Sunday Sonten: Acara Orang IT

Seperti yang telah direncanakan sebulan sebelumnya, dan dipersiapkan sejak malam sebelumnya, akhirnya acara Sunday Sonten terlaksana juga. Para panitia Sunday Sonten sudah berkumpul di lokasi acara sejak jam 09:00. Dimulai dengan memasang tenda, mengatur kursi yang mulai dikirim, dan memasang berbagai atribut. Satu hal yang membuat kami dag-dig-dug adalah awan yang berulangkali mampir di atas kami. Kalau hujan, acara bakal terganggu (untunglah sampai acara selesai tidak ada hujan).

Pak Koesdarto membuka secara resmi
Pak Koesdarto membuka secara resmi
Para tamu undangan jadi paham arti 'hacking'
Para tamu undangan jadi paham arti 'hacking'
Para hacker sedang beraksi ditunggui para pawang
Para hacker sedang beraksi ditunggui para pawang

 Jam 17:00, teman-teman dari KPLI (Komunitas Pengguna Linux Indonesia) termasuk rombongan Ubuntu (distro Linux juga nih), komunitas JUG-Joglosemar (Java User Group), komunitas overclock, komunitas hacker, komunitas blog (CahAndong), komunitas animasi dan grafis, tak ketinggalan para pengguna maniak Mac, datang memenuhi undangan kami. Meskipun pengunjung belum banyak, tapi “lapak-lapak” untuk Klithikan IT dan Lesehan IT sudah mulai siap. Demikian juga band indie langsung menghibur panitia dan anggota komunitas dengan musik. Di sela-sela musik, Pak Beny yang suka menipu (tapi yang ditipu malah bahagia) menunjukkan kebolehan bermain sulapnya, tidak hanya di hadapan penonton, tetapi juga mengerjain panitia.

Salah satu tampilan proses menghack situs
Salah satu tampilan proses menghack situs
Ah yang penting kita berduaan aja semalem ya mas...
Ah yang penting kita berduaan aja semalem ya mas...
Penonton mencatat cara meng-hack sebuah situs
Penonton mencatat cara meng-hack sebuah situs

Sekitar magrib, peserta dan tamu sudah mulai berbaur. Semua anggota panitia yang sepakat mengenakan baju sorjan (berkain lurik, khas Jogja), mulai merasa tenang, karena acara unik yang baru pertama diselenggarakan di Indonesia ini, akhirnya mulai berjalan mengalir begitu saja, sesuai dengan rencana yang telah kami susun bersama.

Pada jam 19:00, acara secara resmi dibuka oleh Pak Koesdarto, Kepala Kanwil Disperindagkop DIY. Saya diminta oleh teman2 lain memberi sambutan dan sekaligus laporan panitia. Setelah dibuka, beberapa komunitas kita sediakan waktu untuk menjelaskan jati diri mereka dan kegiatan yang mereka tekuni. Di sela-sela peresentasi, juga dibagikan puluhan hadiah (door prize) persembahan dari Telkomsel (terima kasih ya mbak Lusi dan Telkomsel, jangan kapok lho).

Gandrung IT pakai musik dong
Gandrung IT pakai musik dong
Glenikan IT di komunitas CahAndong
Glenikan IT di komunitas CahAndong
Agar adem, PC harus ngligo juga mas...
Agar adem, PC harus ngligo juga mas...

Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu para penggembira dimulai pada jam 20:00, yaitu “Njebol Web Bareng-bareng”. Kita ajukan dua anggota dari komunitas hacker, masing-masing dengan code name Dianet dan Rachmat (mereka bukan penjahat lho Pak Pulisi, jadi jangan ditangkap, karena ini acara kami, bertujuan memberitahu khalayak bahwa banyak web masih tidak diberi pengaman yang cukup). Saya dan Mas Aat mendampingi para hacker dan saling bertanya-jawab, sehingga penonton paham apa yang sedang dikerjakan.

Menurut tim hacker, website yang paling mudah dijebol adalah web milik Pemerintah (becirikan *.go.id)…!!! Hayo, para petinggi pemerintah kita, jangan merasa lega dengan situs Bapak/Ibu sekalian, karena dalam demo-nya malam itu, kedua hacker kami berhasil memasuki sistem administrator hanya dalam 15 menit! Ya, sebentar sekali. Setelah masuk, kami tidak melakukan apapun, tetapi pengunjung bertepuk tangan (padahal mereka banyak yang mencatat apa yang kami lakukan lho…). Ssst, situs yang kami jadikan kelinci percobaan adalah situs sebuah kabupaten di Jawa Timur dan situs sebuah Departemen. Tidak dapat dibayangkan bila hacker-hacker kami adalah hacker beraliran hitam, pastilah dengan mudah merusak isi situs yang dijebol.

Acara masih dilanjutkan dengan sulap, makan malam, musik, dan glenikan lagi. Malam itu kami para panitia merasa sangat puas dan lega, dan kayaknya juga pengunjung. Bagi Anda yang tidak sempat hadir, demikianlah garis besar acara kami yang diberi judul “Sunday Sonten”. Setelah kami mengevaluasi secara sekilas, muncul ide untuk menjalankan acara ini selapan (35 hari) sekali, misalnya pada hari Minggu Kliwon, jadi nanti judulnya Sunday Kliwon Sonten… hehehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s