Tag: harga BBM

Kelola BBM dengan e-STNK

Pengelolaan BBM benar-benar membuat Pemerintah pusing. Jumlah penggunaan BBM semakin hari semakin meningkat dan secara otomatis subsidi BBM juga semakin menggerogoti APBN. Kalau subsidi BBM dikurangi, harus diimbangi dengan kenaikan harga BBM. Kalau harga BBM naik, mudah sekali masyarakat melakukan demonstrasi di mana-mana, dengan alasan akan menyebabkan kenaikan harga-harga barang kebutuhan sehari-hari. Kalau harga BBM tidak dinaikkan sekarang, suatu saat nanti toh tetap harus dinaikkan, karena semakin membengkaknya subsidi BBM, yang tentu saja akan sangat membebani APBN.

Pengelolaan BBM selama ini mengandung beberapa kelemahan. Pertama, subsidi diberikan kepada komoditas, yaitu langsung ke BBM, padahal seharusnya subsidi diberikan kepada pihak-pihak yang memerlukan, misalnya masyarakat kurang mampu secara ekonomis, atau kepada instansi pemerintah yang menjalankan tugas negara, dan perusahaan yang menggerakkan roda perekonomian. Saat ini mobil-mobil pribadi dan mobil mewah yang boros BBM pun ikut menikmati subsidi. Sungguh tidak adil, karena pemilik mobil pribadi dan mobil mewah harusnya tidak perlu menerima subsidi BBM.

Continue reading “Kelola BBM dengan e-STNK”

Advertisements

BBM Harus Dikelola dengan SITI

Artikel ini dimuat di rubrik Analisis, Harian Kedaulatan Rakyat, edisi Minggu 8 April 2012, halaman 1.

Pengelolaan BBM oleh Pemerintah menghadapi masalah yang permanen. Dua di antara masalah utamanya adalah pengadaan dan pendistribusian, serta penentuan harga dan sekaligus penentuan subsidi yang berkaitan dengan BBM. Pengadaan dan pendistribusian BBM menjadi masalah, karena meskipun Indonesia memiliki banyak tambang minyak, tetapi produksinya hanya sepertiga dari kebutuhan total BBM. Kekurangannya harus dicukupi dengan membeli dari perusahaan atau negara lain, yang sudah barang tentu menggunakan harga pasar BBM yang lebih sering naik daripada turunnya.

Setelah jumlah BBM tercukupi, masalah utama kedua muncul, yaitu penentuan harga jual ke para pengguna BBM alias kepada rakyat. Akhir Maret 2012 lalu kita semua mendapat suguhan berita demo di berbagai kota, tidak sedikit yang dilakukan dengan cara anarkis. Memang patut kita sesalkan, tetapi para aktivis demonstran mengatakan melalui Internet, kalau tidak begitu, mana mungkin di dengar oleh para wakil partai di Senayan? Sudah dilakukan dengan keras pun sepertinya tidak mengusik pendapat para politisi.

Terlepas dari pro-kontra penaikan harga BBM yang hingga kini masih menyimpan bara, sebenarnya terlihat dengan jelas, harga BBM akan senantiasa naik. Ini disebabkan karena kebutuhan di tingkat dunia semakin tinggi, sementara produksi semakin terbatas. Di Indonesia saja diperkirakan tambang minyak akan habis dan berhenti beroperasi sekitar tahun 2025 nanti. Namun antisipasi dari Pemerintah sepertinya belum jelas terlihat, misalnya membangun infrastruktur transportasi umum, penggunaan energi alternatif, dan seterusnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan penanganan yang strategis, tidak hanya sekadar menaikkan harga BBM.

Continue reading “BBM Harus Dikelola dengan SITI”

Cara Menaikkan Harga BBM

Adakah Jalan Selain Menaikkan Harga BBM?

Saat ini masyarakat lagi gerah dengan rencana kenaikan harga BBM yang akan segera diputuskan oleh pemerintah. Demonstrasi merebak di berbagaikota, yang isinya menolak rencana tersebut. Keberatan berbagai pihak sangat dimaklumi, karena dengan naiknya harga BBM, harga-harga barang lainnya akan ikut naik. Beban hidup sebagian rakyat semakin berat saja, setelah di berbagai daerah dilanda bencana alam (yang sedikit banyak mengganggu pasokan pangan dan sandang) dan kelangkaan berbagai bahan kebutuhan sehari-hari.

Menurut Pemerintah, kenaikan harga BBM tidak bisa ditunda-tunda terlalu lama, karena harga minyak dunia naik terus, sehingga APBN kita semakin tersedot untuk memberi subsidi harga minyak.

Asumsi Pemerintah memang ada benarnya, karena kebutuhan minyak kita sekitar 1,5 juta barel perhari, sementara produksi cuma 1,1 juta barel per hari (mohon info angka lebih detail). Berarti tiap hari ada kekurangan 0,4 juta barel, dan itu harus diimpor. Itulah yang menyebabkan sebagian anggota masyarakat meminta Pemerintah keluar dari OPEC (Organisasi Negara Pengekspor Minyak), karena Indonesia sebenarnya lebih tepat sebagai pengimpor, bukan pengekspor. Lagi pula, tidak ada manfaat yang dapat dinikmati (toh nyatanya, di beberapa kota, termasuk di ibukota, minyak seringkali juga langka).

Masyarakat menolak rencana Pemerintah menaikkan harga BBM, sementara Pemerintah sudah hampir dapat dipastikan menaikkan harga BBM. Dua pihak sama-sama punya argumen yang kuat. Bedanya, rakyat tidak bisa diturunkan, sedang Pemerintah bisa. Namun bukan itu yang ingin saya bahas di sini. Pertanyaan yang ingin saya jawab adalah: adakah alternatif lain selain menaikkan harga BBM? Jawaban dari saya: pasti ada dan gampang dilaksanakan.

Continue reading “Cara Menaikkan Harga BBM”