Month: November 2008

Pengalaman Berinternet dengan Smart

Kalau Anda mau download driver ponsel Smart, klik di sini.

Satu lagi tawaran menarik untuk berkoneksi ke Internet, kali ini dari operator seluler Smart. Cukup dengan membayar Rp289.000, Anda sudah mendapatkan satu unit ponsel Haier D1200P berkemampuan 3G (maksimum kecepatan 153 kbps untuk jaringan CDMA 1x), sudah disertai dengan satu baterai ekstra, dan kabel data (USB). Jangkauannya sudah mencakup Jawa Bali dan kota Medan serta dijanjikan oleh Smart akan segera ditambah ke berbagai kota di Sumatera. Di dalam paketnya sudah terisi pulsa Rp10.000 untuk masa aktif 30 hari.

Yang menarik dari tawaran Smart ini adalah koneksi Internetnya disediakan hingga 2 GB per bulan, selama 6 bulan (berarti total 12 GB). Syaratnya, nomor Anda harus aktif, jangan sampai telat mengisi ulang pulsa. Pulsa Rp20.000 pun cukup untuk masa 1 bulan. Kelebihan data akan dikenai tarif Rp 0,275 per kb (bandingkan dengan Matrix Indosat yang memasang tarip Rp0,5 per kb dan Telkomsel Rp12 per kb).

Continue reading “Pengalaman Berinternet dengan Smart”

Saya di Acara Winasis JogjaTV

Acara Winasis di JogjaTV
Acara Winasis di JogjaTV

Pada hari Kamis, 20 November 2008 yang lalu, saya diminta bergabung untuk menjadi nara sumber dalam acara Winasis di JogjaTV. Acara yang membahas masalah-masalah pendidikan di DIY ini menghadirkan Drs. Baskoro Ajie (Kantor Dinas Pendidikan Propinsi DIY), Bapak Frans Budiono (Ketua JogjaIT), dan saya (dianggap sebagai pengamat dan praktisi di bidang pendidikan dan sekaligus TIK). Pemandu acara adalah mbak Sisca. Acara berdurasi satu jam ini dimulai pada jam 15:00.

Tema acara kali ini adalah penggunaan situs http://www.jogjabelajar.org untuk memudahkan proses belajar mengajar di Propinsi DIY. Situs ini sangat menarik, karena belum ada situs sejenis di propinsi lain. Meskipun demikian, masih perlu diperkaya lagi dengan materi-materi lain, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Dari hasil diskusi, dapat disimpulkan banyak pihak yang ingin membantu, baik dari kalangan perguruan tinggi maupun berbagai asosiasi di bidang TIK yang ada di Yogya. Pak Baskoro Ajie menyambut baik ajakan tersebut dan akan mengambil inisiatif untuk mengundang berbagai pihak terkait.

MS Windows 7 Kapan Beredar?

 

Tampilan versi pre-beta MS Windows 7
Tampilan versi pre-beta MS Windows 7

Microsoft sedang menyiapkan sistem operasi terbarunya, yang diperkirakan akan diberi nama MS Windows 7. Versi awalnya yang diberinama “Milestone 1 (M1) code drop”, baik versi x86 maupun x86-64, sudah diedarkan Januari 2008 kepada partner Microsoft. Pada April 2008, tampilan layar (lihat gambar) maupun videonya sudah mulai beredar di kalangan terbatas. Pada April 2008 ini beredar versi M2-nya. Versi M3 mulai beredar bulan September 2008.

 

Menurut beberapa pengamat, misalnya Mary Jo Foley (dari ZD Net) maupun Sthephen Chapman (UX Evangelist), setelah mengamati M3, ternyata mirip dengan Windows Vista. Beberapa interfacenya menggunakan tampilan bergaya ribbon mirip pada MS Office 2007.

Pada 8 Oktober 2008 yang lalu, Microsoft telah membagikan versi pre-beta MS Windows 7 kepada para peserta Professional Development Conference. Ada beberapa perubahan, di antaranya pada antarmuka desktop, tampilan taskbar, dan beberapa pembaharuan lainnya. Versi betanya diperkirakan akan diedarkan pada awal 2009 nanti. Versi finalnya, menurut InternetNews.com, akan beredar sekitar Juni 2009. Kita tunggu saja.

