Ponsel Cina Tebar Pesona

KR, 31 Juli 2009 dan https://maswing.wordpress.com. Berdasar bentuknya, saat ini ada tiga ponsel yang ditiru oleh merek-merek lain, yaitu BlackBerry, iPhone, dan Nokia. Bahkan bentuk iPhone, diakui atau tidak, diikuti oleh BlackBerry maupun Nokia. Namun kini, ketiga merek tersebut menjadi trendsetter bentuk ponsel dan diikuti oleh banyak merek lainnya.

HT G30 sangat mirip Nokia E71
HT G30 sangat mirip Nokia E71

Bentuk yang paling fenomenal adalah iPhone, karena di sekujur tubuhnya, tidak dijumpai tombol, kecuali tombol on-off. Semua tombol dapat dimunculkan di hampir semua permukaannya yang merupakan layar tampilan, padahal ponsel-ponsel lain pada awal kelahiran iPhone, masih terdiri atas separoh layar dan separoh bagian lainnya untuk keypad atau sederetan tombol.

Disain iPhone sudah dimulai sejak kelahiran iPod, alat pemutar musik dan video, juga keluaran Apple Inc yang dikomandani oleh Steve Jobs yang memang sangat kreatif. Di pasar hiburan, iPod juga ditiru luar dalam oleh banyak merek dan kini sudah menjadi standar perangkat multimedia portabel. Beberapa mobil mewah sudah menyediakan koneksi iPod untuk perangkat hiburannya. Dari iPod berlanjut ke iPhone dengan bentuk dan fitur yang masih senada.

Nokia E63 dan E71 yang dijiplak oleh HT G30.
Nokia E63 dan E71 yang dijiplak oleh HT G30.

Kini baik BlackBerry, Nokia, dan bahkan merek-merek lokal lainnya, sudah banyak yang meniru habis teknologi iPhone. Selain ciri khasnya yang hanya didominasi oleh layar, juga ada kemampuan akselerometer (untuk mengubah tampilan berdasarkan posisi ponsel), multitouch (dapat menerima perintah melalui sentuhan di beberapa bagian layar), dan kemampuan multimedia –yang agaknya masih sulit ditandingi oleh merek-merek lain.

Tiruan BlackBerry dan Nokia

Di sisi lain, BlackBerry dan Nokia juga ditiru oleh puluhan merek lainnya, khususnya dari bentuknya. BlackBerry yang baru dua tiga tahun belakangan ini mengadopsi bentuk yang modis, membuatnya laris manis. Sebelumnya, bentuk BlackBerry sangat tidak menarik, meskipun kemampuan koneksinya sudah handal sejak kelahirannya dulu. Bahkan seri Pearl yang mengadopsi model flip atau lipat, hingga saat ini kurang laku di pasaran, karena memang bentuknya yang kurang cantik, bahkan terkesan nggedibel alias tebal dan lebar.

Nokia yang sudah lebih dulu menguasai pasar ponsel di seluruh dunia, memiliki banyak model, baik dari tingkat pemakai sederhana hingga tingkat eksekutif. Bentuk Nokia yang banyak ditiru oleh ponsel lain adalah seri Communicator (seri N) dan seri Excecutive-nya (seri E).

Lihat saja misalnya Nexian yang baru-baru ini mengeluarkan seri GX-900 yang dibundel bersama operator XL dan GX-911 yang dibundel bersama Indosat. Bentuk kedua ponsel tersebut persis BlackBerry. Bahkan kedua merek papan atas, Motorola dan Samsung masing-masing mengeluarkan seri Q8-Q9 serta C6625. Belum lagi merek-merek lokal lainnya, bahkan ada yang mengatakan produk Cina. Mereka tidak tedeng aling-aling lagi menjiplak kesuksesan BlackBerry, sampai-sampai mereknya pun dibuat BlueBerry dengan bentuk huruf yang sama dan logo yang cuma dibalik bintik kiri dan kanannya.

Nokia juga tidak luput dari tiruan para penjiplak. Lihat saja merek IMO yang merilis ponsel berbentuk sama persis dengan E90 yang legendaris itu. Atau yang paling anyar adalah HT seri G30 yang merilis ponsel dengan bentuk tidak berbeda jauh dari Nokia E71 yang ramping, tipis, dan cantik itu.

