Month: December 2008

Pelanggan Butuh Layanan Bernilai Tambah

Salah satu strategi yang banyak dilakukan oleh para operator seluler dalam merebut pasar adalah dengan menawarkan tarip murah. Bahkan seringkali tarip murah ini sampai mengorbankan keuntungan perusahaan, terbukti dari masa berlakunya yang terbatas. Benarkah tarip murah merupakan strategi jitu operator seluler dalam merebut (dan yang lebih penting adalah mempertahankan) pasar? Artikel ini menawarkan strategi lain yang tidak kalah jitunya dibanding strategi tarip murah.

Dalam dunia manajemen, tarip (yang sangat) murah sering juga disebut dengan predatory pricing, yaitu tarip yang ditujukan memang untuk “membunuh” pesaing (Monroe, 2003). Harapannya, dengan tarip murah ini, perusahaan akan mendapatkan banyak pelanggan baru. Pelanggan baru ini bisa berasal dari warga masyarakat yang belum mempunyai ponsel, atau dari pelanggan perusahaan lain yang diharapkan pindah ke perusahaan. Namun hal ini juga membawa risiko, yaitu perusahaan harus membayar mahal, karena meskipun banyak pelanggan baru berdatangan, keuntungan tidak dapat segera dinikmati.

Continue reading “Pelanggan Butuh Layanan Bernilai Tambah”

Advertisements

Sunday Sonten: Acara Orang IT

Seperti yang telah direncanakan sebulan sebelumnya, dan dipersiapkan sejak malam sebelumnya, akhirnya acara Sunday Sonten terlaksana juga. Para panitia Sunday Sonten sudah berkumpul di lokasi acara sejak jam 09:00. Dimulai dengan memasang tenda, mengatur kursi yang mulai dikirim, dan memasang berbagai atribut. Satu hal yang membuat kami dag-dig-dug adalah awan yang berulangkali mampir di atas kami. Kalau hujan, acara bakal terganggu (untunglah sampai acara selesai tidak ada hujan).

Pak Koesdarto membuka secara resmi
Pak Koesdarto membuka secara resmi
Para tamu undangan jadi paham arti 'hacking'
Para tamu undangan jadi paham arti 'hacking'
Para hacker sedang beraksi ditunggui para pawang
Para hacker sedang beraksi ditunggui para pawang

 Jam 17:00, teman-teman dari KPLI (Komunitas Pengguna Linux Indonesia) termasuk rombongan Ubuntu (distro Linux juga nih), komunitas JUG-Joglosemar (Java User Group), komunitas overclock, komunitas hacker, komunitas blog (CahAndong), komunitas animasi dan grafis, tak ketinggalan para pengguna maniak Mac, datang memenuhi undangan kami. Meskipun pengunjung belum banyak, tapi “lapak-lapak” untuk Klithikan IT dan Lesehan IT sudah mulai siap. Demikian juga band indie langsung menghibur panitia dan anggota komunitas dengan musik. Di sela-sela musik, Pak Beny yang suka menipu (tapi yang ditipu malah bahagia) menunjukkan kebolehan bermain sulapnya, tidak hanya di hadapan penonton, tetapi juga mengerjain panitia.

Continue reading “Sunday Sonten: Acara Orang IT”

Sunday Sonten: Persiapan

Tanggal 30 November 2008, JogjaIT mengadakan acara unik yang diberi nama Sunday Sonten. Dalam acara temu muka antara eksponen (komponen) JogjaIT dengan masyarakat Jogja ini, diisi dengan acara-acara yang khas anak muda Jogja. Beberapa fotonya ada di halaman ini. Cerita persiapan ada di bagian bawah, sedang cerita lengkap acaranya, ada di halaman (posting) lain.

