Akankah WiMax Membunuh Ponsel?

KR 10 Agt 2009. Kemampuan ponsel memanfaatkan jaringan nirkabel terus meningkat. Diawali dengan infrared yang memaksa ponsel harus dihadapkan pada perangkat pasangannya, disusul dengan Bluetooth yang bisa berkomunikasi bebas hingga jarak ideal 10 meter. Setelah itu ada wi-fi yang bisa menjangkau jarak 100 meter. Nah, WiMax, teknologi yang lebih baru lagi, dapat menjangkau 1-2 km! Sudahkah ada perangkat yang memiliki koneksi WiMax?

Nokia N810, mirip ponsel, padahal bukan.
Nokia N810, mirip ponsel, padahal bukan.

Sepertinya sekarang ini produsen ponsel sedang berlomba-lomba menghadirkan jagonya yang akan dipilih oleh para konsumennya. HTC baru saja mengenalkan seri T8290 yang bentuknya mendekati iPhone, kecuali sudutnya yang siku-siku. Layarnya memenuhi bagian depan dengan teknologi layar sentuh. Hampir semua jenis koneksi, bisa dijangkau oleh T8290, mulai dari Bluetooth, wi-fi, hingga WiMax. HTC sendiri juga sedang menyiapkan perangkatnya yang memiliki teknologi 4G yang diharapkan akan mulai ramai dikenalkan ke pasar tahun 2010 nanti.

LG juga tidak mau ketinggalan dengan produknya yang diberi label KC1. Tidak seperti T8290, KC1 masih berbentuk konvensional, yaitu bentuk candybar atau batangan, di bagian atas ada layar dan di bawahnya ada numeric pad. Yang agak mengherankan para pengamat adalah sistem operasi yang digunakan masih Windows Mobile 5, padahal saat ini sudah banyak ponsel dan PDA berbasis WM 6, bahkan beberapa sudah mengadopsi WM 6.1. Namun banyak pihak yakin bahwa LG akan segera menyediakan kemampuan upgrade ke sistem baru WM 6.1 segera.

Kabarnya, iPhone juga sedang mengendap-endap untuk memasarkan seri WiMaxnya ke Korea. Maklum saja, negeri ini termasuk pelopor dalam mengembangkan teknologi komunikasi nirkabel tercepat saat ini, meskipun di Korea dinamai WiBro atau Wireless Broadband. Berita ini belum dapat dikonfirmasi.

Nokia N810

Berbeda dengan HTC dan LG yang selama ini memang bukan trend-setter di bidang ponsel, Nokia juga telah memasarkan seri N810 yang sudah dilengkapi dengan WiMax. WiMax merupakan singkatan dari Worldwide Interoperability for Microwave Access dan merupakan komunikasi nirkabel dengan standar IEEE 802.16. Sekadar pembanding, wi-fi menggunakan standar 802.11.

WiMax bekerja pada frekuensi 2.3 GHz dan memiliki jangkauan sekitar 1-2 km dengan kemampuan mengunduh file dengan kecepatan maksimum 10 MB per detik, atau pada kecepatan rata-rata 2 MB per detik. Dengan kecepatan yang segegas ini, WiMax diprediksi bakal menggusur berbagai perangkat dengan kecepatan di bawahnya, seperti wi-fi, Bluetooth, apalagi sekadar infra-red.

Selain itu, WiMax tidak hanya akan dimanfaatkan untuk berkelana ke dunia maya oleh para peselancar, tetapi juga dipakai untuk komunikasi multimedia, yaitu komunikasi berbasis video. Sudah barang tentu juga dapat dipakai untuk bertransaksi baik melalui phone-banking, sms-banking, maupun Internet banking.

WiMax diyakini para pengamat dapat mengungguli 4G yang sekarang juga sudah digadang-gadang oleh konsorsium di ITU untuk menggantikan 3G (dan 3.5G yang tidak resmi) itu. Kalau keduanya sama-sama menjanjikan kecepatan tinggi tanpa kabel, berarti masalahnya hanya soal waktu. Siapa yang duluan keluar dan dikenal publik, bisa jadi akan memenangkan perlombaan ini.

Nokia tidak mau keduluan dengan segera mengenalkan seri N810. Produk dengan model geser atau sliding ini diluncurkan di Chicago, Baltimore dan Washington pada musim Semi lalu dan mendapat tanggapan bagus dari pengamat.

N810 menggunakan prosesor Texas Instruments OMAP 2420 berkecepatan 400 MHz, dengan RAM DDR 128 MB, 256 MB flash, 2 GB internal flash memory, plus memori eksternal hingga 8 GB. Meskipun sekarang sudah ada beberapa perangkat yang bisa menampung hingga 16 GB, namun Nokia yakin bahwa 8 GB masih lebih dari cukup.

Luas LCD 4.13 inci dengan resolusi 800×480 dan kedalaman warna 64 KB, port USB 2.0, webcam, dan sebuah GPS. Selain sebagai piranti keluaran, layar N810 juga berfungsi sebagai piranti masukan karena memiliki sensor touch-screen. Namun bila pemakainya terbiasa dengan keypad konvensional, tinggal menggeser bagian bawahnya untuk mengeluarkan sederetan keypad QWERTY. Namun untuk pengguna karakter bahasa Cina, mau tidak mau memang harus menuliskannya di layar sentuhnya.