Sementara itu, bagi Anda yang mau download versi pre-betanya, saya berikan link-nya di bawah ini. Ada 21 file masing-masing 100 MB ditambah satu file 80 MB, jadi 2180 MB. Sepertinya Anda harus punya account premium untuk dapat mendownload sebanyak itu, atau, mesti download bareng-bareng dengan teman-teman 😉 Continue reading “MS Windows 7 Kapan Beredar?”

Angka dan Arah sebagai Nama Jalan

Nama pahlawan, nama-nama binatang dan bunga, nama pulau dan gunung, serta nama kerajaan, banyak digunakan sebagai nama jalan di Indonesia. Mungkin tidak ada yang salah dengan itu. Hanya saja, kita menjadi sulit mencari alamat yang kita cari. Misalnya kita mau mencari Jalan Pemuda, sulit bagi kita untuk mengira-ira di mana lokasi jalan itu. Belum lagi di suatu kota, ada berapa nama jalan yang memakai nama bunga, seperti Jalan Mawar atau Jalan Cempaka? Karena hampir di setiap kompleks perumahan, selalu ada nama itu.

Ada cara yang lebih mudah untuk memberi nama jalan, yaitu memakai arah jalan, misalnya Jalan Utara (karena mengarah ke utara), Jalan Selatan, Jalan Timur, dan Jalan Barat. Di negara-negara maju, sangat biasa kita jumpai East Street, West Street, dan seterusnya. Pusat kota, biasanya alun-alun, atau perempatan di tengah kota, bisa dijadikan patokan.

Sebagai contoh, Jalan Malioboro di Yogyakarta, tepat berada di alun-alun utara, maka sebaiknya dinamakan Jalan Utara 1. Semua jalan besar yang membujur ke utara yang ada di barat Malioboro, diberi nomor ganjil, misalnya Jalan Bayangkara, diberi nama Jalan Utara 3, jalan di baratnya lagi dinamai Jalan Utara 5, dan seterusnya. Jalan Mataram (di sebelah timur Jalan Malioboro), diberi nomor genap, sehingga menjadi Jalan Utara 2.

Continue reading “Angka dan Arah sebagai Nama Jalan”

Doctoral Colloqium

 

actg-conf-4-5-nov-2008Hari Selasa-Rabu tanggal 4-5 November 2008, saya mengikuti 2nd Accounting Conference di kampus UI, Depok. Acara tahunan ini diselenggarakan oleh FE UI. Pada kesempatan tahun ini, panitia juga memulai dengan Doctoral Colloqium, yang memberi kesempatan kepada mahasiswa tingkat doktoral untuk memresentasikan proposal disertasi atau penelitiannya.

Sebagai bagian dari civitas akademika FE UI, saya ikut berpartisipasi pada acara tersebut. Ada empat orang mahasiswa yang mengikuti acara 1st Doctoral Colloqium, yaitu Ancella, Erwin Saraswati, Ratna Wardhani, dan saya sendiri. Topik yang saya presentasikan adalah Analisis terhadap Keterlambatan Perusahaan dalam Menyampaikan Laporan Tahunan.

Doctoral Colloqium sangat menganjurkan pesertanya untuk menyampaikan presentasinya dalam bahasa Inggris. Moderator pada sesi yang saya ikuti adalah Dr. Hilda Rossieta, yang kebetulan adalah ko-promotor saya. Peserta yang datang cukup banyak, sekitar 50-an orang yang memenuhi ruangan. Ada satu peserta kehormatan, yaitu Prof. Andrew Stark dari Manchester Business School, yang sangat aktif dalam memberi masukan pada proposal masing-masing presenter.

Selain acara presentasi dan diskusi, sudah barang tentu saya juga bertemu dengan teman-teman dari PIA dan dari luar PIA, karena peserta memang datang dari berbagai penjuru tanah air. Pada malam Rabu, kami dijamu makan malam di restoran Mang Engking yang berada di dalam kompleks UI. Saya sangat puas karena bisa menghabiskan beberapa ekor udang (maksud saya, 8 ekor udang besar-besar…).