telephone, yang menurut Mas Onno W. Purbo, merupakan cikal bakalnya teknologi 4G. Teknologi ini memanfaatkan saluran SIP (Session Initiation Protocol) untuk melakukan komunikasi dengan media lain, baik notebook, PDA, maupun ponsel, asal memiliki fasilitas wi-fi. Tanpa kartu GSM, perangkat-perangkat ini dapat dipakai untuk berkomunikasi layaknya ponsel “jaman sekarang”. Dalam tahun 2008, kemampuan ponsel akan luar biasa bila dibandingkan teknologi ponsel saat ini.
Selain itu, karena bentuknya candybar, sehingga tidak ada buka-tutup ataupun sliding, maka saya berharap ponsel ini tidak mudah rusak. Lain dengan N-9500 yang selalu saya buka tutup, akhirnya saya sudah tiga kali ganti kabel fleksibel-nya. Akhirnya saya agak khawatir juga, bahwa ponsel ini tidak akan bertahan lama (kalau saya pakai ekstensif). Kedua ponsel ini saya isi dengan nomor cantik, satunya memakai nama saya (MRWING) dan satunya tanggal-bulan-tahun kelahiran saya.
Ponsel lain yang saya pakai adalah Sony Ericsson T68i dan Siemens S4. T68i saya sukai karena dapat dihubungkan dengan palmtop Clie saya untuk berkomunikasi, baik SMS, e-mail, maupun Internet. S4 merupakan kenang-kenangan, karena merupakan ponsel pertama kali yang saya miliki (sejak tahun 1994). Sebenarnya saya juga punya Nokia 2110 (saya bawa dari Amerika), tetapi hilang di tempat servis (waktu itu baterainya drop). Selain itu, masih ada beberapa ponsel kelas “pemula”, baik GSM maupun CDMA. Sudah barang tentu semua ponsel tersebut memiliki nomor yang aktif (sehingga sering ditegur istri, karena harus membayar biaya pulsa tiap bulan, tetapi tidak semua ponsel dipakai aktif).
PDA
Saya juga memakai PDA atau palmtop. Saat ini yang aktif saya pakai adalah Sony Clie PEG-UX50/G. Keunggulan PDA ini adalah menggunakan sistem operasi Palm OS, dan program Endnote (www.endnote.com) dapat dijalankan di PDA ini, kemudian bisa disinkronisasi dengan program Endnote versi notebook. Program Endnote merupakan program untuk mengelola data makalah dan dapat juga digunakan untuk mempermudah penulisan makalah dengan program pengolah kata seperti MS Word. Selain itu, saya juga memakai Sony Clie PEG-NZ90/E (terima kasih kepada Pak Djoko Susanto atas hibah ini
pasti akan saya rawat Pak). Keunggulan palmtop ini adalah memiliki kamera 2MB CCD, sehingga dapat berfungsi sebagai kamera foto dan kamera video. Palmtop kedua ini cuma saya pakai untuk melihat gambar dan klip video
PDA yang cukup kecil juga saya miliki adalah Franklin Rex 5000, yang merupakan organizer seukuran kartu PCMCIA. Untuk mengisi dan mengelola data di dalamnya, Rex 5000 cukup dimasukkan di slot PCMCIA (yang ada di notebook).
Kamera Digital
Untuk kamera, saya mengandalkan pada Casio Exilim S770. Kamera ini selain sudah berkemampuan 7MP, merupakan kamera yang sangat tipis, serta memiliki pengaturan gambar yang luar biasa. Sebenarnya saya suka memotret, tetapi hasil jepretan saya tidak pernah bagus, jadi ya tidak merasa perlu mengandalkan kamera SLR (ada sih, Canon EOS). Akhirnya objek yang saya foto sekadar memenuhi kebutuhan dokumentasi saja.
Selain Casio S770, saya juga memiliki kamera digital sangat mungil (dengan kemampuan biasa-biasa saja sih). Kamera tersebut selain memerlukan baterai kecil AAA, juga dapat dikoneksi ke komputer (ini yang penting). Alasan membeli sih hanya penasaran saja ada kamera kok kecil sekali (saya beli sekitar tahun 1998).
Jam Tangan
Saya menyukai jam tangan yang memiliki kemampuan untuk menyimpan data dan/atau menampilkan informasi tambahan selain penunjuk waktu. Di antara berbagai jam tangan saya, yang cukup sering saya pakai, terutama dalam suasana casual atau outdoor, (hanya) ada dua, yaitu jam merek Matsucom Wrist PDA (lihat di www.engadget.com) dan Suunto Observer (lihat di http://www.usoutdoorstore.com/outlet/suunto-observer-ltt-watch.html).
Matsucom saya sukai karena merupakan PDA yang diwujudkan dalam bentuk jam tangan. Saya sudah menginstal beberapa aplikasi di sana, dan bila Anda tampilkan menu, maka akan muncul nama saya di layar jam tersebut. Sedangkan Suunto Observer saya sukai karena memiliki fasilitas pemandu di alam terbuka, misalnya ada pengukur suhu, pengukur kelembaban dan tekanan udara (sehingga dapat dipakai untuk memprediksi cuaca), penunjuk arah (kompas) digital, penunjuk ketinggian (altimeter), selain fungsi-fungsi dasar sebuah jam digital.


Minta satu dunk mas
By: wong error on 08/09/2009
at 10:12
Monggo mas Lilik…. sekarang sudah sampai versi 12 lho EndNote…
By: Wing on 19/04/2009
at 00:25
whoaa mas wing, baru tau saya palm bisa pake endnote.. wesh, bener2 keterlaluan ni situsnya endnote aja ga ngasi ketrangan jelas. nuwun sangeet sesanget2nya mas
mas situsnya tak link nggih hehehe
By: masliliks on 15/04/2009
at 05:20
Halo pak wing…salam kenal dari mahasiswa STIE YKPN ( gabung juga pak di http://www.friendjogja.com bikinan mahasiswa bapak)
By: friendjogja.com on 01/02/2009
at 00:49
Ehm, saya dulu belinya via Internet, pakai kartu kredit…hehehe… Kalau males beli, ya sudah, donlot2 gambarnya saja. Jane banyak lho jam2 canggih gitu…
saling info sama saya saja jam2 digital gitu.
By: Wing on 07/01/2009
at 21:15