Ketahanan baterainya lumayan juga, karena dapat mencapai 14 hari. Namun bila dinyalakan koneksi wi-finya, durasi ini akan terpotong menjadi 5 hari saja, bahkan bila diaktifkan WiMaxnya, tinggal 4 hari saja. Itu bila tidak dipakai, namun hanya dalam kondisi siaga. Tetapi bila Anda memakai browsing Internet di jalur WiMax secara terus-menerus, baterai hanya bertahan 4 jam. Namun ingat, waktu 4 jam (atau 14.400 detik) sudah cukup bagi Anda. Untuk mengunduh 1 film DVD berkapasitas maksimum 4 GB (4.096 MB) Anda hanya butuh waktu 35 menit pada kecepatan biasa 2 mbps atau hanya 7 menit pada kecepatan maksimum 10 mbps. Sudah barang tentu koneksi WiMax sangat tidak cocok untuk chatting, apalagi dengan keyboard kecil.

Nokia memang mengandalkan N810 untuk berselancar di dunia Internet. Namun bila tidak ada koneksi WiMax (802.16), N810 masih dapat terkoneksi ke Internet melalui jalur wi-fi (802.11 dan 802.12) atau meminjam jalur Internet dari ponsel lain melalui koneksi Bluetooth. Sudah barang tentu kecepatannya akan menurun mengikuti jalur komunikasi yang digunakan.

Kemampuan komunikasi suara justru mengandalkan koneksi gratisan melalui teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol) seperti Skype, Google Talk, dan Gizmo5. Sedangkan komunikasi tertulis tetap mengandalkan Instant Messenger seperti Yahoo Messenger dan sekutu-sekutunya. Karena bisa terhubung ke Internet, berarti untuk e-mail juga tidak ada masalah.

Sistem operasinya juga agak baru, karena kali ini Nokia bersedia memakai Linux, padahal sebelumnya selalu menggunakan Symbian. Linux merupakan sistem operasi gratis yang biasa dipakai untuk komputer. Nokia juga melengkapi N810 dengan berbagai perangkat tambahan, seperti kamera, GPS, speaker, koneksi ke PC, sarung atau dompet, dan berbagai buku petunjuk.

Ada apa dengan N810?

Eit, tunggu dulu. Coba perhatikan sosok N810. Di sana tidak ada sinyal indikator operator seluler, tidak ada tombol dial seperti layaknya pada ponsel. Lalu disebut apakah N810 kalau bukan ponsel?

Ya, N810 memang lebih dekat sebagai MID atau Mobile Internet Device. MID adalah perangkat untuk mengakses Internet. Bukankah ponsel kelas menengah ke atas sekarang bisa mengakses Internet, termasuk Facebook dan Yahoo Messenger? Ya, tetapi dengan layar yang terbatas dan seringkali dengan keypad yang sangat rapat dan kecil, sehingga tidak nyaman untuk menulis meskipun hanya sekadar SMS.

Nah, Nokia ingin membalik semua itu, dengan mengeluarkan perangkat N810nya ini. Diberi seri N agar calon pembeli menganggap bahwa seri ini setara dengan seri kelas atas Nokia lainnya, termasuk yang terbaru adalah N97. N810 memang perangkat khusus untuk mengakses Internet berkecepatan tinggi, atau lebih tepatnya, sangat tinggi. Keperluan download file-file besar, video streaming, multimedia, apalagi sekadar chatting dan berbicara jarak jauh, tidak menjadi masalah.

Bagaimana pembeli memakai N810? Memang saat ini layanan WiMax belum banyak, apalagi di Indonesia. Kalau pun toh ada, pasti dimulai dari layanan berbayar, seperti halnya 3G dulu. Namun dalam perkembangannya nanti, WiMax akan semakin menyebar, seperti layanan wi-fi atau hotspot saat ini yang sudah banyak tersedia di berbagai daerah.

Kalau begitu, dengan perangkat N810 dan koneksi nirkabel WiMax, seseorang bisa berbicara dengan pemakai lainnya tanpa layanan dari operator seluler? Ya! Nah, berarti N810 dengan WiMax dapat menggeser peran operator seluler.

Bisakah operator seluler gulung tikar gara-gara N810? Meskipun kemungkinannya kecil, tetapi bisa saja hal itu terjadi. Apalagi bila produsen lain selain HTC, LG, dan Nokia, juga membuat perangkat berkemampuan WiMax, dengan harga semakin bervariasi, maka pemakainya akan semakin banyak. Mereka akan berkomunikasi melalui jalur WiMax.

Tetapi bagaimana dengan koneksi WiMax-nya? Mungkin yang paling tepat untuk menawarkannya adalah para operator seluler, daripada keduluan pihak lain. Kalau sampai keduluan pihak lain, taruhannya adalah gulung tikar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s