Ideas

In my spare time, I search ideas how to make my society better. To make my dreams come true, I need your thoughts and comments. Please share your ideas with me, and with other guests.

You can read my ideas by clicking “Bright Ideas” under the Categories  menu, in the right side of this screen. In this page, I have three good ideas for our country. The list is as follows.

  • Idea for cheap cars (Cars are very expensive in Indonesia)
  • Bagaimana meghilangkan korupsi di Indonesia?
  • Mungkinkah buku ajar murah?

I still have some briliant ideas, but let me write it one by one.

Idea for Cheap Cars

What are the differences between a car (let say an SUV) produced in 1990 and a car produced in 2010? Conceptually, there is no much different, isn’t? Both cars has the same head-light and tail-light, has one steer, can hold 7 to 8 passengers, supported by 4 wheels, and even the speed limit is still under 200 kmph (and that is the permitted speed in many countries, right?).
Of course there are some minor differences: all the mirror has its own shape, the front grill has different design, the curve of the windows are different. But, have you ever noticed what is the price difference between the two models? Too much!

My idea is, if we get bored with our old car, we don’t hav to throw it away, do we? We just replace some parts of the car, with new parts (of course with the new design). For example, we should have been able to replace the front grill, or the head-lamp, or the dashboard, or even… the whole body of the car. Compare this possibility with your cellular phones. If you are bored with your old cell-phones, you don’t need to throw it away. All you need to do is buy a new casing and replace the old one. Voila, your cell phones will look pretty, and the function is still the same. You save a lot of money. And we should do this things to our car.

So, I give challenge to anybody who can make my idea a reality. Let’s make a new type of car, which we can replace most of the parts with other design. If you don’t like the shape of your dashboard, just buy another new designed dashboard. If you get bored with your SUV, just replace the body with the pick-up or light-truck design. And so on, and so on.

Do you see the nation-wide car business if we implement this idea? A lot of business will grow up: they produce many car parts, from doors, dashboards, head-light, tail-light, back mirror, and the list continues. As far as I know, there is no such technology yet in the world, but we can start it soon, and we will gain our competitive advantage.
What do you think?

Bagaimana Menghilangkan Korupsi di Indonesia?

Gampang sebenarnya memberantas korupsi. Menurut saya, pada masa sekarang ini, belum saatnya menghukum semua koruptor (kalau yang kakap dulu boleh lah). Mengapa? Karena penjara kita sudah penuh, dan lagi, masih lebih banyak koruptor dibanding penegak hukum yang bersih. Jadi, kita mulai dengan tahap menarik pajak dari para koruptor, untuk mengumpulkan uang bagi negeri ini, yang perlu digunakan untuk membangun fasilitas publik yang membuat rakyat bahagia. 

Artikel lengkapnya bisa dibaca di https://maswing.wordpress.com/2008/02/07/berantas-korupsi/.

Mungkinkah Buku Ajar Murah?

Harga buku, terutama buku ajar (baik untuk siswa sekolah maupun mahasiswa perguruan tinggi) dirasakan mahal. Belum lagi bila yang selama ini dikeluhkan orang tua benar, yaitu bahwa buku ajar untuk siswa selalu diperbarui setiap tahun (dan harganya juga semakin mahal). Sebenarnya tidak salah bila pemerintah memperbarui buku teks untuk para siswa, karena selama setahun pasti sudah banyak perkembangan baru (terutama untuk materi ajar yang menyangkut teknologi).

Namun tidak salah juga orang tua yang keberatan karena ternyata perubahan isi buku dirasa tidak terlalu material atau tidak terlalu banyak. Masalah yang timbul sudah jelas: orang tua keberatan dengan harga buku yang semakin mahal. Mungkinkah buku ajar murah? Menurut saya, sangat mungkin. Cara yang paling gampang adalah: pemerintah membeli hak cipta para penulis buku ajar yang dinilai memenuhi syarat. Cara penilaian dapat dilakukan dengan mengadakan lomba tingkat nasional. Hadiah untuk penulis maupun honor untuk para juri, harus uang yang banyak (jangan cuma piala atau piagam), misalnya setiap penulis mendapat Rp25-50 juta. Naskah lalu menjadi milik Pemerintah, dan dimasukkan ke situs-situs Pemerintah. Bahkan boleh juga diambil oleh situs-situs non-pemerintah.

