Month: February 2008

Kasus Lumpur Sidoarjo

Sebenarnya saya tidak ingin ikut-ikutan bicara soal lumpur Lapindo, atau lebih tepatnya: Lumpur Sidoarjo, karena latar belakang saya bukan orang geologi, saya bukan wakil rakyat, saya bukan orang pemerintah, tapi saya dosen jurusan akuntansi dan suka menyampaikan ide penerapan sistem informasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Tetapi, ketika saya mendengar siaran Trijaya FM di Yogya siang tadi, pas pulang dari kampus, mendengar diskusi mengenai rencana DPR yang akan menetapkan bahwa bencana Lumpur Lapindo adalah bencana alam, bukan akibat keteledoran manusia, saya menjadi ingin ikut bicara.

Pertama, saya heran, mengapa DPR harus menyatakan bahwa bencana Lusi (Lumpur Sidoarjo) adalah bencana alam, bukan faktor keteledoran manusia? DPR tidak punya kapasitas (dan tidak punya keahlian) untuk menyatakan status bencana itu. Kedua, status lumpur apakah bencana alam atau kesalahan manusia, bagi korban tidak penting. Menurut saya, yang penting, korban harus ditolong. Nah, mestinya DPR bersama-sama Pemerintah, mencari solusi untuk menolong korban. Itu saja. Cara membantu penduduk korban Lapindo bagaimana? Saya juga punya ide. Ketiga, Pemerintah harus mengeluarkan dana dan segala sesuatunya untuk membantu korban. Perkara Lapindo mau ganti rugi atau tidak, itu urusan Pemerintah dengan Lapindo. Rakyat tidak boleh terombang-ambing hanya gara-gara pada bingung siapa yang harus menanggung biayanya. Di bawah ini, saya punya saran cara menolong korban Lumpur Sidoarjo.

Continue reading “Kasus Lumpur Sidoarjo”

Advertisements

Balik Nama Mobil 20 Menit

Anda pernah mengurus balik nama kendaraan? Kalau pernah, butuh waktu berapa lama? Menurut saya, paling tidak dua bulan, baik kendaraan baru (biasanya sedikit lebih cepat) maupun kendaraan lama (maksud saya, ada pemilik terdahulu). Yang selalu mengusik benak saya adalah: mengapa proses balik nama memakan waktu begitu lama? Mungkinkah proses ini dipercepat? Menurut saya kok bisa ya. Lalu, kenapa juga ya BPKB ditulis tangan? Mengapa tidak dicetak pakai komputer seperti pada buku tabungan kita?

Karena kalau tetap memerlukan waktu lama seperti sekarang ini, akan menyebabkan orang malas mengurus balik nama, akibatnya penerimaan pajak tidak meningkat, sehingga negara tidak bisa membangun. Selain itu, kalau ada kendaraan yang dipakai untuk melakukan kejahatan dan terorisme, aparat terkait tidak mudah melacaknya. Berikut ini jalan keluarnya.

Continue reading “Balik Nama Mobil 20 Menit”

Memberantas Korupsi itu Gampang

Memberantas korupsi sambil meningkatkan penerimaan negara dari pajak itu gampang. Menurut saya, malah gampang banget. Caranya adalah pakai sistem komputer. Memang komputer bisa di-hack dan dicurangi, tetapi juga bisa diamankan dengan baik. Sistem komputer bisa di-hack, kalau penyelenggaranya tidak perhatian penuh. Sebaliknya, kalau sistemnya sudah dijalankan dengan baik (dan saya yakin bisa, nyatanya juga tidak banyak laporan mengenai pengrusakan situs Internet banking di Indonesia kan?), dan pejabat yang berwenang mengurusi penerimaan pajak ini konsisten menjalankan aturannya, penerimaan APBN akan meningkat drastis (saya sangat yakin hal ini).

Kalau penerimaan APBN sudah meningkat, negara punya duit banyak, lalu dipakai untuk membangun sarana publik seperti jalan Trans-Sumatera, Trans-Kalimantan, Trans-Jawa, Trans-Sulawesi, dan Trans-Papua (semuanya di pulau besar), maka perekonomian akan tumbuh di seputar jalan trans tersebut. Kalau perekonomian tumbuh, berarti pajak juga akan bertambah. Kalau pajak bertambah, duit negara akan tambah banyak lagi, dan berarti bisa membangun lebih banyak lagi. Bagaimana kalau uang negara tambah banyak yang dikorup? Ah, lagi-lagi, sistem informasi bisa mencegahnya. Hanya sayang, selama ini, belum banyak pejabat negara yang punya wawasan ini.

Continue reading “Memberantas Korupsi itu Gampang”