Filateli

Saya sudah menekuni hobi filateli, yaitu mengumpulkan berbagai benda pos, sejak tahun 1975 ketika masih duduk di bangku SMP. Semula hanya ikut-ikutan teman saja, dan kebetulan ada pelajaran perkenalan filateli. Lalu diajak ke klub (waktu itu: Perkumpulan Philatelis Indonesia Cabang Semarang). Tokoh-tokohnya a.l. Om J. Wibowo Sidharta (dan putrinya yang cantik Mbak Titut), Om Pohan, Om Hartono, dan Om A. Soesantio van Lasem (saya kehilangan kontak mereka, ada yang punya nomor telpon mereka?). [Oh sukurlah, saya dikasih tahu Mbak Vita van Malang alamat Pak Soesantio, jadi sekarang kontak sudah nyambung. Alamat Mbak Titut sudah saya peroleh dari Pak Soes, saya mau ngontak beliau. Oh, betapa indahnya reuni di antara para filatelis gaek ini…ūüėČ Thanks berat ya Mbak Vita]

Piagam Thailand 1983 (Bronze Medal) Panfila Jakarta 1983 Porseni Pos dan Giro 1979  

 Pameran Philateli Remaja Nasional II-1982 Pameran Filateli Remaja Surabaya 1982 Penataran Pembina Filateli Remaja 1981

 Pekan PBB 1978 Pekan PBB 1983 Pameran Filateli Remaja Yogyakarta

Tema koleksi saya adalah Pos Militer dan dalam beberapa kali lomba, baik di tingkat nasional maupun internasional, mendapatkan medali, baik emas, perak, maupun perunggu. Kapan-kapan akan saya tunjukkan koleksi saya di sini. Untuk sementara, saya tampilkan sebagian dulu ya, di antaranya adalah surat dari Presiden Perancis sekitar tahun 1979 dulu, yaitu Valeri Giscard d’Estaing, yang membalas surat saya dengan tulisan tangan. Selain itu, beberapa piagam yang saya dapatkan juga saya tunjukkan di atas, baik piagam pemenang lomba (baik nasional maupun internasional), piagam undangan sebagai peserta khusus, maupun piagam mengikuti penataran pembinca filateli remaja.

Amplop dari Presiden Perancis Surat dari Presiden Perancis untukku
Amplop dan surat dari Presiden Perancis untuk saya nih (1979).

Dari Ratu Juliana Dari Perdana Menteri Belanda (Tahun 1979)
Dari Ratu Juliana dan Perdana Menteri Belanda

Sekjen PBB Kurt Waldheim Dari Sekjen PBB (ke-4 ya?) Kurt Waldheim

Kartupos dari Kak Soesantio Surat dari Kak Soesantio (1976), tokoh filateli di Indonesia

Warkatpos kakekku Surat dari kakek saya untuk pakde (tahun 1955)

Bagaimana Mengoleksi Benda Filateli?

Benda filateli adalah benda-benda pos yang berkaitan dengan pengiriman surat. Benda-benda pos yang termasuk dapat dimasukkan ke dalam benda filateli adalah perangko (Perum Pos dan Perkumpulan Filatelis Indonesia menggunakan istilah “prangko”, karena –kata mereka– berasal dari kata “franco”), sampul surat (terutama yang ada tanda atau cap posnya, atau gambar, atau tulisan mengenai topik tertentu), souvenir sheet (PFI menggunakan istilah “carik kenangan”, saya menggunakan istilah “lembar cinderamata”), kartupos (baik bergambar maupun tidak, termasuk kartu maksimum), sampul hari pertama, dan IRC (International Reply Coupon).

Yang tidak dapat dimasukkan ke dalam benda filateli (meskipun dijual atau diterbitkan oleh dinas pos) adalah: meterai, pos wesel, dan prangko denda atau porto (meskipun sekarang menjadi perdebatan). [Oops, tapi kini organisasi filatelis sedunia (FIP) dan se-Asia (FIAP) sudah membuka topik Revenue Stamps, sehingga berbagai bentuk penerimaan negara, bisa meterai, cukai, retribusi, dan sebagainya, bisa dimasukkan sebagai bahan koleksi.]