Dengan demikian, orang yang memerlukan buku ajar, dapat mendownloadnya dari Internet. Bila mereka tidak punya akses Internet, mereka dapat membeli buku ajar tersebut, dengan memilih versi cetakan yang harganya terjangkau. Ini persis seperti berbagai undang-undang, yang kenyataannya dicetak dalam berbagai versi oleh berbagai penerbit (ada yang kover tebal, ada yang berupa kumpulan undang-undang, ada juga yang berupa buku tipis kertas buram harga murah). Cara kedua adalah membolehkan buku ajar (dan buku kuliah) diisi dengan iklan. Iklan yang dimasukkan sudah barang tentu mengenai produk yang tidak bertentangan dengan dunia pendidikan (jangan sampai ada iklan obat kuat, iklan alat KB, iklan rokok, dan sebagainya). Dengan adanya iklan (harus dicetak di halaman khusus, jangan dicampur dengan teks), harga buku dapat ditekan. Semakin banyak iklannya, semakin mudah harga ditekan. Dengan cara ini, tidak hanya harga buku menjadi terjangkau (bahkan bisa jadi gratis), tetapi juga sekaligus membasmi pembajakan liar (baik melalui fotokopi maupun cetak ulang). Saya sedang menulis salah satu buku (untuk referensi kuliah) dan saat ini sedang mengadakan pendekatan dengan beberapa rekan yang punya perusahaan. Kalau jadi, akan saya informasikan di blog saya ini. Atau, ada juga di antara Anda yang akan berpartisipasi memasang iklan? Saya tunggu.

22 thoughts on “Ideas

  1. Mas Kuswandaru, lama2 akan tahu juga ya, prinsip hidup yg paling saya senangi: “The best thing in life is free.” Kita bisa bekerja sesuai dgn ide2 kita, dgn rencana2 kita. Aduh enak banget. Kalau udah mbayangin gitu, saya pengin banget punya kapal, lalu berkeliling dunia (atau keliling Indonesia aja dulu lah) sendirian. Pasti puas banget, karena saya bisa berlayar ke Teluk Bayur, lalu muter ke Sibolga, habis itu ke Makassar, ke Ambon, dan ke Biak. Mau mandi apa nggak, sarapan apa nggak, terserah saya. Pasti puas buanget…

    Tapi dlm hidup sehari2, beda banget kondisinya, banyak hal yg gak bener terjadi. Saya sering tertawa geli ketika bbrp sekolah mengadakan acara “belajar berlalu lintas”. Emangnya bener kalau “lampu merah” kita hrs berhenti? Bgmn kalo terus, kita terabas? Apa efeknya? Ya kita lebih cepat sampai tujuan aja… Emang kalo tanda larangan stop kita langgar, apa masalahnya? Toh kita lihat di mana2 terjadi spt itu, ya… gitu aja sih.

    Yah, jengkel juga ya kalau kita lihat lingkungan kerja gak enak? Kl sdh ‘tua’ spt saya, apalagi sy sdh pernah hidup di luar negeri, jengkel juga melihat lingkungan kita seperti ini. Ujian SIM gak bener. Proses pengadilan gak adil. Ijazah palsu beredar (pembelinya termasuk para penyelenggara negara kita…!!!). Pendidikan tidak beres. Keamanan negara sangat rentan (masak hutan kita dibabat habis tetangga sebelah sampai habis, ya nggak ada yang ribut. Orang miskin sakit gak diurusi. Oh… rasanya benar2 seperti hidup di dunia…. hehehehe

  2. If you go with that idea, I have similar solution. Build highways, toll, railroad, and other public transportation facilities. No one (with some exceptions) is allowed to own vehicle, only public institution can own cars. With this idea, env problems are minimized.

    Btw, with current situation, how about our forests? Do we have problems with that? Yes, we do. It’s because we cannot manage our forests wisely. I’m surprised that there is individual still concern with ‘green earth’🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s