Broom vs Smart: Cepat Mana?

Setelah beberapa hari memakai koneksi Internet melalui Smart dan hampir satu bulan memakai Broom, saya bisa menyimpulkan ternyata Smart bisa unggul dibanding Broom. Padahal, Smart dijanjikan oleh operatornya (Smart), berkecepatan maksimum 153 KBPS (karena menggunakan jaringan 3G CDMA 1x), sedangkan Broom dijanjikan oleh operatornya (Indosat M2) berkecepatan maksimum 284 KBPS (juga berkecepatan 3G). Mestinya kecepatan Smart hanya setengah kecepatan Broom. Tapi bagaimana kenyataannya?

Beberapa hari terakhir ini saya memakai keduanya. Puncaknya pada Senin, 1 Desember 2008, saya coba tes koneksi keduanya dengan fasilitas yang ada di http://www.indosatm2.com. Pertama, saya memakai Broom, ternyata setelah saya klik “Begin Test”, ada proses berjalan sebentar, lalu 10-15 menit tidak selesai juga tesnya (awal bulan yang lalu hanya butuh 1 menitan langsung keluar hasilnya). Saya ulangi lagi, juga seperti itu hasilnya, tidak bisa selesai. Dugaan saya, ini menandakan terlalu lambatnya koneksi Broom. Kedua, saya lakukan hal yang sama dengan Smart. Ternyata, hasilnya keluar (dan beberapa saat kemudian saya coba dengan Speedy). Berarti, kali ini, Smart lebih unggul dibanding Broom.

Tes kecepatan dgn Smart
Tes kecepatan dgn Smart

 

Tes kecepatan dgn Speedy
Tes kecepatan dgn Speedy

 

Hasil tes ini membuktikan dugaan saya, karena membuka beberapa situs dan blog, banyak yang tidak berhasil. Dengan Smart, ada satu dua yang berhasil, dengan Broom, hampir tidak ada yang bisa terbuka dengan sempurna. Meskipun demikian, keduanya membuat saya jengkel, karena setiap kali membuka situs, harus menunggu sampai belasan menit, tidak keluar juga tampilannya. Ternyata, masih mendingan Speedy. Hampir semua situs bisa saya buka.

Sekadar perbandingan buat Anda yang sedang bingung memilih koneksi Internet, lihat perbandingan ketiganya (yang saya pakai untuk ber-Internet-ria):

  • Broom (Indosat M2) per bulan Rp100.000, masa tenggang 180 hari atau 6 bulan, data akses 2 GB (dengan kecepatan maksimum 284 KBPS dan bila lebih, kecepatan akan diturunkan menjadi 64 KBPS). Kelebihan per KB akan dikenai biaya Rp0,275 (paling murah saat ini). Anda harus membeli modem 3G (atau bisa juga memakai ponsel berfungsi sebagai modem 3G). Bagusnya, Anda tidak harus membayar koneksi tiap bulan, karena punya waktu tenggang sampai 6 bulan. Jadi kalau bulan depan Anda tidak aktif memakai Internet, Anda tidak perlu mengisi pulsa (bisa dengan semua pulsa Indosat), sampai 6 bulan. Selain itu, meskipun Anda sudah melewati kuota 2GB, masih tetap dapat memakai Internet, yang meskipun lambat, cukup lah untuk berchattingria dengan relasi Anda. Jeleknya, daerah yang dijangkau layanan 3G hanya di kota-kota besar, sehingga bila Anda berada di luar jangkauan 3G, Anda hanya akan mendapat koneksi via GPRS (yang pasti jauh lebih lambat). Entah jelek entah bagus, nomor Broom tidak dapat dipakai untuk telpon dan SMS, jadi hanya untuk Internet.
  • Smart (Smart) per bulan cukup Rp20.000 untuk menjaga agar nomor Anda aktif. Selama nomor aktif, Anda akan mendapat koneksi 2 GB per bulan dengan kecepatan 3G CDMA (153 KBPS). Kalau Anda sudah memakai jatah 2GB ini sebelum satu bulan, maka Anda harus mengisi pulsa lebih banyak, karena tagihan Anda menjadi Rp0,275 per KB (kalau Anda mengunduh sebuah lagu MP3 seukuran 3MB, berarti Anda harus membayar 3.000 KB x Rp0,275 atau Rp 825; tidak terlalu mahal lah). Bagusnya, jatah 2GB akan berlaku selama 6 bulan dan harga yang harus Anda bayar sebesar Rp289.000 untuk membeli ponsel Haier (bawaan Smart), sangat murah. Jeleknya, tidak semua daerah juga terkover layanan 3G, meskipun oleh Smart dijanjikan Jawa-Bali sudah tercakup. 
  • Speedy (Telkom) tarip bulanan yang saya bayar adalah Rp100.000, untuk koneksi 50 jam dan kecepatan maksimum 384 KBPS. Kelebihan pemakaian per jam akan dikenai tarif Rp1.500 (murah juga sih bila dibanding di warnet). Sudah hampir setahun saya berlangganan Speedy dan selama ini cukup senang memakainya, terutama untuk keperluan pengunduhan file berukuran besar. Susahnya, Speedy hanya bisa dipakai di rumah, karena menggunakan kabel dari Telkom. Meskipun demikian, di rumah saya sudah saya jadikan hotspot, jadi seluruh anggota keluarga bisa memakai koneksi Internet.

Saran saya bagi Anda yang sedang memilih koneksi Internet, sebisa mungkin cobalah dulu layanan yang Anda pilih di tempat Anda (terutama Broom dan Smart). Paling mudah ya ajaklah teman untuk makan rujak (atau makanan kesukaan dia lainnya) di rumah Anda, lalu cobalah koneksi ke Internet beberapa menit. Kalau Anda bisa menerima “segala kekurangannya”, barulah Anda memutuskan untuk membeli (atau tidak).

Update:

Saya sudah mencoba di daerah ini, semuanya tidak ada sinyal: Kaliurang (Wisma Merbabu); daerah Sukoharjo (sebelum UII Jln. Kaliurang); daerah Gowok (selatan Ambarrukmo Plaza).

Daerah berikut ini ada sinyal: Rumah makan Tojoyo Jln. Solo, Rumah makan nasi goreng Oni Jln. Sultan Agung (timur makam Taman Pahlawan).

57 thoughts on “Broom vs Smart: Cepat Mana?

  1. Yah, memang ada yang kecewa berat karena sama sekali tidak bisa memakai Smart-nya, tapi ada juga yang bisa memanfaatkannya dengan baik. Saya di pinggir selatan kota Yogya, kadang masih bisa main facebook dengan Smart…. yah, lumayan lah😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s