Bagi konsumen terutama yang memiliki anggaran mepet, tidak bisa membeli produk aslinya tetapi asal dapat membeli produk serupa tentu sudah merupakan kebahagiaan tersendiri. Apalagi sekarang sudah tersedia dompet atau karet pelindung, yang mestinya ditujukan untuk produk asli, tapi sekarang diisi dengan produk yang mirip-mirip. Jadi kalau pas rapat atau kumpul dengan para kolega, seseorang berani menaruh ponselnya di atas meja, karena memakai dompet Nokia E71, padahal di dalamnya berisi HT G30 yang harganya cuma seperempat produk Nokia.

Keunggulan Ponsel Cina

Meskipun tiruan, tidak berarti ponsel lokal atau ponsel (buatan) Cina dapat dianggap remeh. Para produsennya sangat menyadari bahwa barang tiruan selalu lebih jelek dibanding aslinya. Tetapi tunggu dulu, mereka menambahkan fitur-fitur yang bahkan tidak dimiliki oleh ponsel-ponsel pintar kelas atas.

Lihat saja kemampuan rata-rata ponsel lokal dan ponsel Cina. Pertama, mereka mampu diisi dua bahkan tiga kartu sekaligus dan semuanya on. Menurut sebuah penelitian, lebih dari 65% pengguna ponsel memiliki dua kartu atau lebih, sehingga klaim para operator bahwa jumlah pengguna ponsel di Indonesia ada 160 juta orang, sangat diragukan kebenarannya. Kalau kartu terjual mungkin benar. Nah, bagi pengguna multikartu, tersedianya satu ponsel yang dapat menelan dua-tiga kartu ini tentu sangat menghemat pembelian ponsel dan sekaligus praktis membawanya. Meskipun di sisi lain juga sangat riskan, karena begitu rusak atau hilang, maka komunikasi langsung terhenti. Itulah sebabnya sebagian orang masih memilih untuk membawa beberapa ponsel sekaligus.

Kedua, ponsel lokal dan ponsel Cina banyak yang memiliki kemampuan untuk menerima siaran radio dan siaran televisi. Jarang sekali ponsel kelas atas memiliki kemampuan ini. Meskipun melihat siaran televisi di layar kecil sangat tidak nyaman dan memboroskan baterai, tapi ya lumayanlah, kalau ada informasi breaking news seperti teror bom kemarin, dapat langsung mengikutinya di manapun berada (asal ada siaran televisi lho). Yang lebih hebat lagi, siaran radio atau televisi tersebut dapat diprogram untuk direkam pada waktu yang telah ditentukan. Kapan ya ponsel pintar memiliki kemampuan seperti ini?

Ketiga, ponsel lokal dan ponsel Cina rata-rata memiliki koneksi pengisian baterai yang seragam, yaitu miniUSB, sehingga kalau charger rusak, pemilik dapat menggantinya dengan mudah. Bahkan dapat mencolokkannya ke komputer untuk mengisi baterai. Bisa juga memakai charger di mobil. Pendek kata, benar-benar praktis.

Nah, keunggulan-keunggulan tersebut mampu mendongkrak harga pasarnya di atas banderol resminya. Lihat saja Nexian GX900 dan 911 yang resminya Rp999.000 tetapi di pasaran bisa laku Rp1,3 hingga Rp1,4 juga hingga hari ini. Demikian juga dengan HT G30 yang harga di labelnya adalah Rp990.000, tetapi di toko-toko baru akan dilepas kalau pembeli menyodorkan Rp1,3 juta ke penjualnya. Ini tentu fenomena menarik yang biasanya hanya terjadi pada satu dua seri ponsel mewah seperti Nokia seri E dan N. Kenaikan harga ini sulit dijumpai pada ponsel BlackBerry atau iPhone sekalipun!

Apa yang Kurang?