Para petinggi JogjaIT dan Sunday Sonten
Para petinggi JogjaIT dan Sunday Sonten
Iya yang, mas lagi dipoto nih
Iya yang, mas lagi dipoto nih
Di bawah mobil ini, ada komputernya gak sih?
Di bawah mobil ini, ada komputernya gak sih?
-(
Kursi ringan pun diangkat berdua 😦
-P
Wajah sih serem, tapi kan otaknya cerdas
     Acara tersebut adalah:
  • Gandrung IT: acara yang menyebabkan masyarakat mulai mencintai IT, yang dicoba melalui sulapan, musik, dan sapaan akrab dari para panitia.
  • Lesehan IT: acara makan-minum dengan suasana “jalanan”, ada angkringan dengan nasi kucingnya, ada Papa Rons pizza, ada Hiu Wijaya. Makanan yang sudah enak, jadi tambah enak kalau kita makan bersama teman2 kita.
  • Klithikan IT: ajang jualan berbagai perangkat yang berhubungan dengan IT.
  • Glenikan IT: ajang diskusi, tukar-pikiran, tanya-jawab, antara hadirin dengan komunitas IT yang antusias memperkenalkan diri mereka.
  • Umuk IT: yaitu ajang unjuk kebolehan anggota kami. Malam ini kami menampilkan kegiatan hacking, atau menguji keamanan beberapa situs. Hacking ditunjukkan secara langsung (live) seperti suasana pelajaran di kelas.
Ternyata, pengunjung sangat antusias mengikuti acara ini. Acara dilangsungkan di Balai Bisnis (milik Dinas Perindustrian dan Koperasi Provinsi DIY) yang berlokasi di Jln. Laksda Adisucipto (seberang Ambarrukmo Plaza yang megah itu). Acara memang sengaja dibuat di luar ruang, di bawah tenda-tenda, karena kami para “aktivis IT” sudah terbiasa mengikuti acara IT di dalam ruang ber-AC yang mewah. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa kami tidak eksklusif, dan tetap menyukai suasana keakraban, guyub, gayeng, tapi tetap ada nilai tambah.
Pak Mono yang empunya Balai Bisnis
Pak Mono yang empunya Balai Bisnis
Inilah lokasi kegiatan Sunday Sonten
Inilah lokasi kegiatan Sunday Sonten
Ketua Panitia suka mindahin tenda lho
Ketua Panitia suka mindahin tenda lho

Foto-foto persiapan acara Sunday Sonten, saya muat di sini, sehingga Anda semua, baik panitia, rekanan yang ikut men-sukses-kan acara, pengunjung langsung Sunday Sonten, maupun Anda yang tidak bisa hadir langsung, bisa melihat beberapa fotonya di sini. Monggo kalau mau dinikmati. (Foto-foto lain akan segera ditambahkan).

Komunitas Linux dan Ubuntu
Komunitas Linux dan Ubuntu
   
Komunitas animasi dan grafik 3D
Komunitas animasi dan grafik 3D

Broom vs Smart: Cepat Mana?

Setelah beberapa hari memakai koneksi Internet melalui Smart dan hampir satu bulan memakai Broom, saya bisa menyimpulkan ternyata Smart bisa unggul dibanding Broom. Padahal, Smart dijanjikan oleh operatornya (Smart), berkecepatan maksimum 153 KBPS (karena menggunakan jaringan 3G CDMA 1x), sedangkan Broom dijanjikan oleh operatornya (Indosat M2) berkecepatan maksimum 284 KBPS (juga berkecepatan 3G). Mestinya kecepatan Smart hanya setengah kecepatan Broom. Tapi bagaimana kenyataannya?

Beberapa hari terakhir ini saya memakai keduanya. Puncaknya pada Senin, 1 Desember 2008, saya coba tes koneksi keduanya dengan fasilitas yang ada di http://www.indosatm2.com. Pertama, saya memakai Broom, ternyata setelah saya klik “Begin Test”, ada proses berjalan sebentar, lalu 10-15 menit tidak selesai juga tesnya (awal bulan yang lalu hanya butuh 1 menitan langsung keluar hasilnya). Saya ulangi lagi, juga seperti itu hasilnya, tidak bisa selesai. Dugaan saya, ini menandakan terlalu lambatnya koneksi Broom. Kedua, saya lakukan hal yang sama dengan Smart. Ternyata, hasilnya keluar (dan beberapa saat kemudian saya coba dengan Speedy). Berarti, kali ini, Smart lebih unggul dibanding Broom.

Tes kecepatan dgn Smart
Tes kecepatan dgn Smart

 

Tes kecepatan dgn Speedy
Tes kecepatan dgn Speedy

 

Continue reading “Broom vs Smart: Cepat Mana?”