Tag: bencana lapindo

Kasus Lumpur Sidoarjo (bagian 2)

Ada update tentang lumpur Sidoarjo. Akhirnya BPPT yang menyatakan bahwa bencana LUSI adalah bencana alam. BPPT jauh lebih berkompeten dibanding DPR (lihat posting saya sebelumnya mengenai bencana lusi ini). Beritanya saya klipingkan dari Koran Tempo, Selasa 18 Maret 2008.

Bencana LUSI adalah bencana alam

Meskipun sudah ditetapkan sebagai bencana alam, tetapi menurut saya, yang penting adalah pemecahan masalah para pengungsi harus segera dilakukan. Yang paling segera harus dilakukan adalah mencari daerah baru, menata daerah tersebut, lalu mendirikan pemukiman semampu pemerintah, para korban dikasih dulu tanah yang cukup utk membuat satu rumah (yg sangat sederhana dulu). Bangun juga sekolah dan fasilitas umum lainnya.

Jangan lagi tarik ulur dengan pihak Lapindo Brantas. Yang tagih-menagih hanyalah antara Pemerintah dan Lapindo Brantas saja, jangan melibatkan rakyat. Rakyat cukup menjadi korban, sehingga harus segera ditolong. Kasihan mereka sudah menjadi pengungsi hampir 2 tahun dan tetap tidak ada jalan terang mau apa besok-besoknya.

Kasus Lumpur Sidoarjo

Sebenarnya saya tidak ingin ikut-ikutan bicara soal lumpur Lapindo, atau lebih tepatnya: Lumpur Sidoarjo, karena latar belakang saya bukan orang geologi, saya bukan wakil rakyat, saya bukan orang pemerintah, tapi saya dosen jurusan akuntansi dan suka menyampaikan ide penerapan sistem informasi untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Tetapi, ketika saya mendengar siaran Trijaya FM di Yogya siang tadi, pas pulang dari kampus, mendengar diskusi mengenai rencana DPR yang akan menetapkan bahwa bencana Lumpur Lapindo adalah bencana alam, bukan akibat keteledoran manusia, saya menjadi ingin ikut bicara.

Pertama, saya heran, mengapa DPR harus menyatakan bahwa bencana Lusi (Lumpur Sidoarjo) adalah bencana alam, bukan faktor keteledoran manusia? DPR tidak punya kapasitas (dan tidak punya keahlian) untuk menyatakan status bencana itu. Kedua, status lumpur apakah bencana alam atau kesalahan manusia, bagi korban tidak penting. Menurut saya, yang penting, korban harus ditolong. Nah, mestinya DPR bersama-sama Pemerintah, mencari solusi untuk menolong korban. Itu saja. Cara membantu penduduk korban Lapindo bagaimana? Saya juga punya ide. Ketiga, Pemerintah harus mengeluarkan dana dan segala sesuatunya untuk membantu korban. Perkara Lapindo mau ganti rugi atau tidak, itu urusan Pemerintah dengan Lapindo. Rakyat tidak boleh terombang-ambing hanya gara-gara pada bingung siapa yang harus menanggung biayanya. Di bawah ini, saya punya saran cara menolong korban Lumpur Sidoarjo.

Continue reading “Kasus Lumpur Sidoarjo”