Cara Menaikkan Harga BBM

Adakah Jalan Selain Menaikkan Harga BBM?

Saat ini masyarakat lagi gerah dengan rencana kenaikan harga BBM yang akan segera diputuskan oleh pemerintah. Demonstrasi merebak di berbagaikota, yang isinya menolak rencana tersebut. Keberatan berbagai pihak sangat dimaklumi, karena dengan naiknya harga BBM, harga-harga barang lainnya akan ikut naik. Beban hidup sebagian rakyat semakin berat saja, setelah di berbagai daerah dilanda bencana alam (yang sedikit banyak mengganggu pasokan pangan dan sandang) dan kelangkaan berbagai bahan kebutuhan sehari-hari.

Menurut Pemerintah, kenaikan harga BBM tidak bisa ditunda-tunda terlalu lama, karena harga minyak dunia naik terus, sehingga APBN kita semakin tersedot untuk memberi subsidi harga minyak.

Asumsi Pemerintah memang ada benarnya, karena kebutuhan minyak kita sekitar 1,5 juta barel perhari, sementara produksi cuma 1,1 juta barel per hari (mohon info angka lebih detail). Berarti tiap hari ada kekurangan 0,4 juta barel, dan itu harus diimpor. Itulah yang menyebabkan sebagian anggota masyarakat meminta Pemerintah keluar dari OPEC (Organisasi Negara Pengekspor Minyak), karena Indonesia sebenarnya lebih tepat sebagai pengimpor, bukan pengekspor. Lagi pula, tidak ada manfaat yang dapat dinikmati (toh nyatanya, di beberapa kota, termasuk di ibukota, minyak seringkali juga langka).

Masyarakat menolak rencana Pemerintah menaikkan harga BBM, sementara Pemerintah sudah hampir dapat dipastikan menaikkan harga BBM. Dua pihak sama-sama punya argumen yang kuat. Bedanya, rakyat tidak bisa diturunkan, sedang Pemerintah bisa. Namun bukan itu yang ingin saya bahas di sini. Pertanyaan yang ingin saya jawab adalah: adakah alternatif lain selain menaikkan harga BBM? Jawaban dari saya: pasti ada dan gampang dilaksanakan.

Pertama, jangan berasumsi bahwa semua orang memiliki kemampuan sama dalam membeli BBM (seperti saat ini, pemilik mobil, pemilik sepeda motor, dan kendaraan umum, dianggap sama kemampuannya, jadi semua disubsidi). Kita konsentrasi ke pertamax, premium, dan solar saja ya (sementara minyak tanah, jangan dinaikkan harganya, karena menyangkut hajat hidup rakyat golongan ekonomi lemah). Pertamax silakan saja ditentukan harganya semau gue, karena yang membeli adalah orang yang sudah berkemampuan berlebih. Rata-rata mobil baru berteknologi tinggi, berharga sangat mahal, atau paling tidak ber-cc besar, memerlukan pertamax. Menurut saya, pantaslah harga Pertamax berkisar Rp15.000-Rp20.000 per liter.

Kedua, premium dan solar, harus ada beberapa harga. Untuk kendaraan umum (bis, angkot, taksi, kendaraan ekspedisi, sampai ke bajaj), sepeda motor, kapal, tetaplah dengan harga sekarang (Rp4.500 per liter). Bila mana perlu, kelompok kendaraan inilah yang diberi smart-card, supaya pembelian premium/solar mereka bisa dicatat dan dikendalikan. Kalau tidak dikendalikan, sebuah taksi bisa membeli bensin 500 liter per hari, untuk dijual lagi kepada pihak lain yang tidak mendapat subsidi. Sepeda motor dibatasi 5 liter per hari, kendaraan umum lainnya dibatasi tergantung jenis kendaraannya (Organda dan Dephub bisa lah menghitung batas maksimum pembelian premium per kendaraan per hari; kalau mereka tidak bisa, saya bersedia membantu, kalau tidak ada dana untuk memberi sekadar honor, maulah saya tidak dibayar hiiiksss).

Kendaraan dinas untuk lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, instansi pemerintah (tapi bukan mobil dinas pejabat lho), LSM, silakan saja kalau mau dimasukkan ke dalam kelompok ini.

