Month: March 2008

Ponsel Baru

Persaingan ponsel semakin ketat saja, ditunjukkan dengan munculnya merek-merek baru, padahal merek yang lama pun selalu berjuang untuk memunculkan produk-produk baru. Berbagai fitur dicoba ditanamkan di masing-masing handset, yang tujuannya untuk menarik minat calon penggunanya. Akhir-akhir ini, muncul ponsel dengan kemampuan menangkap siaran televisi konvensional, yang memerlukan antena untuk menangkap siaran (tidak seperti televisi kabel, televisi satelit atau DVB-H, yang berbayar tapi kualitasnya lebih sering bagus dibanding jelek).

Beberapa merek mencoba keberuntungan dengan menyediakan dua rongga kartu, ada yang bisa GSM-GSM, ada pula yang bisa GSM-CDMA, dan duanya on bersamaan. Ponsel ini disukai oleh para pemakai ponsel yang “suka sejenis”, maksudnya, kalau lawan bicara pakai operator A, dia akan menelpon pakai kartu A, supaya tarifnya murah. Kalau dulu membawa 4 ponsel untuk 4 kartu, kini cukup bawa 2 ponsel. Hemat kan?

Satu dua merek ponsel juga sudah menawarkan kemampuan GPS untuk menentukan atau mencari lokasi, sehingga pemakainya tidak mungkin tersesat. Namun hal ini memerlukan dua syarat, yaitu si pemakai bisa “melihat langit” (karena fungsi GPS sangat ditentukan oleh koneksi ke satelit di langit sana tanpa tertutup dinding atau atap rumah) dan sudah memiliki peta (nah, ini yang belum banyak tersedia).

Nokia 888

Nokia 888 gelang Nokia 888 panjang Nokia 888 gelang

Perusahaan-perusahaan ternama, masih mencoba keberuntungannya dengan merancang bentuk ponsel yang unik alias tidak biasa. Sebagaimana Anda tahu, selama ini ada tiga bentuk ponsel, yaitu candy bar (model batangan), clam shell (model lipat, baik vertikal maupun horisontal), dan sliding (model geser). Kini agaknya akan muncul jenis baru, karena ada ponsel yang bisa digulung atau dilipat-lipat. Jadi apa dong namanya? Flexible phone? Contohnya adalah Nokia 888 yang masih dalam taraf uji coba, bentuknya dapat berupa gelang, dapat juga berupa batangan, atau seperti penjepit uang. Bentuknya tipis, lentur, namun tetap saja canggih.

Ponsel gelang NEC Ponsel gelang BenQ-Siemens 

Ponsel geser ASUS Ponsel transparan Ponsel hijau Nokia

Bahkan ada juga yang sudah mulai menggagas fungsi ponsel yang lebih luas lagi, misalnya sebagai alat presentasi dengan jumlah audiens yang terbatas. Sedang ponsel berbentuk jam tangan yang berfungsi sebagai pemutar video dan televisi mungkin lebih dulu tersedia.

Ponsel presentasi Explay Ponsel jam

Kasus Lumpur Sidoarjo (bagian 2)

Ada update tentang lumpur Sidoarjo. Akhirnya BPPT yang menyatakan bahwa bencana LUSI adalah bencana alam. BPPT jauh lebih berkompeten dibanding DPR (lihat posting saya sebelumnya mengenai bencana lusi ini). Beritanya saya klipingkan dari Koran Tempo, Selasa 18 Maret 2008.

Bencana LUSI adalah bencana alam

Meskipun sudah ditetapkan sebagai bencana alam, tetapi menurut saya, yang penting adalah pemecahan masalah para pengungsi harus segera dilakukan. Yang paling segera harus dilakukan adalah mencari daerah baru, menata daerah tersebut, lalu mendirikan pemukiman semampu pemerintah, para korban dikasih dulu tanah yang cukup utk membuat satu rumah (yg sangat sederhana dulu). Bangun juga sekolah dan fasilitas umum lainnya.

Jangan lagi tarik ulur dengan pihak Lapindo Brantas. Yang tagih-menagih hanyalah antara Pemerintah dan Lapindo Brantas saja, jangan melibatkan rakyat. Rakyat cukup menjadi korban, sehingga harus segera ditolong. Kasihan mereka sudah menjadi pengungsi hampir 2 tahun dan tetap tidak ada jalan terang mau apa besok-besoknya.

Pelatihan EViews

Saya akan memberi pelatihan EViews bagi teman-teman di Pascasarjana Ilmu Akuntansi UI, Salemba Jakarta, pada hari Sabtu 29 Maret 2008. Acara akan berlangsung di salah satu lab komputer dan tersedia untuk 30 orang atau kurang. Waktu pelatihan akan berlangsung dari jam 09:00 hingga jam 15:00 (eh, brarti ada makan siang bersama ya?). Teman-teman yang mau ikut, daftar dulu ke Mbak Eka di Perpustakaan.

Kemungkinan, selain mengajari EViews (yang ringan-ringan saja lho, kalau yang GARCH atau interpolasi cubic spline, aku sendiri masih pusing memakainya), pada 30 menit terakhir saya akan mengajari teman-teman semua memakai software EndNote versi X. Program ini merupakan program wajib bagi Anda yang hobi menulis karya ilmiah. Teman2 saya sudah merasakan betapa susahnya menulis paper hanya mengandalkan MS Word tuh. Mengatur dan mengedit daftar pustaka saja, sehari semalam belum tentu kelar, padahal dengan EndNote, Anda tidak memerlukan waktu khusus. Begitu Anda selesai menulis makalah, saat itu juga daftar pustaka sudah tersaji manis dan rapi di halaman paling belakang.

Ayo teman2, gabung dengan saya, jangan khawatir, saya orangnya ramah, baik hati, dan sangat toleran kepada sesama mahasiswa kok ;-). Oh ya, tawaran ini, maaf, hanya berlaku untuk PIA-ers (MAKSI-ers kali masih boleh lah, pokoknya warga Kafe si Mak lah…). Untuk teman2 dari kampus lain, atur waktu dulu ya dengan saya… 😛