Memang ada yang kurang dari ponsel-ponsel Cina. Pertama adalah kualitasnya yang masih jauh dari harapan. Keypad yang tidak lunak ketika disentuh dan huruf hilang, adalah penyakit yang layak dijumpai. Belum lagi warna yang mengelupas setelah beberapa bulan dipakai. Demikian juga dengan mutu kamera, tampilan gambar dan video yang masih ala kadarnya, menjadi kendala untuk meraih sukses besar. Namun untunglah harga masih sangat terjangkau.

Fungsi lain yang jarang dijumpai adalah kemampuannya untuk dihubungkan dengan komputer, terutama untuk sinkronisasi data. Bagi pemakai yang sudah memiliki data kontak cukup banyak, tentu pekerjaan yang menyebalkan kalau harus menginput ulang satu-satu. Idealnya, mereka cukup memindahkan datanya dari ponsel lama ke komputer, lalu dari komputer dipindahkan ke ponsel barunya yang buatan Cina.

Salah satu ponsel yang memiliki kemampuan koneksi dengan komputer adalah HT seri G30 yang baru dikenalkan kepada masyarakat setelah pilpres Juli kemarin. Ponsel ini menyediakan CD yang berisi driver modem dan program PhoneSuite. Driver modem diperlukan bila G30 akan dipakai untuk koneksi ke Internet melalui komputer, meskipun koneksi langsung di ponselnya juga bisa.

Sedang program PhoneSuite dapat dipakai untuk dua hal. Pertama, memindah data dari dan ke komputer, sehingga pemakai tidak perlu menginput ulang. Bahkan G30 sudah dapat berkomunikasi dengan MS Outlook 2010, sementara ponsel pintar lainnya baru sampai pada MS Outlook 2003 dan satu dua yang bisa membaca versi 2007. Kedua, program untuk mengirim dan menerima SMS dari komputer berbasis MS Windows. Jadi kalau Anda sering mengirim puluhan bahkan ratusan SMS, sangat nyaman menghubungkan G30 dengan PC. Apalagi Anda memilih operator yang mengobral tarip SMS, akan sangat diuntungkan dengan perangkat ini.

Ponsel HT G30 yang persis dengan Nokia E71 ini juga dilengkapi baterai yang persis dengan milik Nokia, sehingga dapat dipertukarkan. Colokan untuk pengisian baterai juga ada dua (tidak biasa lho ponsel punya dua colokan). Yang satu menggunakan microUSB dan satunya lagi menggunakan colokan kecil punya Nokia. Kalau Anda bepergian dan lupa membawa charger G30, bisa pinjam teman yang membawa charger Nokia. Bahkan bila perlu, Anda pun bisa meminjam baterai dia!

Program yang dipasang di G30 juga lumayan lengkap. Aplikasi berbasis Java yang ada di dalamnya adalah Mini Opera 3 (untuk browsing Internet), Minesweeper (permainan seperti bawaan MS Windows), eBuddy dan Yamee (untuk chatting). Anda juga dapat mengupgrade firmware atau OS bawaannya ke gerai-gerai resmi HT. Kalau Anda mau instal aplikasi Gmail misalnya, tidak masalah. Anda akan menerima e-mail secara real time, persis seperti teman-teman Anda yang memakai BlackBerry. Keren bukan?

Nah, Anda yang memiliki anggaran terbatas, jangan berkecil hati, karena ponsel-ponsel Cina sekarang sedang menebar pesona. Bagi Anda yang sudah terbiasa memilih ponsel kelas atas, juga jangan menganggap enteng pangsa pasar ponsel lokal dan Cina ini.

Dalam memilih produk, konsumen tidak dapat disalahkan. Mereka mau memakai logika atau emosi ketika memilih produk, tidak penting. Bagi penjual dan produsen, yang penting adalah berhasil menarik simpati pembeli. Seperti dalam pemilu kita, terserah pemilih mau memilih kontestan berdasarkan bentuk dan tampilannya, atau melihat isi dan program-programnya, bagi peserta pemilu, yang penting menang.

20 thoughts on “Ponsel Cina Tebar Pesona

  1. ada yang mau jual Hp yg bentuknya mirip seperti blackberry yg haganya di bawah 700rb gak,,,,?
    kalau ad hub 081911164590

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s