Kasus Lumpur Sidoarjo

Sebenarnya saya tidak ingin ikut-ikutan bicara soal lumpur Lapindo, atau lebih tepatnya: Lumpur Sidoarjo, karena latar belakang saya bukan orang geologi, saya bukan wakil rakyat, saya bukan orang pemerintah, tapi saya dosen jurusan akuntansi dan suka menyampaikan ide penerapan sistem informasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Tetapi, ketika saya mendengar siaran Trijaya FM di Yogya siang tadi, pas pulang dari kampus, mendengar diskusi mengenai rencana DPR yang akan menetapkan bahwa bencana Lumpur Lapindo adalah bencana alam, bukan akibat keteledoran manusia, saya menjadi ingin ikut bicara.

Pertama, saya heran, mengapa DPR harus menyatakan bahwa bencana Lusi (Lumpur Sidoarjo) adalah bencana alam, bukan faktor keteledoran manusia? DPR tidak punya kapasitas (dan tidak punya keahlian) untuk menyatakan status bencana itu. Kedua, status lumpur apakah bencana alam atau kesalahan manusia, bagi korban tidak penting. Menurut saya, yang penting, korban harus ditolong. Nah, mestinya DPR bersama-sama Pemerintah, mencari solusi untuk menolong korban. Itu saja. Cara membantu penduduk korban Lapindo bagaimana? Saya juga punya ide. Ketiga, Pemerintah harus mengeluarkan dana dan segala sesuatunya untuk membantu korban. Perkara Lapindo mau ganti rugi atau tidak, itu urusan Pemerintah dengan Lapindo. Rakyat tidak boleh terombang-ambing hanya gara-gara pada bingung siapa yang harus menanggung biayanya. Di bawah ini, saya punya saran cara menolong korban Lumpur Sidoarjo.

Karena yang tenggelam dan tertutup lumpur adalah suatu daerah, maka jalan keluarnya ya harus diganti dengan daerah baru. Jangan menunggu-nunggu lagi, karena hidup di pengungsian dan di tempat sementara, apalagi tanpa penghasilan tetap dan didahului dengan kehilangan harta benda, sungguh-sungguh sangat sengsara.

Oleh karenanya, Pemerintah mesti segera mencari lokasi pengganti. Agak jauh dikit gak apa. Kalau belum bisa memberi satu rumah untuk satu keluarga, bangunkan dulu rumah susun sederhana, tetapi buatkan fasilitas umum. Lokasinya yang masih kosong, boleh di pinggiran Sidoarjo, boleh di tempat lain. Kalo perlu, buatin sekolah baru (terutama SD dan SMP). Gurunya juga diambil dari keluarga korban yang jadi guru. SPP-nya kalau perlu gratis dulu.

Kalau alasan tidak ada uang, ijinkan saya membuka APBN, maka saya akan ambilkan dari pos di sana-sini. Saya paling sedih kalau ada yang bilang tidak ada dana untuk perbaikan rel kereta api, atau untuk membangun pasar ikan, atau memperbaiki pelabuhan nelayan pencari ikan…. tetapi nyatanya ada dana banyak untuk membelikan notebook para anggota DPR. Juga biaya sewa rumah buat para wakil rakyat kita itu per bulan Rp13 juta, sementara rumah dinasnya lagi direnovasi. Memang duitnya tidak sebanyak untuk membangun lokasi baru buat korban Lusi, tapi yang penting semangat untuk membantu korban harus ada. Sekarang kayaknya belum ada!

Nah, semoga DPR tidak salah langkah dalam mengambil keputusan tentang kasus Lusi pada hari Selasa, 19 Februari 2008 besok. Ide saya yang cuma semalam sebelum DPR mengambil keputusan, semoga masih bermanfaat. Saya turut prihatin terhadap warga korban Lumpur Sidoarjo. Tetap sabar dan tawakkal bapak-bapak dan ibu-ibu, banyak yang mendukung Anda.

12 thoughts on “Kasus Lumpur Sidoarjo

  1. Ya ya ya, saya memahami perasaan Mas Rudy yang merasa sebagai Alumni Unair…. Saya akan bela mas…

    Bahkan sekarang sudah muncul semburan/bocoran gas di beberapa lokasi… saya khawatir porong benar2 tenggelam… (tepatnya: terendam) lumpur dan gas…

    Memang benar, mbok mestinya penduduk yg sudah mengungsi 2 thn segera direlokasi ya… Saya hanya bisa bantu dgn sentilan di blog ini, dan doa tiap malam lho… Kawan2 di Sidoarjo, sabar dan tawakkal ya…

  2. kalau pas ke Surabaya alangkah indahnya kalau pak WWW dapat abadikan kondisi temen2 di sidoarjo yg tinggal di areal pengungsian relatif lama (hampir 2 tahun tuh 27 Mei 2008 nanti) dan desa-desa yang terendam lumpur. dengan foto2 nanti siapa tahu KITA akan lebih tergeletik lagi untuk “menolong” temen2 di sidoarjo.
    Pertanyaan penting untuk anggota DPR pusat/DPRD jatim dan pemerintah pusat/prop jatim!!! dimanakah hati nurani bapak/ibu/saudara dengan berbagai keputusan yang sudah dan akan diputuskan berkaitan dengan jeritan temen2 kita di sidoarjo???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s