Nah untuk kendaraan pribadi, entah sedan, entah city car, entah SUV, entah jip, apa pun lah, tidak ada subsidi buat mereka. Oleh karenanya, kalau mereka beli premium, per liter ya Rp7.500 sampai Rp10.000. Tidak usah pakai smart-card segala. Jadi, tugas Pemerintah menjadi sedikit lebih ringan, karena tidak perlu mengurusi (memberi smart-card) sekian juta mobil. Saya sendiri termasuk ke dalam pemilik kendaraan ini, jadi saya juga akan “menjadi korban” usulan saya sendiri.

Lalu apa kira-kira dampak kebijakan perbedaan harga tadi?

1. Pemilik mobil yang boros BBM, bisa saja tetap nekad menggunakan mobilnya, justru mereka semakin bangga, karena BBM semakin mahal, mereka tetap saja naik mobil boros BBM-nya. Atau, kalau mereka sebenarnya juga pas-pasan penghasilannya, mereka akan segera menurunkan jenis kendaraannya, entah ke mobil biasa, entah ganti motor, atau malah… naik kendaraan umum (hmm, mungkin perlu juga lho orang yang ganti dari mobil mewah ke kendaraan umum selama sebulan penuh, diberi penghargaan, lalu diumumkan di media massa, benar kan?). Tidak hanya pemilik mobil mewah, tetapi pemilik mobil pribadi, banyak yang berganti naik kendaraan bermotor.

2. Pemilik sepeda motor (dan mungkin juga pemilik mobil) yang duitnya pas-pasan untuk beli premium, sesekali akan mencoba naik sepeda untuk bepergian ke lokasi yang dekat dengan rumah dan dekat kantor. (Aha, penjualan sepeda akan meningkat, teman2 komunitas Bike to Work semakin buanyak, dan tempat parkir sepeda akan menjamur di mana-mana).

3. Bila nomor 1 terjadi (dan saya yakin akan terjadi), pengguna sepeda motor akan semakin banyak, pengguna mobil akan semakin berkurang. Kota-kota besar yang sering macet jalannya (seperti Jakarta), menjadi berkurang kemacetannya, karena motor lebih sedikit memakan badan jalan dan lahan parkir.

4. Pemilik mobil yang tidak bisa berganti ke sepeda motor akan merencanakan perjalanannya agar lebih efisien. Pemilik sepeda motor yang tidak bisa berpindah ke sepeda, juga melakukan hal yang sama.

5. Hal yang cukup melegakan adalah, tidak ada demonstrasi lagi. Siapa yang akan demonstrasi? Apakah bos-bos berdasi (kalau cowok) atau bersepatu hak tinggi (kalau cewek) akan berdemonstrasi menolak harga Pertamax? Saya yakin, tidak akan lah…

Apakah masalah sudah berakhir? Belum. Masih ada beberapa usulan dari saya.

1. Pemerintah harus menerapkan sistem informasi untuk memungut pajak kepada siapa saja yang mempunya penghasilan di atas PTKP. Sistem informasi ini dapat melacak kegiatan keuangan seseorang, mulai dari membeli mobil, membeli tanah/rumah, mendirikan perusahaan, menyumbang partai, menyimpan uangnya di bank. Sistem yang saya buatkan rancangannya bahkan tidak memerlukan SIN (Single Identity Number), karena proyek itu tidak akan pernah selesai. Saya cukup mengandalkan nama orang dan basis data di masing-masing instansi/lembaga yang mencatat transaksi. Beberapa orang yang menerima suap (seperti pak itu tuh, baik yang hakim, anggota DPR, bupati, dan sebagainya), pasti akan membeli properti kan? Nah, sistem informasi milik Kantor Pajak akan membaca semua basis data setiap bulan, lalu mencocokkan dengan data penyerahan laporan pajak pribadi (SPT). Kalau ada orang bisa beli rumah seharga Rp500 juta tetapi kok pajaknya nihil, akan segera ketahuan. (Baca juga Bagaimana Menghilangkan Korupsi di Indonesia yang ada di https://maswing.wordpress.com/ideas/). Bahkan ide saya, sistem informasi ini MEWAJIBKAN SEMUA ORANG yang menerima pendapatan di atas PTKP untuk melakukan kewajiban pajaknya, sehingga jumlah wajib pajak pribadi akan meningkat drastis (sekarang belum ada 10 juta orang).