Peraturan sekarang, memperbolehkan seorang kolektor (atau filatelis) menambah koleksinya dengan benda-benda lain yang sama sekali tidak berkaitan dengan pos (disebut nonphilatelic items). Misalnya saja, seorang filatelis memilih tema koleksi “Angkutan Umum”, sehingga perangko-perangko yang dikumpulkan bergambar angkutan umum, seperti bis, kereta api, kapal, pesawat terbang, dan mungkin juga ojekūüėČ kalau ada. Agar koleksinya lebih berbobot, seorang filatelis ini memang dianjurkan untuk menambahi koleksinya dengan (misalnya) karcis kereta api, atau boarding pass, atau apa saja yang bisa dicantumkan ke dalam koleksinya. Namun benda-benda pendukung ini dianjurkan hanya sekitar 5% dari seluruh koleksinya.

Koleksi harus mengikuti suatu tema tertentu: tematik, negara, atau sejarah pos. Tematik meliputi tema tertentu, yang semakin sempit temanya, semakin sulit mengoleksinya, berarti semakin tinggi nilai koleksinya. Koleksi “bunga” masih terlalu luas, ada baiknya dipersempit “bunga tropis”, dan masih dipersempit lagi menjadi “bunga anggrek tropis” (siapa tahu ada anggrek di negara empat musim kan?). Tema “Kendaraan” terlalu luas, bisa dipersempit menjadi “kendaraan bermesin”, atau bahkan “kendaraan angkasa luar”, dan masih bisa diperkecil menjadi “kendaraan angkasa luar berawak” atau “tidak berawak”.

Tema negara meliputi koleksi suatu negara, namun jangan suatu negara keseluruhan dikoleksi, karena akan terlalu luas. Misalnya: Indonesia, akan sangat luas. Sebaiknya dipilih “Indonesia pada masa penjajahan Belanda” (atau Jepang), atau “Indonesia pada masa RIS”. Bila dipilih tema tersebut, maka benda-benda filatelinya juga berasal dari masa tersebut. Sedang sejarah pos bisa meliputi “Perkembangan Pos pada masa kemerdekaan” atau “Pos Moderen”, atau mungkin “Sejarah Pos Militer” (seperti tema utama yang saya pilih sejak remaja dulu).

Pemilihan tema dianjurkan sesuai dengan bidang yang diminati, misalnya jurusan di sekolah atau kuliah, atau bidang kerja, atau memang hobi sehari-hari, sehingga Anda bisa menceritakan suatu gambar atau peristiwa yang ada di salah satu koleksi Anda.

Menurut FIP atau FIAP, tema ini sekarang sudah dikelompokkan dengan lebih baku, di antaranya adalah: aerophilately, astrophilately, postal history, thematic philately, revenue stamps, dan literature research.

Contoh Halaman Buku Filateli

Untuk mengobati rasa penaran teman2 yang jauh lokasinya dari saya, berikut ini saya tunjukkan beberapa halaman buku filateli saya. Mudah-mudahan bisa terbit bulan Maret 2008 ini. Sabar ya. Bahkan untuk daftar isi (lengkap lho) dan kata pengantar, juga bisa dicomot dari halaman ini. Link-nya ada di bawah gambar-gambar halaman.

Oh ya, di buku aslinya nanti, tidak berwarna ya, karena belum ada iklannya. Di edisi berikutnya (mudah-mudahan edisi pertama ini laris), saya akan cari sponsor, biar bukunya bisa berwarna dan murah. Sebenarnya sudah ada satu dua yang bersedia, tetapi dana yang disediakan belum mempengaruhi harga buku secara signifikan, jadi saya minta menunggu edisi berikutnya nanti.

Halaman 44 Halaman 79 Halaman 116 Halaman 162

Halaman 231 Halaman 246 Halaman 265

Silakan download Contoh daftar isi dan pengantar di sini.

178 thoughts on “Filateli

  1. Saya punya banyak prangko jadul dalam maupun luar negeri..yg minat hubungi di nomer ini 089676851031

  2. salam…salam kenal pak..saya maya dari malang…ingin bertanya…apakah di malang ada perkumpulan filateli nya? saya ingin bergabung dan belajar…adakah kontak atau alamat yang bisa dihubungi…terimakasih sebelumnya….salam..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s