Kalau kantor pajak kewalahan bagaimana? Mereka akan terpaksa membuat program komputer yang memungkinkan WP Pribadi melaporkan kewajiban pajaknya melalui Internet. Untuk analisis sederhana (membandingkan dengan penghasilan tahun2 sebelumnya, penghitungan penghasilan berdasarkan properti yang dibeli), komputer bisa melakukannya. Namun untuk penyimpangan2 tertentu, para staf kantor pajak akan memeriksanya.

2. Pemerintah harus mencari energi alternatif. Ada panas bumi, ada angin, ada sungai atau laut, ada sinar matahari hampir sepanjang tahun, semuanya bisa dipakai. Sudah banyak temuan2 yang dilakukan oleh anak negeri ini (misalnya saja temuan sepeda motor dengan bahan bakar air), tetapi tidak mendapat sambutan berarti. Memang hal ini tidak menarik, karena bukan suatu proyek besar, sehingga tidak dapat dibagi-bagi kuenya. Namun, kalau sedikit demi sedikit kita berani melepaskan dari para investor raksasa (yang akhirnya menjajah negeri kita secara ekonomi), maka kita dapat hidup berdikari (Bung Karno: berdiri di atas kaki sendiri). Persetan dengan investor (dan negara) asing. Anak-anak negeri tidak kalah dengan mereka dalam hal pikiran dan kreativitas, tapi memang kalah dalam modal uang. [Sampai di tahap ini, kesampingkan dulu lah tenaga nuklir, meskipun saya tahu itu sangat menjanjikan, tetapi yang untung, lagi-lagi, orang asing pak… negara lain, bukan kita, percayalah]

3. Masih ada ide lain, tapi saya simpan dulu ah, biar posting tidak berkepanjangan, dan saya juga ingin menunggu tanggapan atau ide Anda dulu.

Nah, dapat nilai berapa nih ide saya di atas? Jangan pelit-pelit kasih nilainya ya…😛

28 thoughts on “Cara Menaikkan Harga BBM

  1. artikelnya bagus gan…!
    cuma kondisi kita skg ini kok dilematis ya…
    semuanya serba terbalik…
    trims gan artikelnya

  2. Cuma nambah info aja ya Ghex…:

    Semarang, Jakarta, Pekalongan, dan beberapa kota di pantai utara Jawa, sudah sering kebanjiran bukan karena hujan, tapi karena rob… air laut pasang….

    Tapi, tidak ada upaya apapun menghadapi hal itu. Ngasih pengarahan kek, rencana bikin pager kek… sebagian rumah penduduk sudah hancur, sebagian jalan sudah terendam… tapi… biarin aja dah… terserah lu aja, dulu sapa yg nyuruh lu tinggal di situ… hiiiikss.

  3. INDONESIA BANGKIT “Bangga akan Sakit”

    Ahhh..bentar lagi pasti akan ada perang saudara dinegri ini…Pemerintah VS Rakyat dan Mahasiswa..
    Muslim VS Muslim.. Partai VS Partai.. Ormas VS Ormas..Dunia udah menginjak usia lanjut..tapi Indonesia masih saja seperti anak2..
    Rakyat mau kemana..rakyat mau bagaimana..rakyat tidak tau apa2..kasihan sekali indonesia.
    INDONESIA “BANGKIT” (Bangga akan Sakit)..ya.. sakit…indonesia selalu saja sakit sakitan..
    Kapan engkau sembuh..? kapan dirimu tumbuh dewasa? .. Semua tokoh2 negri ini selalu benar dan semua tokoh2 negri ini selalu salah..
    Jangan saling membenarkan dan jangan saling menyalahkan…
    Kami ingin dewasa..kami ingin tersenyum..kami ingin kedamaian..
    Kami hanya bisa berharap..semoga INDONESIA tidak lagi “BANGKIT”…
    Lihatlah dirimu Indonesia..lihatlah..dimana air matamu..dimana hatimu..
    Jagalah baik2 secuil harapan dari kami rakyatmu..Majulah..Dewasalah..
    Sejujurnya kami masih sayang padamu..
    TUHAN MEMBERKATIMU..wahai Bangsa dan Negriku Tercinta..INDONESIA !

    OGHEX SAKIT !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s